
Jazztin berpikir mungkin dia lagi bersenang senang bersama Eliya, jadi dia memutuskan untuk menunggu Akila pulang, sementara itu Akila terus menangis dan berjalan sambil menunduk, dan disaat dia mendongakkan
kepalanya dan menatap langit tiba tiba saja hujan turun begitu deras seolah olah dunia tau bahwa dirinya sedang merasa sedih, Akila pun memilih duduk di sebuah bangku di taman, dia mencoba memikirkan apa yang terjadi
“ Apa yang aku lakukan? Kenapa aku aku harus merasa sedih? Seharusnya aku bahagia kalau Jazztin sudah bahagia bersama orang yang dia sayangi, aku tidak boleh seperti ini, aku harus kembali Jazztin pasti menghawatirkanku ” ujar Akila
Akhirnya Akila pun memutuskan untuk pulang ke apartement Jazztin, sesampainya di sana, Akila melihat raut wajah Jazztin yang sedang menghawatirkannya, Akila yang mendengar Jazztin mengatakan sesuatu kepadanya hanya bisa tersenyum kepada Jazztin yang menandakan bahwa dirinya tidak apa apa, setelah itu pun Akila segera menuju ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya setelah itu dia pun pergi menuju dapur untuk memasakkan makan malam untuk Jazztin, Akila tau bahwa Jazztin pasti belum makan
“ Ngapain kamu? ” tanya Jazztin
“ Ohhh Astaga Jazztin, ishhh kamu bikin kaget aja, mau buat makan malam buat kamu, kamu belum makan kan ” ujar Akila
“ Iya juga sih, cacing di perutku sudah meronta ronta ingin makan ” ujar Jazztin
“ Udah tidak marah lagi nih sama aku? ” tambah Jazztin
“ Tidak ” ujar Akila
“ Kenapa? ” ujar Jazztin
“ Kamu ingin aku marah lagi, ok kalau gitu ” ujar Akila
“ Janganlah ” ujar Jazztin
Setelah beberapa menit Jazztin menunggu Akila memasak makan malam, akhirnya selesai, Jazztin yang sudah lapar pun langsung makan dengan lahapnya
“ Tidak, aku sudah kenyang, aku ke kamar dulu ” ujar Akila
“ Baiklah ” ujar Jazztin
Hari demi hari pun berlalu dan Jazztin pun akhirnya bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa, disisi lain Akila berkemas kemas ingin pergi dari apartement Jazztin karena sesuai perjanjian jika Jazztin sembuh Akila akan pergi dari apartement tersebut, dan kekuatan Akila pun sudah dikembalikan, dan dia juga bisa menggunkan sayapnya kembali.
Waktu Akila untuk tinggal dibumi hanya tinggal 65 hari lagi, dan Akila juga terus mencari siapa dalang dibalik kematian kakaknya dan dirinya, dan beberapa hari yang lalu Eliya mengatakan bahwa orang tua Akila memutuskan pergi Amerika dan memulai semuanya dari awal, mereka memutuskan untuk mengadopsi anak dan pergi ke Amerika, Akila yang mendengar berita tersebut dari Eliya hanya bisa tersenyum, " Akhirnya mereka bisa mengiklaskan dan melupakan diriku dan kakak, tetaplah bahagia ma pa, aku dan kakak sangat menyanyangi kalian " batin Akila pada saat itu.
Akila sedang berkemas kemas pakaiannya, sedangkan Jazztin sedang asyik memainkan handphonenya di ruang keluarga, Jazztin tidak menyadari kalau Akila sedang berkemas kemas untuk pergi dari apartementnya, di saat dia sedang bermain game di handphonenya tiba tiba seseorang menelponnya
“ Hallo, siapa? ” ujar Jazztin
“ Hai, ini aku ” ujar seseorang dari seberang sana
Jazztin pun langsung pergi ke kamar Akila untuk bilang bahwa dirinya akan pergi keluar, dan di saat dirinya memasukki kamar Akila dia terkejut melihat Akila yang berkemas kemas
“ Kamu mau kemana?, kenapa semua barang barang kamu, kamu masukkan dalam koper ” tanya Jazztin
“ Aku akan pergi dari apartementmu ” ujar Akila
“ Kenapa? ” tanya Jazztin