
Akila tidak bisa tinggal diam menunggu dia juga bertarung melawan anak buah Rafael dan menerobos masuk kedalam rumah tersebut, setelah berhasih dia segera mencari keberadaan Elina, hingga dia berhenti di sebuah ruangan dan melihat Elina, Rafael dan Nindy di ruangan tersebut, Akila mecoba menghampiri Elina tetapi ditahan oleh anak buah Rafael yang berada di sana, Elina yang melihat Akila hanya bisa tersenyum, Akila yang melihat wajah pucat Elina sangat terkejut.
Akila terus memberontak, tapi Akila berhenti setelah Elina menggelengkan kepalanya, Akila hanya bisa menunduk menahan rasa marah dan sedihnya melihat Elina seperti itu hingga Akila melihat sebuah kaki berjalan menghampirinya
“ Br*ngs*k ” ujar Akila kepada Rafael yang sudah berada dihadapan Akila
Akila perlahan lahan mengangkat wajahnya yang basah karena air mata yang sudah tidak bisa terbendung lagi
“ Br*ngs*k kau Rafael ” ujar Akila marah dan ingin menampar Rafael tetapi Rafael menahannya dan menghempaskan tangan Akila\, kedua anak buah Rafael segera menahan tangan Akila
“ Apa maumu?” ujar Rafael
“ Elina ” ujar Akila
“ Lepaskan dia ” ujar Rafael kepada kedua anak buahnya
Setelah kedua anak buah Rafael melepaskan tangan Akila, Akila segera berjalan kearah Elina tetapi Rafael menahan tangan Akila
“ Suatu hari nanti kamu akan menyesal dengan apa yang kamu perbuat ” ujar Akila berbisik dan menepiskan tangan Rafael dengan kasar
Akila pun menghampiri Elina dan memeluknya
“ Akhirnya aku menemukanmu ” ujar Akila
Setelah itu Akila berdiri dan menghampiri Nindy, disaat Akila sudah berada didepan Nindy dia langsung menampar pipi Nindy dengan keras sehingga sudut bibirnya berdarah
PLAKKK
Rafael pun menghampiri Akila dan ingin menampar balik Akila tetapi tangan seseorang menghentikannya
“ Pengecut, jangan sakitin wanita, kalau kamu berani lawan aku sekarang ” ujar Jazztin dan menghempaskan tangan Rafael dengan kasar
Pertarungan sengit antara mereka dimulai, setelah Jazztin berhasil membuat Rafael tidak berdaya dia langsung pergi kearah Elina dan menggendongnya
“ Ayo pergi Akila ” ujar Jazztin
Di saat dia berjalan dan melewati Nindy dia menatap Nindy dengan tajam
Setelah mereka pergi Nindy menbantu Rafael berdiri dan mengobati lukanya setelah selesai dia pun langsung pergi dari situ dan menemui seseorang
“ Temui aku di tempat biasanya ” ujar Nindy saat dia menelpon seseorang
Jazztin dan Akila pun membawa Elina ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, setelah luka lukanya Elina selesai diobati, Elina meminta untuk pulang, Jazztin menolak tetapi setelah dokter mengizinkannya akhirnya Jazztin pun mengizinkannya dan mengantarkan Elina pulang
Sesampainya disana Akila memilih untuk menginap di rumah Elina dan meminta Jazztin untuk pulang ke apartement sendirian, Jazztin pun menyetujuinya dan pergi dari rumah Elina, di saat di rumah hanya ada Elina dan Akila, Akila meminta Elina untuk menceritakan segalanya, Elina pun menceritakan awal pertemuan Rafael dengan Nindy hingga sikap Rafael yang seperti ini
Akila mulai berfikir sebenarnya apa yang diinginkan oleh Nindy, kenapa dia mendekati Rafael dan juga Jazztin, sementara itu disisi lain Nindy sedang bertemu dengan seseorang di apartement yang sudah dia beli khusus untuk bertemu dengan orang tersebut
“ Arghh, kenapa jadi seperti ini? ” ujar Nindy dengan membuang barang barang yang ada di meja
Sementara orang yang di temui oleh Nindy hanya diam di sofa dan melihat Nindy yang sudah kacau
“ Lalu mau mu apa, kau ingin aku membunuhnya seperti aku membunuh orang itu ” ujarnya sambil melemparkan pisau ke sebuah foto yang ada di dinding