
Mereka berdua pun pergi dari ruangan tersebut
“ Elina, kamu tidak apa apa? ” tanya Jazztin
" Aku tidak apa apa " ujar Elina menghadap Jazztin
“ Elina, ini kenapa? Kenapa sampai terluka seperti ini?, Siapa yang melukaimu? katakanlah biarku urus orang itu karena sudah berani melukaimu ” tanya Jazztin khawatir
" Hahaha " tawa Elina
“ Tenanglah tidak ada yang menyakitiku, aku tidak segaja terjatuh lalu tergores sidikit tidak terlalu parah juga jangan khawatir ” ujar Elina
“ Bagaimana dengan pekerjaan kantor selama aku tidak ada? ” tanya Elina
“ Sudah aku bereskan semuanya ” ujar Jazztin
“ Baiklah, aku akan keruanganku ” ujar Elina
Seperti biasa diruangannya Elina segera merapikan jadwal Jazztin untuk besok dan setelah selesai merapikannya, Elina menelpon Akila dan memintanya untuk menemuinya dicafe tempat biasanya mereka bertemu, Elina pun menuju keruangan Jazztin untuk memberikannya jadwal yang sudah dia siapkan dan meminta izin untuk pulang lebih awal
Jazztin pun mengizinkannya karna dia tau Elina akan segera kekantor setelah dia sampai dan sama sekali tidak beristirahat, Jazztin dapat mengetahuinya kerena dia sudah mengenal Elina cukup lama dan memang kebiasaan Elina yang seperti itu sejak dulu, Elina sama sekali tidak akan beristirahat jika dia belum memastikan bahwa tidak terjadi apa apa dengan kantor selama dia tidak ada, setelah mendapatkan izin dari Jazztin Elina segera pergi kecafe tempat pertemuannya dengan Akila
Sementara Akila, setelah mengakhiri panggilannya dengan Elina dia segera menyelesaikan rutinitasnya, tak lama kemudian Akila pun selesai dengan kegiatannya dan segera bersiap siap untuk menemui Elina, sesampainya dicafe, mata Akila terus mencari keberadaan Elina, setelah menemukannya dia segera menghampirinya
Disaat berada didepannya Akila dibuat terkejut dengan luka yang ada di bawah mata kanan Elina
“ Maaf, apakah kau sudah menunggu lama? ” tanya Akila
“ Tidak juga, aku juga baru saja sampai ” ujar Elina mengangkat wajahnya dan melihat Akila yang berada di depannya
“ Ohh Elina, ini kenapa? Kenapa bisa sampai terluka seperti ini? ” tanya Akila penasaran dengan yang sebenarnya terjadi
“ Elina ” ujar Akila
“ Aku tau kamu berbohong ” tambah Akila
“ Aku mohon, jangan pernah ada yang kamu tutup tutupi dariku El ” tambah Akila lagi
Elina pun menceritakan segalanya kepada Akila
“ Syukurlah kamu tidak apa apa ” ujar Akila
“ Maafkan aku ” ujar Elina merasa bersalah dengan Akila karena dia belum bisa menemukan apapun di sana dan dia juga sudah kehilangan satu satunya orang yang tau siapa yang sudah menghancurkan hidup dan keluarga Akila
“ Tidak apa apa, yang paling penting adalah keselamanmu ” ujar Akila
Elina hanya menanggapinya dengan tersenyum, mereka pun melanjutkan obrolan mereka dan tiba tiba saja ada seseorang yang menarik tangan Elina dengan kasar, Akila yang berada di depan Elina terkejut dengan apa yang terjadi, sementara Elina hanya meringis kesakitan karena orang tersebut mencengkramnya terlalu kuat, di saat Elina mengangkat wajahnya untuk melihat siapa orang tersebut
Dia terkejut mendapati kakaknya yang menatapnya dengan amarahnya
“ Kakak ” ujar Elina terkejut
Kakaknya mencengkram Elina lebih kuat lagi hingga terdapat bekas merah di tangan Elina
“ Awww, kak sakit ” ujar Elina kesakitan
Kakak Elina sama sekali tidak mempedulikan orang orang dicafe yang melihat kearahnya dan mulai berbisik bisik, kakaknya pun memaksa membawa pergi Elina dari sana dengan kasar
Akila yang melihat temannya yang sedang kesakitan tidak tinggal diam
“ Maaf tuan, saya sedang berbicara dengannya dan anda seenaknya saja membawanya pergi ” ujar Akila