
Elina pun diseret dibawa kekamar tetapi Elina terus saja memberontak, Rafael yang melihat Elina melawan langsung menghampirinya dan menamparnya dengan cukup keras
“ Jangan melawan aku tidak suka, mengerti ” ujar Rafael
Elina pun dibawa kekamar dan mengurungnya disana
Akila dan Jazztin terus mencari cari keberadaan Elina, mereka mencari dirumah Elina tapi sama sekali tidak menemukannya disana dan pembatu disana juga tidak tau keberadaan Elina, anak buah Elina pun turut membantu Akila dan Jazztin untuk menemukan Elina, mereka bertanya tanya kepada orang yang berlalu lalang dijalan hingga
dering handphone Akila memberhentikan aktivitasnya, Akila melihat siapa yang menelponnya
Dan betapa terkejutnya dia melihat nama yang tertera di handphonenya, Akila langsung mengangkatnya tanpa pikir panjang
“ Lin, kamu dimana?, kamu tidak apa apa kan? ” tanya Akila setelah menerima panggilan tersebut
“ Aku di… ” ujar Elina terpotong karena tiba tiba saja Rafael merampas handphone Elina
“ Kak balikin handphone Elin ” ujar Elina dari sebrang sana
Rafael mengakhirri panggilan tersebut dan langsung pergi begitu saja dari kamar Elina dan kembali mengunci pintu kamar tersebut
“ El, Elina ” ujar Akila sedikit berteriak
“ Ada apa? ” ujar Jazztin menghampiri Akila
“ Elina menghubungiku, tapi tiba tiba saja Rafael datang dan merampas Handphonenya, aku belum sempat mengetahui dimana Rafael membawa Elina ” ujar Akila
Mereka pun memilih ke café terdekat dan membicarakannya disana, dan berpikir bagaimana cara mereka bisa mengetahui keberadaan Elina, mereka sudah berkeliling kota tapi masih belum bisa menemukannya, Jazztin pun mengajak Akila ke tempat anak buahnya Elina
Sesampainya disana, Jazztin berbicara kepada salah satu dari mereka
“ Kalian sudah menemukannya ” tanya Jazztin
“ Kami belum menemukannya pak ” ujar salah satu anak buah tersebut
“ Saya bisa, apakah bapak ingin saya melacak keberadaan bu Elina?, saya sudah melakukannya tapi tidak berhasil, sepertinya GPS di handphone bu Elina dimatikan ” ujar salah satu anak buah
“ Lakukanlah lagi, tadi Elina menghubungi kami, mungkin saja dia menghidupkan GPSnya ” ujar Jazztin
“ Baiklah saya lakukan ” ujar anak buah tersebut
Sementara itu salah satu anak buah Rafael membuka pintu kamar Elina dan menyuruhnya untuk bersiap siap setelah itu turun dan makan bersama dengan Rafael, Elina hanya mengangguk dan bersiap siap setelah itu turun dan menemui Rafael dimeja makan, sesampainya di meja makan Elina melihat Nindy disana
Elina memutuskan untuk kembali kekamarnya setelah melihat Nindy, tapi suara Rafaek menghentikannya
“ Kemana? ” tanya Rafael
“ Aku tidak lapar ” ujar Elina
“ Aku tau kamu lapar Elin, sini duduk disampingku, kita makan bersama sama ” ujar Nindy berpura pura baik dihadapan Rafael
“ Tidak usah berpura pura baik dihadapan kakak ” ujar Elina
“ Elina ” teriak Rafael
“ Kenapa? Memang benarkan dia hanya kelihatan baik dihadapan kakak dan dibelakang kakak dia bermain dengan pria lain, mana mungkin aku membiarkan dia untuk bersama dengan kakak, aku tidak ingin kakak tersakiti karena dia, aku tidak ingin kakak bersedih ” ujar Elina
“ Dan gara gara dia kakak berubah menjadi seseorang yang kasar, Rafael yang Elin kenal adalah seseorang yang sangat baik, bukan seperti ini ” tambah Elina
Elina menghampiri Nindy dan berkata
" Kau puas sekarang, kau sudah berhasil menghancurkan keluarga kami dan merubah sikap kakakku "
“ SEKARANG PERGILAH DARI SINI J*L*ANG SIALAN ” ujar Elina membentak Nindy
PLAKKKKK