
Sesampainya dikantor Elina segera keruangan Jazztin, didepan ruangan Jazztin Elina tidak mengetok pintu terlebih dahulu dan langsung masuk begitu saja, setelah membuka pintu tersebut terdapat Nindy yang sedang memainkan handphonenya disofa ruangan Jazztin
Nindy yang mengetahui ada seseorang yang membuka pintu ruangan pun langsung menoleh
“ Buat apa lo disini ” ujar Elina berjalan menghampiri Nindy
“ Sudah jelaskan kalau aku kesini ingin menemui KEKASIHKU ” ujar Nindy menekan kata kekasihku
“ Hahahaha ” tawa Elina
“ Lo halu ya, mana mungkin Jazztin menjadi kekasihmu ” ujar Elina
“ Emangnya lo yang hanya sekertarisnya, Jazztin bukan siapa siapamu, dan bagi Jazztin lo bukan siapa siapanya ” ujar Nindy
“ Bagiku dia orang sangat berharga ” ujar Jazztin yang baru saja masuk
Mereka berdua pun menoleh kearah pintu dan mendapati Jazztin yang sudah berdiri didepan pintu ruangan
“ Jazztin sayank ” ujar Nindy sambil berlari kearah Jazztin dan memeluknya
Jazztin melepas kasar pelukan Nindy dan berkata
“ Kenapa lo kesini? ” ujar Jazztin ketus
“ Aku merindukanmu ” ujar Nindy
Jazztin yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas
“ Aku memcintaimu Jazztin ” ujar Nindy
“ Tapi aku tidak mencintaimu Nin dan hubungan kita sudah berakhir sejak dulu, jadi aku mohon pergilah ” ujar Jazztin
“ Aku ingin tetap disini bersamamu ” ujar Jazztin
“ Sakitilah aku jika kamu berani, aku yakin kamu tidak akan berani menyakitiku karna kamu masih mencintaiku kan ” ujar Nindy dengan salah satu tangannya memegang pipi Jazztin
Jazztin yang merasakan tangan Nindy yang berada dipipinya dengan segera memegang lengan Nindy yang berada dipipinya dan mencengkramnya dengan kuat, Nindy hanya meringis kesakitan dan terus meminta Jazztin untuk melepaskannya tapi Jazztin tidak melepaskannya dan semakin menguatkan cengkeramannya hingga lengan Nindy membekas merah akibat cengkeraman Jazztin, sedangkan Elina dia tidak bisa hanya diam melihatnya dia pun segera menelpon kedua security yang ada didepan kantor untuk segera keruangan Jazztin, tak selang beberapa lama kedua security itu pun datang
“ Bawa dia pergi dari sini cepat ” ujar Elina
“ Baik bu ” ujar kedua security tersebut
Jazztin melepaskan cengkeramannya dan kedua security tersebut pun langsung memaksa membawa Nindy keluar, seperti biasa Nindy terus saja melawan hingga dengan terpaksa Elina mengeluarkan sebuah pisau kecil dari tasnya dan menodongkannya kearah Nindy untuk menakut nakutinya
“ Kalau lo gak mau pergi dari sini sekarang, jangan salahkan diriku jika lo sudah tidak bernyawa lagi, dan satu hal lagi jangan pernah berani untuk dangan kesini lagi ataupun mendekati Jazztin ” ujar Elina dengan tatapan membunuhnya dan nada bicaranya yang dingin
' Berani sekali kamu ya, kita lihat saja apa yang akan aku perbuat dengan kakakmu ' bisik Nindy ke Elina
Elina terkejut dengan kata kata Nindy, setelah membisikkannya Nindy segera pergi dari ruangan tersebut, disaat didepan pintu ruangan Nindy berbalik dan berkata ke Elina
“ Aku akan membalasmu Elina, tunggu saja ” ujar Nindy
Setelah mengatakan hal tersebut Nindy pergi dari kantor Jazztin
Disaat kedua security tersebut ingin pergi Elina mencegahnya dan berkata
“ Dengarkan aku baik baik, jangan pernah biarkan orang itu untuk masuk lagi dikantor ini, jika kalian membiarkannya, jangan salahkan diriku jika anak kalian harus kehilangan ayahnya yang sangat dicintainya ini, mengerti ” ujar Elina dengan dingin
“ Baik bu, kami mengerti ” ujar mereka berdua ketakutan
“ Kalian boleh pergi ” ujar Elina
Mereka berdua pun pergi dari ruangan tersebut
“ Elina, kamu tidak apa apa? ” tanya Jazztin