
Tak lama kemudian Rafael pun datang dan menghampiri Jazztin yang duduk di atas sofa ruang kerjanya, “ Apakah kamu sudah memastikannya ” tanya Jazztin kepada Rafael, “ Kenapa aku bisa lupa sih ” batin Rafael, Rafael bingung untuk memberikan jawaban apa dari pertanyaan Jazztin, Jazztin pun bertanya sekali lagi karena Rafael sama sekali tidak menjawab apapun, “ Semuanya masih proses Tin, tidak semuanya bisa secepat yang kamu pikirkan ” ujar Rafael, raut muka Jazztin pun berubah seketika, Rafael yang mengetahui perubahan raut wajah Jazztin pun berkata “ perlahan lahan semuanya akan jelas Jazztin, bersabarlah ”, Jazztin menganggukkan kepalanya
Jazztin berpamitan kepada Rafael, Rafael pun bertanya “ Kenapa cepat sekali? ”, Jazztin pun tersenyum dan pergi dari ruangan Rafael, Jazztin menuju ke parkiran, di sana Jazztin tidak sengaja menabrak seseorang alhasil seseorang tersebut pun terjatuh, Jazztin membantu seseorang tersebut dan meminta maaf kepadanya karena sudah menabraknya, seseorang tersebut pun menganggukan kepalanya sebelum pergi meninggalkan tempat parkir tersebut, “ Sepertinya aku kenal orang itu, tapi siapa? ” batin Jazztin, “ Ah sudahlah mungkin cuman perasaan aku doang ” gumam Jazztin
Jazztin pun pergi meninggalkan kantor Rafael, sementara itu di tempat Akila, setelah masuk Akila segera mencari keberadaan seseorang yang ingin dia temui, setelah sampai di sebuah ruangan Akila melihat seseorang tersebut, Akila pun langsung berjalan ke arah orang tersebut dan memeluknya, “ Maaf ” itulah katanya yang diucapkan oleh Akila disaat dia memeluk orang tersebut, orang tersebut pun melepaskan pelukan Akila dan menggelengkan kepalanya pertanda bahwa Akila tidak salah sama sekali kenapa dia harus meminta maaf
Disisi lain di perusahaan Rafael, setelah kepergian Jazztin dari kantornya Rafael duduk di meja kerjanya dan mengerjakan berkas berkas yang sudah menumpuk di mejanya, tapi tiba tiba saja ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Rafael pun melihat ke arah pintu untuk melihat siapa yang masuk ke dalam ruangannya, “ Nindy ” ujar Rafael, Nindy pun duduk di sofa ruangan Rafael, Rafael pun menanyakan alasan Nindy datang ke kantornya, Nindy hanya bilang bahwa dia merindukan Rafael
Rafael pun tersenyum ke arah Nindy dan melanjutkan pekerjaannya, dan tiba tiba saja handphone Rafael berbunyi, Rafael berdecak kesal karena masih ada seseorang lagi yang mengganggu dia mengerjakan pekerjaan kantornya yang menggunung, Rafael pun melihat sekilas Handphonenya, setelah itu berjalan keluar ruangannya dan pergi ke arah tangga darurat, setelah sampai di tangga darurat Rafael pun mengangkat panggilan tersebut,
“ Ada apa? ” tanya Rafael
“ Setelah pekerjaanmu selesai datanglah kesini ” ujar seseorang tersebut
“ Baiklah ” ujar Rafael setelah itu mengakhiri panggilan tersebut
Rafael pun kembali ke ruangannya, sesampainya di sana Nindy bertanya kepada Rafael “ Siapa yang menelpon hingga kamu harus keluar dari ruangan ”, Rafael pun berkata bahwa yang menelponnya barusan adalah salah sambung dan dia pergi keluar bukan untuk mengangkat telpon tersebut tetapi menemui seketarisnya untuk mengambil berkas yang ada di tangan, sebelum Rafael kembali ke ruangannya, Rafael pergi ke ruangan seketarisnya dan menyuruhnya untuk memberikan berkas kepadanya apapun itu, seketaris tersebut pun mengambilkannya dan memberikannya kepada Rafael, sedangkan di tempat Jazztin dia berdiri di depan jendela ruangan kerjanya dan terus memikirkan tentang Akila, dan tiba tiba saja ada seseorang yang memanggilnya