
Setelah itu pun Akila menuju ke kamar yang satunya, dia mencoba menenangkan pikirannya, hingga Handphonenya berbunyi membuat ketenangannya terganggu, dan ternyata yang menghubunginya adalah Eliya sahabatnya, dia mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan Akila karna ada yang ingin dia beritahukan kepada Akila, Akila pun menyetujuinya, dan akan menemuinya
Pagi pun datang Akila bersiap siap menemui Eliya di tempat yang mereka janjikan yaitu taman kesukaan Akila, di sana dia menunggu kedatangan Eliya, setelah beberapa menit menunggu akhirnya Eliya pun datang, dan Eliya pun mengatakan apa yang ingin dia katakan.
“ Ada hal penting apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku? ” tanya Akila
“ Aku menemukan fakta bahwa Ayahnya Jazztin sekerang telah mengambil alih semua perusahaan milik ayahmu dulu, dan soal kematian kakakmu juga ada hal yang aneh seperti kematianmu dulu, aku mempunyai buktinya ini dia ” jelas Eliya
Akila pun melihat bukti yang dimaksud oleh Eliya, setelah melihatnya Akila benar benar terkejut, Eliya membawakan bukti bahwa soal perusahan ayahnya yang bangkrut itu semuanya salah, dan kontrak kerja sama dengan Ayahnya Jazztin yang mengatakan bahwa semua aset perusahaan milik ayahnya jatuh ke tangan ayahnya Jazztin, dan juga kematian kakaknya Akila bukan karna kecelakaan mobil tetapi karena di tusuk orang.
“ Bagaimana mungkin? ” ujar Akila
“ Aku juga terkejut melihatnya ” ujar Eliya
“ Hmmm, aku tau makasih Eliya sudah melakukan semuanya demi diriku ” ujar Akila
“ Tidak apa apa, ini semua ku lakukan denmi sahabatku ini ” ujar Eliya dengan terseyum
Setelah itu Akila pun memutuskan untuk pergi dari taman tersebut, setelah Akila pergi Eliya menyeringai dan setelah Akila cukup jauh Eliya pun pergi dari situ juga, sesampainya di apartementnya Jazztin dia terkejut melihat Jazztin yang duduk dengan tatapan marahnya, Akila pun memberanikan diri untuk berbicara, dan Jazztin pun juga mulai berbicara dengan Akila, Jazztin pun bertanya ke Akila kemana dia pergi Akila pun menjawabnya bahwa dia baru saja bertemu dengan Eliya, Jazztin yang mendengar apa yang dikatakan Akila langsung menatap intens Akila,
Akila yang tau bahwa Jazztin tidak akan percaya padanya pun langsung mengalihkan pembicaraannya, Akila berkata “ Akan aku buatkan sarapan ”, Jazztin mendengarnya tetapi dia tidak menjawabnya sama sekali.
Akila tau Jazztin tidak menjawabnya dan Akila pergi ke dapur untuk membuat sarapan, setelah selesai dia pun memanggil Jazztin untuk sarapan, tetapi Jazztin tidak menjawabnya sama sekali dan Akila pun menghampiri Jazztin di ruang keluarga. “ Kau masih marah denganku karna pergi tanpa izin ” ujar Akila, tetapi Jazztin sama sekali tidak menjawab Akila dan terus sibuk dengan Handphonenya, Akila yang mulai geram dengan apa yang dilakukan oleh jazztin, dia pun merampas paksa hanphone yang di pegang Jazztin. “ Jawab aku Jazztin ” ujar Akila
Jazztin memutar bola matanya malas, dia tetap tidak menjawab pertanyaan Akila dan memilih untuk pergi ke ruang makan, memakan sarapan yang sudah Akila siapkan untuk dirinya, Akila yang mengetahui pertanyaan dari dirinya tidak di respon oleh Jazztin, Akila menjadi lebih geram, Akila memilih untuk pergi kekamarnya, Jazztin menyadari bahwa Akila tidak menyusulnya ke ruang makan pun mulai mencari cari kemana Akila berada, manik matanya menemukan seseorang yang dia cari sekarang.