
Anak buah tersebut berkata “ Baik nona ”, setelah mengatakan hal tersebut anak buah tersebut pun pergi melaksanakan tugas yang di berikan oleh Elina, “ Kau sudah banyak melangkah sekarang beristirahatlah ” ujar Rafael yang baru saja datang, “ Aku tidak bisa beristirahat di tengah jalan ” jawab Elina, dan tiba tiba saja ada seseorang yang menelponnya, Elina melihat sekilas handphonenya sebelum mengambilnya, setelah mengambilnya Elina mengangkat panggilan tersebut, di saat dia mendengarkan seseorang yang berbicara di seberang sana Elina terkejut, dan berteriak “ Arghhhh, ini yang aku takutkan ”
Rafael yang berada di samping Elina terkejut mendengar teriakkan Elina, Elina mengakhiri panggilan tersebut dan memanggil seluruh anak buahnya, beberapa jam yang lalu, setelah Akila selesai menyelesaikan aktivitasnya, dia memutuskan untuk memanggil Jazztin untuk makan, Akila menghampiri kamarnya, sesampainya di depan kamar Jazztin, Akila mengetuk pintu kamarnya dan terus memanggil nama Jazztin, tetapi tidak ada respon sama sekali
Akila pun mencoba untuk membuka pintu kamar Jazztin, tetapi tidak bisa karena terkunci, Akila yang mulai khawatir pun menggedor gedor pintu kamar tersebut, setelah lama menggedor gedor tetapi hasilnya tetap sama, Akila pun mencoba mencari kunci cadangan kamar Jazztin yang di letakkan Jazztin di tempat kerjanya, setelah cukup lama mencarinya akhirnya Akila menemukannya, Akila segera bergegas ke kamar Jazztin dan membuka pintu kamarnya
Setelah terbuka Akila masuk ke dalam kamar Jazztin, Akila meraba raba saklar lampu karena kamarnya sangat gelap, setelah menemukannya Akila menekan saklar tersebut dan lampu pun menyala, Akila terkejut melihat kamar Jazztin, beberapa barang Jazztin berantakan, tetapi Akila sama sekali tidak menemukan Jazztin di sana, Akila pun mencari di kamar mandi yang berada di dalam kamar tersebut tetapi sama sekali tidak menemukan keberadaan Jazztin
Akila pun mengambil handphonenya dan menelpon Jazztin tetapi sama sekali tidak di angkat oleh Jazztin, Akila pun terus mencoba berulang ulang kali tetapi sama saja, Jazztin tidak mengangkat panggilan tersebut, Akila pun memutuskan untuk mencari ke seluruh gedung apartement namun sama sekali tidak menemukannya, dia pun mengambil handphonenya di saku celana dan menekan nomor seseorang di handphonenya
Setelah panggilan tersebut berakhir Akila mencoba kembali untuk menghubungi Jazztin tapi sama sekali tidak di angkat oleh Jazztin, Akila pun berulang ulang kali mengirimkan pesan ke Jazztin tapi sama sekali tidak di balas oleh Jazztin, Akila pun memasukkan kembali handphonenya ke sakunya dan berjalan ke arah tempat yang sepi, setelah merasa tidak ada yang melihatnya Akila mengeluarkan sayapnya dan terbang mencari keberadaan Jazztin dari atas
Sementara itu seluruh anak buah Elina dan Rafael pun datang ke tempat Elina, setelah semuanya berkumpul Elina berkata “ Cepat cari Jazztin, dan bawa dia kesini tanpa paksaan dan kekerasan, jika kalian sampai melakukan kekerasan, trima akibatnya dariku ” dengan sorot mata tajam, semua anak buah pun berkata secara bersamaan “ Baik nona ” setelah mengatakan hal tersebut seluruh anak buah pergi mencari keberadaan Jazztin
“ Kau di mana Jazztin? ” gumam Elina dengan tubuhnya yang terjatuh di sofa