
Setelah Nindy pergi Jazztin lagi lagi termenung dan belum percaya dengan apa yang dia lihat dan dengarkan dari Nindy, dan tiba tiba saja ada seseorang yang berbicara kepadanya, “ Kau kenapa Tin? ” tanya seseorang tersebut, Jazztin yang mendengar suara seseorang pun mengangkat wajahnya dan melihat siapa seseorang tersebut “ Rafael ” ujar Jazztin, Rafael pun duduk di hadapan Jazztin, pada hari itu setelah Rafael dan Elina berbaikan, Jazztin pun mulai untuk terbiasa dengan Rafael, Rafael bertanya kepada Jazztin sekali lagi, Jazztin pun menceritakan segelanya kepada kakaknya Elina tersebut
Rafael terkejut dengan apa yang di dengarnya dari Jazztin, Rafael tidak percaya bahwa Akila sudah tidak ada tetapi bukti bukti yang di tunjukkan oleh Nindy seperti kenyataan, “ Aku akan menyuruh anak buahku untuk mencari tau soal ini, kamu tenang saja ” ujar Rafael, Jazztin yang mendengarnya pun menganggukkan kepalanya
Sementara itu, Elina Akila dan Eliya membaca satu per satu berkas berkas tersebut tetapi mereka sama sekali tidak menemukan apapun, mereka pun pergi dari rumah sakit tersebut dan ke café terdekat, mereka bertiga bingung bagaimana bisa berkas tentang Akila sama sekali tidak ada, hari pun mulai gelap mereka bertiga pun pulang ke rumah mereka masing masing, Elina meminta Akila untuk pulang ke apartement Jazztin duluan karena dia ingin pergi ke sesuatu tempat, Akila pun mengiyakannya dia pun pulang ke apartementnya Jazztin
Disisi lain, di apartemen Nindy, dia sedang meneguk sebuah minuman di tangannya dengan menatap ke arah luar melalui jendela, dan tak selang beberapa lama ada seseorang yang membunyikan bel apartementnya, Nindy pun membukakan pintu tersebut, Nindy tersenyum setelah melihat siapa yang datang, “ Bagaimana? ” tanya Nindy, seseorang tersebut pun masuk ke dalam apartement Nindy dan duduk di sofa salah satu ruangan
“ Lo pikir gw siapa ” ujar orang tersebut
“ Kau benar benar meremehkanku Nindy ” ujar orang tersebut
Di pagi harinya, di perusahaan Rafael, Rafael sibuk dengan berkas berkas yang menumpuk di meja kerjanya, tiba tiba saja ada seseorang yang datang ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Rafael pun melihat siapa yang berani masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan ternyata orang tersebut adalah Nindy, Nindy pun mendekati Rafael dan memeluknya, Rafael yang melihat perlakuan Nindy pun terkejut tetapi Rafael mencoba untuk menyembunyikannya
Rafael pun menyuruh Nindy untuk duduk di sofa dan Rafael menanyai Nindy kenapa dia datang ke perusahaan, Nindy pun membicarakan seuatu dengan Rafael, Rafael pun tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Nindy, tetapi Nindy terus mencoba untuk meyakinkan Rafael bahwa Elina telah membunuh adiknya beberapa tahun yang lalu dan yang selama ini pembunuhnya dicari cari oleh Rafael, Nindy pun memberikan bukti kepada Rafael
Dan tiba tiba saja ada seseorang yang masuk ke ruangan, orang tersebut adalah Elina, Rafael yang mengetahui bahwa Elina masuk ke ruangannya segera menghampirinya dan mencengkram tangan Elina dengan kuat dan bertanya kepada Elina apakah benar dialah yang membunuh adik Nindy, Elina bngung dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya, Elina pun menatap Nindy dengan tatapan amarah, Elina menundukkan kepalanya sekilas “ Kau benar benar hebat Nin, kau bisa membuat kakak beradik yang berdamai bertengkar kembali ” ujar Elina dengan mengangkat wajahnya dan menunjukkan smirknya kearah Nindy