
“ Darah? ” batin Jazztin dan jazztin pun melihat ke tangannya, Jazztin benar benar tidak sadar bahwa tangannya terluka, “ Maafkan aku bi, barang belanjaan bibi jadi kotor karena darahku ” ujar Jazztin, “ Tidak apa apa, kamu ikutlah bibi ” ujar wanita paruh baya tersebut, di sebuah tempat makan kecil itulah tempat Jazztin sekarang ini, saat di sana Jazztin duduk di salah satu bangku dan bibi tersebut meletakkan belanjaannya setelah itu pergi mengambil
kotak P3K
Setelah mendapatkannya bibi tersebut menghampiri Jazztin dan duduk di sebelahnya, bibi tersebut sangat telaten membersihkan luka Jazztin, “ Bi Mirna ” ujar bibi tersebut, “ Ah ” ujar Jazztin melihat ke arah bibi tersebut dengan mengerutkan dahinya, “ Panggil saja Bi Mirna ” ujar bibi tersebut, “ Baik bi ” ujar Jazztin
“ Siapa namamu nak? ” tanya bibi tersebut dengan tangannya yang masih sibuk mengobati luka Jazztin, “ Jazztin bi ” ujar Jazztin, “ Baiklah nak Jazztin sudah selesai ” ujar bibi tersebut dengan tersenyum ke arah Jazztin, “ Terima kasih bi ” ujar Jazztin dengan senyuman di wajahnya , “ Sama sama ” ujar bibi tersebut sambil membereskan kotak P3K tersebut, bibi tersebut ingin bertanya kepada Jazztin tentang tangannya yang terluka tetapi bibi tersebut mengurungkan niatnya karena melihat raut wajah Jazztin
Bibi tersebut mengerti arti dari raut wajah Jazztin dan bibi tersebut pun berkata kepada Jazztin “ Tidak semuanya Indah pasti ada yang buruk, semua kebahagian hanya akan bertahan sementara dan akan menghilang di sertai dengan bau darah ”, Jazztin yang terkejut mendengar kata kata Bi Mirna melihat ke arahnya yang sedang merawat bunga yang berada di depan jendela tempat makan tersebut
Jazztin menangis mendengar apa yang di katakan oleh bibi tersebut, Bi Mirna yang menyadari bahwa Jazztin menangis, segera menghampirinya dan memeluknya, di pelukan Bi Mirna Jazztin menangis sekeras keras mengeluarkan semuanya yang sudah dia tahan sedari tadi “ Menangislah keluarkan semuanya ” ujar Bi Mirna dengan mengusap usap punggung Jazztin
Sementara itu Akila dan Rafael memilih untuk pulang ke apartement mereka masing masing, Rafael mengantar Akila ke apartement Jazztin setelah itu dia pulang ke apartementnya, Akila membuka pintu apartement dan masuk, Akila menghampiri kamar Jazztin, Akila berniat untuk mengetuk pintu kamarnya tetapi Akila mengurungkan niatnya, Akila pun pergi ke kamarnya dan memilih untuk bicara dengan Jazztin besok harinya, membiarkan Jazztin menyendiri untuk malam ini
Sedangkan Jazztin, setelah cukup tenang Jazztin berpamitan kepada Bi Mirna, sebenarnya Bi Mirna tidak mengizinkannya karena sudah larut malam tetapi Jazztin membujuknya dan akhirnya mau tidak mau Bi Mirna pun mengizinkannya, setelah keluar dari tempat makan tersebut Jazztin memilih untuk pergi ke SMAnya dulu, Jazztin tau bahwa sekolah itu pasti sudah di kunci tetapi Jazztin tidak kehilangan akal dia melompat pagar dan menuju ke rooftop sekolah tersebut