
Suara burung berkicau di pagi hari membangunkan Elina dan Akila, Akila bangun terlebih dahulu dan berjalan pergi kearah gorden jendela dan membukanya agar sinar matahari dapat masuk ke dalam kamar tersebut, setelah itu Akila pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya dan setelah selesai dia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan untuk Elina
Dia pun menyiapkan sarapan dengan dibantu oleh pembantu disana, sarapan yang dia buat pun selesai dia segera naik ke kamar Elina dengan membawa makanan di tangannya, sesampainya di kamar Elina dia segera membuka pintu kamar dan melihat Elina yang sedang sibuk dengan laptopnya, Akila menghampirinya dan menutup laptop Elina
“ Ayo, makan dulu ” ujar Akila
“ Taruh di meja saja dulu, nanti aku makan, aku ingin menyelesaikan ini terlebih dahulu ” ujar Elina ingin membuka laptop kembali
" Elina makan " ujar Akila mengambil laptop Elina dan menyodorkan makanannya ke arah Elina
" Tapikan... " ucap Elina di sela dulu oleh Akila
" Biar aku yang selesaikan " ujar Akila
" Baiklah " ujar Akila
Setelah selesai sarapan, Elina meletakkan bekas piringnya di atas nakas dan mengambil handphonenya di atas naskah tersebut, akila yang melihat Elina sudah selesai langsung meletakkan laptop tersebut di meja yang ada di depannya dan berjalan mengambil piring tersebut dan menaruhnya di dapur, di saat dia kembali ke kamar Elina, dia melihat Elina yang sudah rapi dengan make up di wajahnya
“ Mau kemana? ” tanya Akila setelah membukan pintu kamar Elina
“ Aku harus kekantor ” ujar Elina
“ Kenapa? ” ujar Akila
" Aku tidak mengizinkanmu, biar Jazztin sendiri yang mengambilnya, aku akan menghubunginya untuk mengambilnya kesini " ujar Akila
Elina menatap Akila, dan berkata
“ Aku mohon, biar aku sendiri yang mengantarnya ” jelas Elina
" Kamu tau kan bagaimana marahnya Jazztin nanti kalau dia tau kamu kekantor hari ini " ujar Akila
" Aku tau, tapi aku mohon " ujar Elina
Mereka terus saja berdebat, hingga Elina memutuskan untuk kekantor entah itu diizinkan oleh Akila atau tidak, Akila mencoba menghentikannya, Akila tau akan semarah apa Jazztin nanti kalau tau Elina kekantor hari ini, Elina adalah orang yang sangat Jazztin sayangi jadi jika Elina luka sekecil apapun Jazztin pasti akan meminta Elina untuk berhenti dari segala aktivitasnya dan menyuruhnya untuk beristirahat
Elina sudah berada di depan mobilnya dan bersiap siap untuk masuk kedalam mobil tersebut, tapi Akila datang dan berkata
“ Aku akan ikut bersamamu, sini kuncinya biar aku yang nyetir ” ujar Akila
Elina pun memberikan kunci mobilnya dan pergi ke kursi penumpang, sementara itu Jazztin, dia sudah berada di ruang meeting tersebut, dan sialnya dia lupa bahwa berkas untuk meeting hari ini dipegang oleh Elina, Jazztin pun mencoba untuk menghubingi Elina tapi tidak dijawab oleh Elina dan Jazztin pun mencoba menghubungi Akila tapi sama saja Akila juga tidak mengangkatnya
Jazztin pun meminta izin kepada para klien di ruang meeting tersebut untuk mengambil berkasnya terlebih dahulu, Para klien pun mengizinkannya, di saat Jazztin ingin pergi Elina lebih dulu masuk ke ruang meeting tersebut dan memberikan berkas tersebut ke Jazztin dan langsung pergi dari ruang meeting tersebut, Akila dan Elina menunggu Jazztin di ruangannya dengan Elina yang menyelesaikan beberapa dokumen kantor dan di bantu oleh Akila.
Hingga suara seseorang menghentikan kegiatan Akila dan Elina, mereka berdua menatap kearah pintu untuk melihat siapa yang masuk ke ruangan Jazztin