
Setelah panggilan tersebut berakhir Akila langsung menuju ke dapur untuk memasak makan malam untuk dirinya dan Jazztin, sementara di tempat Elina
“ Bagaimana dok, keadaanya? ” tanya Elina kepada seorang dokter
“ Maafkan saya, pasien tidak bisa diselamatkan ” ujar sang dokter
Flashback On
" Apakah bapak ingat seseorang tersebut? " tanya Elina
" Seingat bapak dia tinggi, kurus, dan juga memiliki bekas luka dibagian bawah telinganya, tapi bekas luka tersebut tidak terlalu besar nyaris tidak kelihatan " jelas pak Suryana
" Dia laki laki atau perempuan pak? " tanya Elina
" Saya tidak tau nak, karena dia memakai topi, masker, dan hoodie berwana hitam pada saat itu, dan disaat itu juga lampu ditempat pertumannya juga mati " jelas pak Suryana
“ Setelah saya melakukannya saya dikirim keluar negara selama 2 tahun olehnya, selama disana setiap belun dia mengirimkan uang ke saya ” jelas pak Suryana
“ Dan ya nak, dia mengatakan kepada saya untuk menyebutnya dengan panggilan… ” ujar pak Suryana terpotong
Elina serius mendengarkan setiap kata yang diucapkan, disaat kata kata terakhir belum selesai, tiba tiba saja Dorrrr
Pak Suryana tertembak tepat di bagian dadanya, Elina yang berada tepat didepan pak Suryana terkejut, Elina segera menghampiri pak Suryana yang sudah tergeletak tidak berdaya, anak buah Elina yang mendengar suara tembakan didalam café segera masuk ke café tersebut,
“ Pak bertahanlah, kalian bawalah pak Suryana ke rumah sakit ” ujar Elina
Setelah mengatakan hal tersebut Elina segera berlari keluar café dan mengejar orang yang menembak pak Suryana, sampai ditempat yang sepi Elina menghadangnya dan berkelahi dengan seseorang tersebut, lalu orang tersebut mengeluarkan pisau dan mengayunkannya kearah Elina, hingga orang tersebut berlari kearah Elina dan pisaunya tersebut menggores tepat dibawah mata Elina, setelah berhasil melukai Elina orang tersebut berlari menjauh dari Elina
“ Bagaimana keadaan pak Suryana? ” tanya Elina kepada anak buahnya tersebut
“ Dokter belum keluar dari ruangan bu ” ujar salah satu anak buahnya
“ Bu, dibawah mata ibu terluka, sebaiknya segera diobati ” ujar salah satu anak buahnya
“ Saya antarkan bu ” tambah salah satu anak buahnya
“ Baiklah ” ujar Elina
Setelah luka Elina selesai diobati dia segera kembali, sesampainya disana Elina menunggu dokter tersebut keluar dan mengecek handphonenya ternyata ada panggilan tidak terjawab dari Akila, setelah mengetahui hal tersebut Elina segera menelpon balik Akila, setelah beberapa lama bertelponan akhirnya panggilan tersebut berakhir dan dokter pun keluar
“ Bagaimana dok, keadaanya? ” tanya Elina kepada seorang dokter
“ Maafkan saya, pasien tidak bisa diselamatkan ” ujar sang dokter
Elina yang mendengarkan hal tersebut hanya bisa menghembuskan nafasnya dan dokter
tersebut pun pergi meninggal Elina disana
Setelah pemakaman pak Suryana selesai, Elina pergi dari kota ***** dan kembali ke kota ***** dan Elina menyuruh anak buahnya untuk tetap mencari petunjuk di kota tersebut, dan jika menemukannya mereka harus segera memberitahukan ke Elina, sesampainya Elina di kota ***** dia segera pergi kekantor Jazztin
Sesampainya dikantor Elina segera keruangan Jazztin, didepan ruangan Jazztin Elina tidak mengetok pintu terlebih dahulu dan langsung masuk begitu saja
“ Buat apa lo disini ” ujar Elina