
Lagi lagi orang tersebut menutup keras laptopnya dan segaja menyenggol vas yang ada di atas meja, Nindy pun bertanya “ Apakah kau menemukannya? ”, orang tersebut pun memperlihatkan apa yang ada di laptopnya dan berkata “ Orang yang mengirim ini semua lebih cerdik dari pada lo ”, Nindy pun melihat apa yang tertera di laptop
orang tersebut, Nindy terkejut dengan apa yang dilihatnya di laptop orang tersebut, “ Ini tidak pernah terjadi, kenapa jadi seperti ini?, Arghh awas saja jika aku menemukan orangnya tidak akan pernah aku maafkan ” batin Nindy, orang tersebut sama sekali tidak bisa menemukan siapa pengirim dari pesan dan kotak tersebut
Setelah Nindy mengatakan bahwa dia juga mendapatkan pesan yang sama dengan tulisan yang ada dikotak tersebut, orang tersebut pun meretas nomor tersebut, tetapi laptopnya malah di retas balik oleh orang yang memiliki nomor tersebut, setelah cukup lama akhirnya orang tersebut bisa menghentikan peretassan yang terjadi, dan alhasil laptopnya eror
“ Sepertinya dia merentas kembali ” ujar Nindy, orang tersebut pun terkejut dan mengambil laptopnya dan berkata “ Bagaimana bisa?, aku sudah kunci semuanya ” ujar orang tersebut, orang tersebut pun mencoba untuk menghentikan peretassan tersebut dan mengunci semua data data yang terdapat di laptopnya, orang tersebut pun berhasil menghentikannya dan laptopnya pun kembali seperti semula
Orang tersebut pun menutup laptop tersebut dan mengatakan kepada Nindy bahwa semuanya aman, Nindy dan orang tersebut pun bisa bernafas dengan lega, karena jika semua data yang ada di laptop orang tersebut berhasil di rentas, semua yang di lakukan oleh Nindy dan orang tersebut bisa terbongkar, “ Aku akan memindahkan semua data di laptop ini ” ujar orang tersebut dan pergi ke kamarnya untuk mengambil flashdisk
Orang tersebut pun memindahkan semua datanya ke dalam flashdisk tersebut, setelah selesai orang tersebut pun berkata “ Apakah kau benar benar sudah menyingkirkan Elina sementara ini? ” tanya seseroang tersebut kepada Nindy, Nindy mengangguk yakin karena dia melihat sendiri dengan kedua matanya bahwa Elina di bawa oleh polisi, “ Di kantor polisi mana? ” tanya orang tersebut, Nindy pun mencoba untuk mengingat ngingat dimana Elina di penjara sekarang
" Apa kau yakin Nin? ” tanya orang tersebut
Nindy pun menganggukkan kepalanya yakin dengan apa yang dia katakan
“ Baiklah kita kesana sekarang ” ujar orang tersebut dan pergi ke parkiran apartement dengan diikuti oleh Nindy di belakangnya, mereka berdua pun pergi ke kantor polisi yang di sebutkan oleh Nindy dan tidak lupa orang tersebut menutupi wajahnya dengan masker dan kaca mata hitam beserta topi di kepalanya
Mereka berdua pun masuk dan bertanya kepada salah satu petugas tentang Elina tetapi sama sekali tidak ada yang tau, hingga Nindy pun menemui kepala polisi dan menanyakan tentang Elina kepadanya tetapi sama saja kepala polisi tersebut pun juga tidak tau tentang Elina, Nindy dan orang tersebut pun pergi dari kantor polisi tersebut dan masuk kedalam mobil, setelah Nindy dan orang tersebut pergi kepala polisi tersebut pun menelpon seseorang “ Apakah orang itu kesana? ” tanya seseorang di seberang sana setelah mengangkat panggilnya tersebut, “ Benar pak ” ujar kepala polisi tersebut, sedangkan di tempat Nindy dan orang tersebut, “ Apakah kau mulai bodoh Nin? ” ujar orang tersebut setelah masuk ke dalam mobil