
“ Saat pertama kali aku melihat Akila, rasanya aku pernah bertemu Akila sebelumnya tetapi dimana aku tidak bisa mengingatnya, aku juga merasakannya hal yang sama saat melihat Eliya untuk pertama kalinya ” ujar Elina, mereka bertiga bertambah bingung dengan ucapan Elina, dan mereka berempat pun memutuskan untuk membuka album tersebut dan membaca buku diari tersebut, mereka bersama sama melihat album foto terlebih dahulu, “ Bukankah ini kamu Lin? ” ujar Rafael setelah dia melihat sebuah foto di album tersebut, Elina mengambil foto tersebut dari tempatnya dan Elina memperhatikan foto tersebut dari jarak dekat
“ Ada tulisan di baliknya ” ujar Akila yang berda di depan Elina, Elina pun membalik foto tersebut dan membaca tulisan yang tertulis di balik foto tersebut, “ Nindy, Sherly, Akila, Elina, Rafael, Brian. Saat kita besar nanti kita harus bertemu ya, jangan pernah melupakan semua kenangan kita bersama ” ujar Elina membacakan tulisan tersebut, “ Kalian semua teman masa kecil? ” tanya Jazztin kepada mereka bertiga, “ Aku tidak begitu mengingatnya, aku hanya ingat bahwa pada waktu kecil dulu aku pernah punya beberapa teman dekat tapi aku lupa semua namanya ” jelas Elina, “ Aku juga tidak begitu mengingatnya juga ” sahut Rafael, mereka bertiga pun secara bersamaan menatap Akila
Akila menggelengkan kepalanya dan berkata “ Aku sama sekali tidak mengingatnya ”, dan mereka pun fokus kembali untuk melihat foto foto di album tersebut, dan di saat bagian terakhirnya mereka berempat di kejutkan dengan foto Akila dan Jazztin yang bersama pada waktu kecil dulu, “ Bagaimana kau bisa mengenal Akila? ” tanya Rafael, “ Aku tidak tau, saingatku dulu aku pernah menolong seorang gadis kecil yang tersesat di hutan, aku mengantarnya kembali ke orang tuanya, saat aku ingin pulang kedua orang tua gadis itu memintaku untuk bersanding dengan gadis kecil dan memfotoku ” jelas Jazztin
“ Apa yang akan kau lakukan selanjutnya? ” tanya Nindy, Eliya pun menjawab “ Aku akan bertemu dengan Akila sekarang ” dan Eliya pun mengambil handphonenya untuk menghubungi Akila dan memintanya untuk bertemu, Akila pun setuju untuk bertemu dengan Eliya, setelah Eliya tau bahwa Akila menyetujui untuk bertemu, Eliya langsung bergegas pergi ke tempat pertemuan tersebut, sesampainya di sana seperti biasa mereka berdua mengobrol, sementara itu setelah kepergian Akila yang bertemu dengan Eliya, Elina Rafael dan juga Jazztin melanjutkan membaca buku diari tersebut yang sempat tertunda, mereka sangat terkejut dengan semua kalimat di buku tersebut, dan seketika Jazztin mengingat percakapannya dengan Michel di alam bawah sadarnya
Michel pun bertanya “ Sekarang, apa yang kau inginkan dariku? ”, Jazztin pun mulai menatap Michel dengan sangat serius, “ Masa lalu Akila ” ujar Jazztin, “ Hah ” jawab Michel yang bingung dengan perkataan Jazztin, Jazztin pun berkata “ Kau selalu berada di sisi Akila setelah dia lahir, jadi kau pasti tau semua masa lalu Akila, beri tau aku semua masa lalu Akila ”, Michel pun berkata dengan sangat lirih namun masih bisa di dengar oleh Jazztin