
Setelah mendengar jawaban Akila, Elina pun langsung pergi dari tempat tersebut, Akila pun juga langsung meninggalkan tempat tersebut, Akila memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yaitu tempat tinggalnya yang dulu, dia memesan taksi dan sesampainya di sana Akila hanya memandanginya dari kejahuan, setelah puas memandanginya Akila pun memutuskan untuk pulang ke apartement.
Di sisi lain, sesampainya di kantor, Elina segera menuju ke ruangan Jazztin, sesampainya disana Elina langsung membuka pintu ruangan Jazztin dan menarik seorang perempuan yang terus menerus menempel ke Jazztin dan melayangkan tamparan di pipi perempuan tersebut.
PLAAKKKKKK
“ Yakkk, berani beraninya kamu menamparku ” ujar Nindy
Elina tidak menjawab perkataan Nindy dan hanya menatap Nindy marah, Elina pun mendekati Jazztin dan Jazztin membisikkan sesuatu ke Elina, " Makasih Na, udah datang " bisik Jazztin di telinganya, Elina yang mendengar Jazztin mengatakan hal tersebut pun hanya bisa menatap Jazztin, dan menatap kembali Nindy
“ Buat apa kamu disini, cepat pergi ” ujar Elina
“ Yakkk, siapa kamu berani beraninya ngusir aku dari sini ” ujar Nindy
“ Sayang, kamu lihat dia berani nampar aku dan sekarang dia juga berani ngusir aku ” ujar Nindy sambil bermanja manja di tangan Jazztin
“ Apaan sih lho lepas tidak ” ujar Jazztin
Karena Elina yang sudah muak dengan Nindy, Elina langsung menelpon satpam di depan untuk mengusir Nindy, satpam yang mendengar tersebut pun langsung berlari menuju ruangan Jazztin, setelah sampai satpam tersebut langsung masuk keruangan Jazztin
“ Bawa wanita ini pergi ” ujar Elina memerintah kedua satpam tersebut
“ Baik bu ” ujar kedua satpam tersebut
Satpam tersebut terus menarik Nindy keluar tapi Nindy selalu saja melawan, hingga karna sudah sangat kesal dengan kelakuan Nindy, Elina pun berkata kepada kedua satpan tersebut
“ Seret saja keluar, jika masih bisa melawan, buat dia tidak sadarkan diri, dan buang dia ” ujar Elina dengan tatapan dingin seperti siap untuk membunuh seseorang dan membuat bulu kuduk kedua satpam, Jazztin, Nindy, dan juga karyawan yang sedang memperhatikan berdiri
Di saat kedua satapm tersebut ingin menyeret Nindy, Nindy berkata kepada kedua satpam tersebut
“ Aku bisa jalan sendiri ” ujar Nindy dan langsung pergi dari situ
Setelah Nindy pergi kedua satpam dan karyawan lainnya langsung menuju ketempatnya semula, mereka takut jika Elina dan Jazztin akan marah, sementara itu diruangan Jazztin
“ Kau tau sendirikan, kalau Nindy itu orangnya kayak gimana, karna itu aku butuh bantuanmu ” ujar Jazztin
Flassback on
Setelah menutup panggilan tersebut Elina dan Akila pun menyambung pembicaraan mereka, disela sela pembicaraan lagi lagi Jazztin menelpon Elina
In the call
“ Apa lagi? ” tanya Elina
“ Cepet balik ke kantor sekarang, cepat ” ujar Jazztin dari seberang sana
" 1 jam lagi, aku akan balik ke kantor, ok ” ujar Elina
“ Tidak tidak sekarang juga balik ” ujar Jazztin
“ Kenapa sih? Kan jam makan siang belum selesai ” ujar Elina
“ Balik cepat, aku males ngadepin ni orang ” ujar Jazztin
“ Siapa sih?, yang kamu maksud ” ujar Elina
“ Siapa lagi kalau bukan Nindy ” ujar Jazztin
Setelah mengetahui siapa yang dimaksud oleh Jazztin Elina pun langsung menutup telpon tersebut
Flassback off
“ Hmmm ” Elina yang hanya membalas Jazztin dengan berdehem dan memutar bola matanya malas