99 Day'S

99 Day'S
Kantor Polisi



Elina menundukkan kepalanya sekilas “ Kau benar benar hebat Nin, kau bisa membuat kakak beradik yang berdamai bertengkar kembali ” ujar Elina dengan mengangkat wajahnya dan menunjukkan smirknya kearah Nindy, Rafael bertanya sekali lagi kepada Elina apakah benar bahwa dirinya yang membunuh adiknya Nindy, Elina terus menyangkal bahwa bukan dirinya, Rafael pun menelpon polisi


Tak butuh waktu lama polisi pun datang dan langsung menangkap Elina, Elina di jebloskan ke dalam penjara oleh kakaknya, Nindy yang melihat hal tersebut tersenyum puas karena dia bisa membuat Rafael dan Elina bertengkar kembali, tak lama kemudian setelah Elina dibawa oleh polisi Nindy pergi dari perusahaan Rafael, setelah kepergian Nindy Rafael langsung duduk di sofa, dan tiba tiba saja Handphonenya berbunyi, Rafael melihat sekilas Handphonenya setelah itu mengangkat panggilan tersebut


Ternyata yang menelponnya adalah Jazztin, Rafael bertanya kepada Jazztin kenapa Jazztin menelpon dirinya, Jazztin bertanya Rafael apakah Rafael mengetahui keberadaan Elina, Rafael yang mendengar hal tersebut pun terkejut dia pun menjawab asal pertanyaan yang di lontarkan oleh Jazztin, Jazztin pun percaya dan mengakhiri panggilan tersebut, malam harinya di kantor polisi, Elina mendekam di penjara dan tak lama kemudian ada yang datang menemuinya yaitu salah satu polisi dan seseorang


Salah satu polisi tersebut pun membukakan pintu sel penjara dan mempersilahkan Elina untuk keluar, Elina pun keluar dan segera menghampiri seseorang tersebut


“ Kau benar benar terlalu berlebihan lihat tanganku lecetkan ” ujar Elina kepada seseorang tersebut


“ Maaf ” ujar seseorang tersebut


Jazztin pun menghampiri Akila yang duduk di sofa dengan terus melihat Handphonenya, Jazztin pun bertanya kepada Akila ada apa, Akila  pun menjawab Jazztin dengan menggelengkan kepalanya, Akila pun mengajak Jazztin untuk makan malam, di sela sela makan malam tiba tiba saja handphone Akila berbunyi, Akila menghentikan makannya dan melihat siapa yang menelponnya, Akila pun meminta Izin kepada Jazztin untuk mengangkat panggilan tersebut


Jazztin pun mengizinkannya, setelah mendapatkan izin Akila pun sedikit menjauh dari Jazzin dan dia pun mengangkat panggilan tersebut “ Kamu tenang saja semuanya sudah selesai ” ujar seseorang tersebut setelah telpon tersebut tersambung, Akila hanya menghembuskan nafasnya dan mengakhiri panggilan tersebut, setelah


mengakhiri panggilan tersebut Akila kembali ke ruang makan dan melanjutkan makannya


Di pagi harinya seperti biasa Akila melakukan aktivitas seperti pagi pagi sebelumnnya dan Jazztin juga sudah berangkat ke kantor, setelah Akila selesai melakukan rutinitasnya dia pun segera ke kamar dan bersiap siap untuk pergi, sebelum itu Akila sudah memberitahukan kepada Jazztin bahwa dirinya akan keluar, setelah selesai bersiap siap Akila segera pergi meninggalkan apartement Jazztin


Sampailah Akila di suatu tempat, sebelum masuk ke dalam tempat tersebut Akila melihat sekitarnya apakah ada seseorang yang mengikutinya atau tidak, setelah merasa bahwa aman dia pun masuk ke dalam tempat tersebut, sedangkan Jazztin dia tidak pergi ke kantor melainkan ke perusahaan Rafael, Jazztin masuk ke ruangan Rafael dan menunggu Rafael di sana, dan tak lama kemudian Rafael pun datang dan menghampiri Jazztin yang duduk di atas sofa ruang kerjanya, “ Apakah kamu sudah memastikannya? ” tanya Jazztin kepada Rafael