99 Day'S

99 Day'S
Kebenaran



“ Aku merebut seseorang yang kau sayangi? Apa maksudmu? ” tanya Akila, “ Kau benar benar melupakannya Akila ” ujar Eliya, “ Hah ” Akila dibuat semakin bingung oleh Eliya, “ Sampai kapanpun, seharusnya kau terus mengingatnya Akila ” ujar Eliya dengan sedikit membentak, “ Apa kau ingat tempat ini Akila? ” tanya Eliya, Akila pun mencoba untuk mengingat tempat ini sebelumnya tetapi dia benar benar tidak mengingat apapun tentang tempat ini


“ Sepertinya kau benar benar melupakannya Akila ” ujar Eliya dengan tersenyum miris, “ Jika kau tidak menjelaskannya bagaimana Akila bisa mengerti bodoh ” ujar Rafael, " Otak kau di manasih " tambah Rafael dengan sangat geram, “ Kau merebut Leon dariku Akila ” ujar Eliya, “ Kakak ” gumam akila, “ Kau ingat, Kak Leon ke sini ke tempat saat kau di ganggu oleh orang orang bejat, di saat kak Leon bertarung dengan orang orang itu kau malah mendorongnya hingga dia jatuh dari gedung ” jelas Eliya di selingi dengan air mata di pipinya, seketika semua ingatan Akila kembali, Akila bisa mengingat semua yang terjadi kepada dirinya


“ Jika saja kak Leon tidak pergi mencarimu waktu itu, kak Leon pasti masih berada di dunia ini, tetapi gara gara kau… ” ujar Eliya, “ Akila sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu, tidak akan pernah ” tambah Eliya, Akila mencoba untuk mendekati Eliya dengan berkata “ Liya dengarkan, penjelasanku dulu ”, “ Apa yang perlu di jelaskan hah? Semuanya sudah jelas, aku melihat semuanya dengan kedua mataku sendiri, aku berada di bawah gedung ini pada waktu itu ” ujar Eliya


Pada waktu itu Akila sedang berjalan pulang dari pertemuannya dengan teman temannya, saat di perjalanan Akila bertemu dengan orang orang bejat yang ingin melecehkannya, Akila terus saja berlari hingga dia tidak sadar bahwa dia berlari ke atap sebuah gedung, sementara kakaknya yang berada di tempat Eliya khawatir karena Akila belum mengabarinya bahwa dia sudah sampai di rumah karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam


Akila menghentikannya dengan memegang tangan orang tersebut, orang tersebut pun mendorong Akila hingga dia tidak sengaja menubruk kakaknya dan Akila hampir saja terjatuh dari gedung tersebut jika saja kakaknya tidak cekatan memegang tangan Akila “ Bertahanlah La ” ujar Leon, “ Kak aku tidak kuat lagi ” ujar Akila, Leon mencoba untuk mengangkat Akila tetapi orang orang tersebut bangkit dan memukuli Leon


Walaupun Leon di pukuli oleh orang orang tersebut, Leon tidak melepaskan tangan Akila dia terus saja mengenggamnya dengan kuat hingga dengan sekuat tenanganya Leon menarik Akila kembali naik tetapi malah dirinya yang terjatuh, “ KAKAKKKKK ” teriak Akila, setelah itu polisi pun datang dan menangkap orang orang tersebut sedangkan Akila segera berlari turun dan menghampiri kakaknya yang terbaring di tanah dengan bersimbah darah


Kaki Akila rasanya seperti mati rasa, dia terjatuh terduduk tidak jauh dari tubuh kakaknya, “ Kakakkk, jangan tinggalin Kila, Kila sayang kakak ” ujarnya dengan di selingi air mata yang terus saja mengalir di pipinya