99 Day'S

99 Day'S
Kau Pikir Aku Bodoh



Nindy pun mulai mengobati luka Jazztin dengan pelan dan hati hati, tak selang beberapa lama Nindy pun selesai mengobati luka Jazztin “ Baiklah, ayo kita mulai dari awal hubungan kita ” ujar Nindy dengan tersenyum manis ke arah Jazztin, Jazztin pun membalas senyuman manis Nindy tak kalah manis, hari demi hari mereka selalu bersenang senang dan selalu saja bersama seperti perangko, Jazztin memperlakukan Nindy dengan sangat baik, hingga keributan kecil antara Nindy dan Eliya pun terjadi


“ Kau senang sekarang? ” ucap Eliya saat melihat Nindy yang baru saja masuk apartement setelah pergi dengan Jazztin, “ Sepertinya kau sangat menikmatinya ya ” tambahnya dengan tersenyum remeh, “ Apa maksudmu? ” ujar Nindy, Eliya pun mengkode Nindy untuk duduk di depannya, Nindy yang di berikan kode tersebut pun mengerti dan duduk di depan Eliya, “ Apa kita harus berhenti saja dengan semua ini? ” tanya Eliya dengan mengangkat satu alisnya, “ Karena kau sepertinya sudah bahagia dengan Jazztin ” ucap Eliya dengan kesal dan juga smirk yang ada di wajahnya


Nindy yang mendengar itu langsung tertawa dengan sangat keras, “ Kau pikir aku benar benar menerima Jazztin ” ujar Nindy yang masih saja tertawa, Eliya hanya menatapnya dengan raut wajah bingung, “ Kau pikir aku bodoh, aku tau bahwa merekalah yang mengirim Jazztin kesini dan mendekatiku tapi aku tidak tau, apa sebenarnya tujuan mereka mengirim Jazztin kemari? ” tambah Nindy, Eliya pun juga mencoba untuk berfikir kira kira tujuan mereka mengirim Jazztin kesini untuk apa, dan tak lama kemudian Eliya mendapatkan panggilan dari seseorang, Eliya segera mengangkat panggilan tersebut


“ Baiklah, terus awasi mereka ” ujar Eliya di akhir akhir telepon sebelum dia mengakhiri panggilan tersebut, Nindy yang berada di depannya pun bertanya kepada Eliya " Ada apa? Apakah ada masalah? ", bukannya menjawab Eliya malah mengajak Nindy untuk keluar bersamanya, sementara itu, Jazztin baru saja kembali setelah pergi bersama dengan Nindy, saat dia baru masuk ke dalam rumah Elina dia melihat perselisihan pendapat antara mereka bertiga, mereka bertiga selalu saja bersilisih pendapat tetapi mereka bertiga tidak pernah bertengkar dengan hebat saat pendapat mereka berbeda dari satu sama lain, mereka bertiga menyelesaikannya dengan kepala dingin


“ Ada apa? ” ujar Elina setelah panggilan tersebut tersambung, “ Ada berita buruk dan baik, yang manakah yang harus saya sampaikan terlebih dahulu ke Nona ” ujar seseorang dari telepon tersebut, “ Terserahmu ” ujar Elina, “ Baiklah ” ujar seseorang di seberang sana, sebelum seseorang tersebut menjelaskan berita baik dan buruknya Elina mengaktifkan spekernya agar Jazztin Akila dan Rafael juga bisa mendengarnya dan Elina juga tidak perlu repot repot untuk menjelaskannya nanti


“ Berita baiknya adalah kedua orang tua Nona Akila sudah kembali dan mereka juga mengadopsi seorang anak kembar laki laki dan perempuan dan juga sepertinya yang perempuan tersebut sekilas mirip dengan Nona Akila dan yang laki laki sekilas mirip dengan kakak Nona Akila” jelas seseorang tersebut menyampaikan berita baiknya, mereka berempat yang mendengar hal tersebut tersenyum bahagia, “ Berita buruknya? ” tanya Elina