99 Day'S

99 Day'S
Marah ( part 2 )



2 jam pun berlalu Akila memutuskan untuk pergi ke kamarnya, dan Jazztin pun juga pergi kekamarnya, pagi hari pun datang, Akila sedang memasak sarapan untuk Jazztin, setelah selesai dia pun memutuskan untuk kekamarnya membersihkan dirinya, setelah selesai dia pun turun dan menuju ke ruang makan, setelah sampai dia terkejut


bahwa Jazztin sudah ada disana, " tidak biasanya dia sudah bangun " bantin Akila,


“ Selamat pagi ” ujar Akila


“ Selamat pagi juga ” ujar Jazztin


Akila pun duduk dan memakan sarapannya, Jazztin pun juga demikian, setelah selesai Akila pun membersihkan piring piring yang kotor, kemudian dia pun pergi ke kamarnya untuk bersiap siap, karna dia bosan terus dirumah akhirnya Akila memutuskan untuk pergi jalan jalan, Akila pun sudah siap, di saat dia sedang berjalan dan melewati Jazztin yang sedang asyik dengan handphonenya di ruang keluarga


“ Mau kemana? ” tanya Jazztin


“ Aku ingin pergi bersama Eliya, aku bosan dirumah ” ujar Akila


“ Aku ikut ” ujar Jazztin


“ Apa? ” kaget Akila


“ Iya, aku ikut, lagi pula aku juga bosan di rumah ” ujar Jazztin


“ Tidak tidak aku gak bolehhin kamu ikut, kamu kan masih sakit ” ujar Akila


“ Oh ayolah La, Aku ikut ya ” ujar Jazztin sambil memohon kepada Akila


“ Tidak ya tidak Jazztin ” ujar Akila


“ Aku mohon La, aku ikut ya pliss ” ujar Jazztin


“ Jangan keras kepala Jazztin ” ujar Akila membentak Jazztin


“ Oh ayolah, kenapa kamu sangat tidak ingin aku ikut?, ada yang kamu sembunyikan dariku ya? ” tanya Jazztin


“ Karna ini urusan pribadiku Jazztin, dan jikapun ada sesuatu yang aku sembunyikan, kenapa aku harus menceritakannya kepadamu, kamu bukan siapa siapa aku Jazztin ” ujar Akila


“ Kalau begitu aku ikut ya, aku mohon, aku janji tidak akan ganggu kamu bicara sama Eliya ” ujar Jazztin yang masih gigih untuk ikut dengan Akila *" *Aku memang bukan siapa siapa kamu Akila, tapi aku sayang kamu "batin Jazztin


“ Jazztin cukup, kalau aku bilang tidak ya tidak Jazztin, jangan keras kepala, kamu baru saja keluar dari rumah sakit jika kamu kenapa napa aku yang bisa dimarahi habis habisan sama ibu kamu, ngerti ” ujar Akila yang mencoba mengontrol emosinya


“ Kamu khawatir sama aku ” ujar Jazztin dengan terseyum senyum


“ Jazztin aku serius ” ujar Akila yang sekali lagi membentak Jazztin


“ Aku juga serius Akila ” ujar Jazztin


Akila yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya pun memilih untuk keluar rumah dan pergi meninggalkan Jazztin, Jazztin yang tau dirinya di tinggal oleh Akila hanya bisa cemberut sambil menatap kepergian Akila, di saat Akila yang sudah meliwati pintu Jazztin berkata " Aku mencintaimu Akila " ujar Jazztin dengan sangat pelan.


Setelah dirinya pergi dan menuju ke tempat pertemuannya dengan Eliya, selama perjalanan Akila hanya bergumam, tidak butuh waktu lama akhirnya Akila pun sampai ke tempat pertemuannya dengan Eliya, disana sudah ada Eliya yang sudah menunggu, Akila pun memanggilnya, Eliya yang mendengar namanya dipanggil dia pun meresponnya dengan melambaikan tangannya ke Akila.


“ Sudah lama menunggu? ” tanya Akila


“ Tidak, Aku juga baru juga sampai ” ujar Eliya


“ Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang? ” tanya Akila


“ Bagaimana jika kita bersenang senang sudah lama kan kita tidak bersenang senang bersama, bagaimana? ” ujar Eliya


“ Boleh juga, Ayo ” ujar Akila