99 Day'S

99 Day'S
Nindy adalah Sherly dan Eliya adalah Nindy



kedua orang tua Nindy mengalami kecelakan dan meninggal di tempat, Sherly yang waktu itu masih berusia 13 tahun terus saja menangis setelah kehilangan kedua orang tuanya dan juga adiknya, dia merasa sendirian di dunia ini dan dia pun di asuh oleh paman bibinya dan tinggal di Amerika, “ Adikmu ada di sini Sherly, adikmu ada di sampingmu selama ini ” ujar Elina, “ Sherly? ” ujar Jazztin dengan bingung, “ Namanya adalah Sherly bukan Nindy, Nindy adalah nama adiknya, dia menggunakan nama adiknya agar kedua orang tuaku dan juga kedua orang tua Akila bisa terus mengingat kejadian yang menimpa keluarganya selama ini, benarkan Ly ” jelas Elina


“ Kau mengingatnya Elina ” ujar Sherly, “ Aku tidak mengingatnya tetapi semua itu tertulis dalam buku diari ayahku ” ujar Elina, “ Jika saja kedua orang tua kalian tidak membiarkan adikku pergi sendirian, dia pasti tidak akan menghilang sampai sekarang ini ” teriak Sherly, setelah mengatakan hal tersebut tiba tiba saja polisi datang bersama dengan kedua orang tua Akila dan mengepung Sherly, “ Akila? ” ujar kedua orang tua Akila saat melihat Akila di sana, Akila yang melihat kedua orang tuanya di sana pun menampilkan senyum manisnya ke arah kedua


orang tuanya


“ Aku mohon lepaskan putriku, dia tidak salah sama sekali, dia tidak mengetahui apapun, tolong lepaskan putriku ” ujar Ayah Akila, “ Lalu bagaimana dengan adikku yang menghilang selama ini orang tua bangka sialan ” ujar Sherly, “ Nak tante minta maaf karena tidak bisa menjaga adikmu pada saat itu, maafkan tante nak, dan kami juga minta maaf karena tidak bisa menghentikan ayah dan ibumu ” ujar ibunya Akila, “ Apa maksudmu? ” tanya Sherly, “ Ayah dan ibumu sangat frustasi karena kehilangan Nindy waktu itu, mereka berdua selalu saja mencoba untuk membunuh diri mereka sendiri karena mereka merasa tidak becus sebagai seorang orang tua, kami selalu mencegahnya tetapi pada waktu itu kami tidak berhasil untuk mencegahnya, maafkan kami nak ” jelas ayah Akila


Seketika Sherly menjatuhkan pisaunya dan berjalan menuju ke arah Eliya dan memeluknya dengan sangat erat, “ Kenapa kau tidak bilang dari dulu Nin? aku mencarimu kemana mana, tetapi aku tak kunjung menemukanmu, rasanya kakak ingin menyerah saat tidak berhasil menemukanmu ” ujar Sherly sambil memeluk adiknya, “ Aku tidak berani mengatakannya kak, maafkan aku ” ujar Nindy, Sherly pun melepaskan pelukannya, setelah itu salah satu polisi menghampiri Sherly dan Nindy untuk memborgol tangan mereka, “ Tangkap juga Tuan Adhinatha, dan buktinya sudah aku serahkan kepada atasan kalian ” ujar Elina


“ Tunggu tunggu kenapa ayahku? ” tanya Jazztin, “ Orang bejat yang menganggu Akila waktu itu adalah orang orang ayahmu, dan ayahmu lah yang menyuruh mereka untuk melecehkan Akila agar ayahmu bisa mendapatkan semua saham dari ayah Akila ” jelas Elina, Jazztin yang mendengar penjelasan Elina pun terkejut, dia tidak menyangka bahwa ayahnya akan melakukan hal sekeji itu