99 Day'S

99 Day'S
Merasa Bersalah



Akhirnya Jazztin memutuskan untuk bertanya langsung kepada Akila, dia mencari kemana keberadaan Akila, tapi dia tidak kunjung menemukannya, dia mencari ke tempat dimana Akila biasanya kunjungi tapi dia tidak bisa menemukannya dimana pun, hingga dia melihat seorang gadis yang sedang melamun sambil berjalan dia terus memastikan bahwa apa yang di lihatnya adalah Akila, orang yang dia cari, di sisi lain Akila terus saja melamun dan berjalan hingga dia tidak sadar bahwa lampu di lalu lintas sudah berwarna hijau, dia tersadarkan karna teriakan orang orang disekitarnya “ Awasssss ” teriak orang orang di sekitar Akila, Akila pun tersadar dari lamunannya dan tiba tiba BRUKKKKKK


Akila membuka matanya, dan betapa terkejutnya dia melihat Jazztin yang terbaring dengan banyak darah, Jazztin mendorong Akila dan akhirnya dia lah yang tertabrak truk tersebut, Akila segera menghampiri tubuh Jazztin dan meletakkan kepala Jazztin ke pangkuannya dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi, “ maafkan


aku Jazztin gara gara aku kamu menjadi seperti ini, aku mohon bertahan lah ” ujar Akila dengan tangisannya, “ Hmm, bukan salahmu kok, aku akan berusaha ” ujar Jazztin dengan terbata bata, dan akhirnya ambulansnya pun datang dan Jazztin pun dibawa ke rumah sakit, Akila menunggu di depan ruangan Jazztin, dan tiba tiba dia mendengar suara kedua orang tua Jazztin dari kejahuan, dengan segera dia mengeluarkan kembali sayapnya, agar dirinya tidak di lihat oleh kedua orang tuanya Jazztin.


2 jam pun berlalu akhirnya dokter pun keluar, di saat dokter keluar kedua orang tua Jazztin segera bertanya bagaimana kondisi Jazztin sekarang, dan dokter pun berkata “ Anda tidak perlu khawatir lagi, kondisi anak anda sudah stabil, anak anda sudah melewati masa kritisnya ”, setelah mendengar perkataan dokter tersebut akhirnya kedua orang tuanya Jazztin pun bisa bernafas dengan lega, Jazztin pun di pindahkan ke kamar inap, di saat ayahnya Jazztin harus pulang dan ibunya Jazztin sudah tidur di sofa samping ranjang Jazztin, dengan kesempatan tersebut Akila pun menghampiri tempat Jazztin,


Akila merasa bersalah dengan keadaan Jazztin ‘ gara gara dia Jazztin jadi seperti ini ’ pikir Akila, dia terus menangis dan terus mengatakan maaf tiba tiba saja dia merasakan ada yang sedang memegang tangannya dia pun menoleh, dan ternyata yang memegang tangannya adalah Jazztin, Akila pun semakin menangis dan terus mengatakan maaf, dia terus menangis dalam diam dan isakkannya pun di dengar oleh Jazztin, Jazztin mengangkat dagu Akila dan mengatakan “ Tidak usah minta maaf, ini bukan kesalahanmu Akila, stop nangis ok, aku tidak mau melihatmu menangis ” kata kata Jazztin mampu membuat Akila berhenti menangis,


Ibunya Jazztin pun terbangun karna ada suara seseorang yang sedang berbicara, Akila yang menyadarinya pun langsung berlari keluar kamar Jazztin dan mengeluarkan sayapnya kembali.


“ Oh, Akila kamu mau kemana, Akila ” teriak Jazztin


“ Akila tunggu ” ujar Jazztin dan mencoba ingin bangkit dari ranjangnya tapi tiba tiba


“ Awwww ” rintih Jazztin


“ Jazztin, kamu tidak apa apa kan, akan aku panggilkan dokter ” ujar ibunya


Ibunya Jazztin pun bergegas keluar kamar Jazztin dan sesampainya didepan pintu kamar ibunya pun berteriak teriak memanggil dokter


“ Dokter..., dokter..., dokter… ” teriak ibunya Jazztin


Dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan Jazztin, dokter mengatakan bahwa Jazztin belum di perbolehkan banyak bergerak