99 Day'S

99 Day'S
Kebenaran (part 2)



Kaki  Akila rasanya seperti mati rasa, dia terjatuh terduduk tidak jauh dari tubuh kakaknya, “ Kakakkk, jangan tinggalin Kila, Kila sayang kakak ” ujarnya dengan di selingi air mata yang terus saja mengalir di pipinya, “ KAKAKKKKKK ” teriak Akila


Eliya yang mendengar cerita Akila tidak kuat membendung tangisnya akhirnya dia menangis tersedu sedu, Akila mendekati Eliya dan memeluknya “ Maafkan aku karena aku tidak bisa menyelamatkan kak Leon, maafkan aku Li, maafkan aku ” ujar Akila memeluk Eliya, “ Maafkan aku juga Akila, Aku telah salah paham padamu, maafkan aku juga kerena tidak membantumu saat kau dipukuli oleh ayahmu sendiri ” ujar Eliya, mereka berempat termasuk Nindy terkejut dengan perkataan Eliya, “ Apa maksudmu dengan di pukuli oleh ayahmu sendiri? ” tanya Elina


Setelah Leon meninggal, ibu Akila menjadi seorang pendiam sedangkan Ayahnya Akila menjadi seorang pemabuk dan sering memukuli Akila, keluarga Akila hacur setelah kakaknya meninggal, karena itu Akila memilih untuk pergi dari sekolah beserta kota tersebut tetapi takdir berkata lain Akila di serang oleh seseorang yang dia tidak kenal hingga mengakibatkan dirinya meninggal detik itu juga


“ Sudah selesai dramanya ” ujar Nindy dengan salah satu tangannya memegang pisau dan mengarahkannya ke leher anak perempuan tersebut sedangkan tangan yang satunya memegang kuat anak perempuan tersebut, “ Kakak tolong ” ujar anak perempuan tersebut dengan di selingi air mata dan ketakutan, Akila pun melepaskan pelukannya pada Eliya, “ Sudah cukup Nin, lepaskan dia ” ujar Eliya


Pada saat Akila, Elina, Nindy masih berumur 5 tahun dan Rafael, Leon, Sherly masih berusia 8 tahun mereka berlibur bersama, mereka bermain dan berjalan jalan bersama, tetapi sesuatu hal terjadi yaitu menghilangnya Nindy pada saat itu, Nindy terpisah dari semua orang dan tersesat di kota tersebut tanpa mengetahui jalan untuk pulang, semua orang yang ada disana khawatir dan mencari cari Nindy kemana pun itu, tetapi mereka sama sekali tidak menemukannya akhirnya mereka pun meminta bantuan polisi untuk mencari keberadaan Nindy


Nindy yang waktu itu tidak mengerti apapun hanya menangis saja sambil memanggil manggil Ayah dan Ibunya, hingga ada seseorang yang menghampiri Nindy dan bertanya kepada Nindy “ Nak, kenapa menangis? ”, “ Mama, Papa ” ujar Nindy dengan menangis, “ Kau terpisah dengan orang tuamu Nak ” ujar orang tersebut, Nindy hanya menganggukkan kepalanya, orang tersebut pun membantu Nindy untuk menemukan orang tuanya, sudah berhari hari mereka mencarinya tetapi tak kunjung menemukannya


Akhirnya Nindy pun di adopsi oleh orang tersebut, sementara itu mereka semua tetap mencari cari keberadaan Nindy, hingga 5 tahun kemudian mereka belum juga menemukan Nindy, di saat orang tua Nindy mencari keberadaannya, kedua orang tua Nindy mengalami kecelakan dan meninggal di tempat, Sherly yang waktu itu masih berusia 13 tahun terus saja menangis setelah kehilangan kedua orang tuanya dan juga adiknya,dia merasa sendirian di dunia ini dan dia pun di asuh oleh paman bibinya dan tinggal di Amerika