99 Day'S

99 Day'S
Ohh, kamu



Akila dan Jazztin pun selesai makan, Akila pun membersihkannya dan selang beberapa menit setelah Akila selesai membersihkannya ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Jazztin, dan Jazztin mengizinkannya masuk


Tok tok tok


“ Masuk ” ujar Jazztin


“ Maaf pak mengganggu anda, ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani ” ujar Elina


“ Ohh, mana sini biar aku tanda tangani ” ujar Jazztin


Sementara itu Akila terus memandangi wajah Elina, " sepertinya aku kenal dengan orang ini tapi kenal dimana ya? " batin Akila, setelah berfikir akhirnya Akila tau bahwa orang ini


“ Ohh, maaf bukannya kamu orang yang ada dicafe waktu itu ” ujar Akila


“ Ohh, kamu ” ujar Elina


“ Maafkan aku waktu itu, aku benar benar tidak sengaja menabrakmu dan menumpahkan kopinya kebajumu ” ujar Akila meminta maaf


“ Sudahlah masa lalu jangan diungkit ungkit lagi biarkanlah berlalu ” ujar Elina


“ Elina, nama aku Elina ” ujar Elina sambil menjulurkan tangannya


“ Akila ” menerima uluran tangan Elina


“ Semoga bisa berteman dengan baik ” ujar Elina dengan tersenyum


“ Iya ” ujar Akila sambil membalas senyuman Elina


Jazztin yang bingung apa yang terjadi di antara mereka, Jazztin pun menanyakan kepada Akila dan Elina apa yang sebenarnya terjadi


“ Tunggu tunggu kalian saling kenal ” ujar Jazztin yang nampak bingung dengan keadaan


“ Iya ” jawab Elina dan Akila bersamaan


“ Kok bisa? ” tanya Jazztin


“ Ya bisalah ” ujar Elina dengan sedikit terkekeh dan Akila juga


“ Udahlah, udah kan menandatanganinya, kalau begitu aku balik keruanganku dulu ya ” tambah Elina


“ Iya, ada apa? ” ujar Elina dan berbalik badan menghadap Jazztin


“ Kamu udah makan siang apa belum ” tanya Jazztin


“ Udah kok, tadi sama karyawan yang lain ” ujar Elina


“ Baiklah kalau begitu ” ujar Jazztin


Setelah mendengar jawaban Jazztin Elina mendekat ke arah Jazztin dan membisikkannya sesuatu “ Yakkkkk, Elina ” ujar Jazztin kesal dengan Elina


Sementara Elina, dia lari setelah membisikkan sesuatu ke Jazztin, Akila yang melihat tingkah laku keduanya hanya bisa terkekah dan bingung, Akila bingun sebenarnya ada hubungan apa diantara Elina dan Jazztin


“ Jazztin, jadi sekretarismu itu Elina ” ujar Akila


“ Iya ” jawaban Jazztin


“ Kelihatanya kalian bukan hanya sekedar bos dan sekretaris deh, kamu punya hubungan sepesial dengan Elina ya ” goda Akila


“ Dia orang yang sangat berharga buat aku ” ujar Jazztin


“ Hah? ” Akila yang tidak paham dengan yang dikatakan oleh Jazztin


“ Iya, aku mengenalnya saat aku kuliah di Amerika, dulunya awal aku ketemu dia, dia itu bener bener orang yang sangat sangat menyebalkan tapi setelah mengenalnya lebih jauh lagi dia itu orangnya bener bener baik dan perhatian, selama aku disana dan saat aku ada masalah dia selalu bantu aku nyelesaiin masalahku, tapi saat baru saja lulus kuliah dia langsung pergi ke Australia dan dia sama sekali tidak mengabariku sama sekali dan ya kita hilang kontak selama 1 tahun, sekarang dia sudah kembali ” jelas Jazztin


“ Hah, seorang Jazztin mempunyai seorang teman perempuan, aku benar benar tidak percaya, seorang Jazztin yang sangat dingin sedingin es bisa sehangat itu dengan Elina ” ujar Akila meremehkan Jazztin


“ Yakk, kau mengejekku ya ” ujar jazztin


“ Siapa juga yang mengejekmu, kan memang kenyataannya seperti itu, kamu lupa saat SMA kamu dingin sekali, baru kali ini aku lihat kamu sebegitu hangatnya sama seorang cewek ” ujar Akila


“ Ya itukan dulu ” ujar Jazztin


“ Dulu apanya, kamu juga masih dingin sama cewek ” ujar Akila


“ Udahlah, kenapa malah membahas sesuatu yang sangat tidak penting begini ” ujar Jazztin


" Sepertinya Elina orang sangat baik " batin Akila