99 Day'S

99 Day'S
Siapa?



Sedangkan Jazztin dia berdiri di depan jendela ruangan kerjanya dan terus memikirkan tentang Akila, dan tiba tiba saja ada seseorang yang memanggilnya, “ Maaf pak, anda sudah di tunggu oleh klien di ruang meeting ” ujar salah satu karyawan Jazztin, Jazztin pun melangkahkan kakinya pergi ke ruangan meeting untuk menemui kliennya tersebut, beberapa jam kemudian meeting pun selesai Jazztin pun menjabat tangan kliennya tersebut, dan tak lama kemudian klien tersebut pun pergi dari ruang meeting, setelah kliennya pergi Jazztin pergi menuju ke ruangannya


Sementara itu, karena bosan menunggu Rafael mengerjakan berkas berkasnya, Nindy pun memilih untuk bermain handphone tiba tiba saja ada seseorang yang mengiriminya pesan, “ Sebaiknya kamu bersiap siap sebelum semuanya terbongkar ” isi pesan tersebut, Nindy pun bingung dengan maksud dari pesan tersebut, Nindy tidak memperdulikannya namun tiba tiba saa ada seseorang yang menelponnya, Nindy pun mengangkatnya panggilan tersebut “ Datang ke apartement sekarang ” ujar seseorang seberang sana


Setelah orang tersebut mengucapkan kata kata itu, Nindy segera mengakhiri panggilan tersebut dan pergi ke apartementnya, sebelum Nindy pergi Rafael menghentikannya, Rafael bertanya “ Mau kemana? ”, Nindy memutar bola matanya malas dan membalikkan badanya, “ Aku ada urusan, aku akan menemuimu nanti di apartement ” ujar Nindy, setelah mengatakan hal tersebut Nindy pun pergi meninggalkan kantor Rafael dan menuju ke apartementnya


Sesampainya dia di gedung apartementnya, Nindy segera pergi ke kamarnya, dia pun membuka pintu apartementnya, setelah dia membuka pintu dia terkejut dengan kotak yang ada dibawah yang bertuliskan sama dengan pesan yang dia terima tadi dengan darah yang ada di kertas tersebut dan di sekitar kotak tersebut, Nindy pun menutup pintu apartementnya dan mencari keberadaan seseorang yang menelponnya tadi, “ Apa apaan itu di pintu masuk? ” tanya Nindy setelah melihat seseorang tersebut yang duduk di sofa ruang keluarga sambil memainkan laptopnya


Seseorang tersebut pun melihat ke arah Nindy dan berkata “ Aku tidak tau ” ujar seseorang tersebut, Nindy yang marah pun merebut paksa laptop orang tersebut “ Apa apaan sih lo Nin ” ujar seseorang tersebut, Nindy pun duduk di depan orang tersebut dan berkata


“ Lo dari tadi ada disini, seharusnya lo tau siapa yang mengirim itu kotak ” ujar Nindy


“ Kembalikan laptopnya ” ujar orang tersebut dan merebut laptopnya dari Nindy


Nindy pun berpikir siapa kira kira yang mengirimkannya pesan dan kotak tersebut, waktu pun terus berjalan tetapi mereka sama sekali belum menemukan siapa yang mengirimkan kotak tersebut


Orang tersebut pun menutup laptopnya dengan keras dan berdecak kesal, Nindy yang melihat orang di depannya menutup laptop dengan keras pun tau apa yang terjadi, tiba tiba saja Nindy berpikiran mungkin saja orang yang mengiriminya pesan dan yang mengiriminya kotak adalah orang yang sama, Nindy pun memberitahukan orang di depannya tentang pesan yang di dapatkannya, “ Kenapa lo gak bilang dari tadi sih? ” ujar orang tersebut dengan nada sedikit meninggi, “ Maaf ” itulah kata yang hanya bisa di katakana oleh Nindy


Orang tersebut pun mecoba untuk mencari informasi dari nomor yang mengirim pesan ke Nindy, lagi lagi orang tersebut menutup keras laptopnya dan segaja menyenggol vas yang ada di atas meja, Nindy pun bertanya “ Apakah kau menemukannya? ”