99 Day'S

99 Day'S
Sebenarnya



Sedangkan di tempat Nindy dan orang tersebut, “ Apakah kau mulai bodoh Nin? ” ujar orang tersebut setelah masuk ke dalam mobil, pertengkaran pun terjadi antara Nindy dengan orang tersebut “ Tidak ada gunanya kita bertengkar, lebih baik kita cari tau siapa yang mengirim semua itu ” ujar Nindy, mereka berdua pun pergi meninggalkan kantor polisi tersebut, “ Antarkan aku ke apartement Rafael ” ujar Nindy, orang tersebut pun mengantarkan Nindy ke apartement Rafael


Sesampainya di depan gedung apartement, Nindy pun turun dan orang tersebut pun pergi meninggalkan Nindy di depan gedung apartement dan pulang ke apartement Nindy, Nindy pun masuk ke apartement Rafael, di saat dia masuk ke dalam apartement dia sama sekali tidak melihat Rafael di apartement tersebut, Nindy pun menunggu


Rafael di sofa ruang keluarga


Sedangkan di tempat Rafael, setelah menyelesaikan berkas berkasnya Rafael segera pergi dari kantor dan menuju ke sesuatu tempat, Rafael pun menyembunyikan mobilnya di sesuatu tempat dan pergi berjalan ke arah termpat tersebut tujuannya adalah agar tidak ada seseorang yang mengetahui bahwa dirinya disini, sebelum masuk ke dalam tempat tersebut, Rafael melihat kanan dan kiri memastikan bahwa tidak ada yang mengikutinya ataupun melihatnya


Setelah merasakan bahwa semuanya aman Rafael pun masuk ke dalam tempat tersebut, “ Bagaimana bisa mendapatkannya? ” tanya Rafael kepada seseorang di depannya setelah sampai dan duduk di sofa, “ Elina ” tambahnya, Elina pun menunjukkan smirknya kepada sang kakak, dan tak lama kemudian Rafael mendapatkan telpon dari kepala polisi, “ Sepertinya kau berhasil Na ” ujar Rafael


“ Kau benar benar meremehkan adikmu ya Rafael ” ujar seseorang yang datang dari arah dapur dengan minuman di tangannya, Rafael pun melihat ke arah orang tersebut dan tersenyum “ Aku tidak pernah meremehkan adikku Akila ” ujar Rafael, yaps orang tersebut adalah Akila, Akila juga termasuk dalam pembuatan rencana tersebut, Akila tau bahwa rencana yang disusun oleh Rafael dan Elina gagal, akhirnya dia yang sedikit merubah rencana tersebut


“ Tadi Jazztin ke kantorku ” ujar Rafael setelah mengambil minuman yang di bawa oleh Akila, “ Apakah kau


memberitahukannya? ” tanya Akila, Rafael hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya, Elina pun menutup laptopnya dan meminum minuman yang di bawa oleh Akila, mereka pun saling bercanda gurau, Akila tersenyum melihat kembali kehangatan antara Rafael dan juga Elina, Akila sangat senang bisa melihat Rafael dan Elina tidak bertengkar kembali, Akila pun melihat jam tangan yang ada di tangan dan ternyata jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Akila pun berpamitan kepada mereka berdua bahwa dia akan pulang terlebih dahulu, “ Aku juga akan pulang, aku akan mengantarkanmu La ” ujar Rafael, Akila menganggukkan kepalanya, “ Kami pergi dulu Na ” ujar Rafael dan juga Akila, setelah mengantarkan Akila Rafael pergi ke apartementnya, “ Nindy kau disini ” ujar Rafael setelah dia membuka pintu apartementanya