99 Day'S

99 Day'S
Langkah Selanjutnya



Jazztin yang melihat gerak gerik Rafael pun mulai bangkit dari duduknya dan pergi dari sana, dan seseorang yang telah mengawasi mereka pun mulai bangkit dari duduknya dan menyusul Jazztin, Jazztin membuntuti Rafael tanpa sepengatahuan Rafael, di saat Rafael mengendarai mobilnya dan pergi ke markas Elina tiba tiba saja handphonenya bordering, Rafael mengambil earphone bluetoothnya dan mengangkat panggilan tersebut, “ Kau boleh membawa dia kesini tetapi uruslah terlebih dahulu orang yang memata mataimu di café tadi ” ujar Elina setelah telepon tersebut tersambung, “ Apakah kau mengawasi kakakmu sendiri dari tadi?, apakah kau tidak percata dengan kakakmu ini? sampai sampai kau mengawasinya dari tadi ” tanya Rafael


“ Aku tidak mengawasimu, aku mengawasi anak buah Nindy yang sedang mengikuti mobilmu, Aku percaya padamu kak, aku tidak mungkin meragukanmu, kak aku mohon jangan sampai tempat kita ketahuan oleh dia ” ujar Elina, “ Baiklah, aku mengerti ” ujar Rafael, Rafael pun menambah kecepatan mobilnya dan keluar dari jalan raya, setelah lama menghindari anak buah Nindy akhirnya anak buah Nindy kehilangan jejak dirinya dan juga Jazztin, Rafael pun mengarahkan mobilnya ke tempat Elina, seperti biasanya dia memakirkan mobilnya di tempat yang sangat tersembunyi setelah itu keluar dan pergi ke tempat Elina


Sebelum masuk ke dalam rumah tersebut Rafael melihat ke kanan dan kiri memastikan bahwa Jazztin sedang mengikutinya sekarang dan tidak ada orang lain yang mengikutinya selain Jazztin, beberapa menit yang lalu sebelum Elima menelpon Rafael untuk kedua kalinya, dia sedang berbicara dengan Akila tentang yang dia dengar dari salah satu anak buahnya, tiba tiba saja salah satu anak buahnya berbicara ke Elina, “ Maaf nona, aku mengganggu nona lagi ” ujar salah satu anak buahnya


“ Apa yang ingin kau katakan? ” tanya Elina dengan menghadap anak buahnya tersebut, “ Tuan Rafael sudah keluar dari café tersebut tetapi ” ujar anak buah tersebut tiba tiba berhenti di tengah tengah, “ Tetapi apa? ” ujar Akila, “ Tetapi tuan Jazztin dan anak buah Nindy mengikutinya, apa yang harus saya lakukan non? ” ujar salah satu anak buah tersebut, “ Jangan berbuat apa apa terlebih dahulu ” ujar Elina setelah itu menelpon Rafael, setelah mengakhiri panggilan tersebut Elina berkata kepada anak buahnya “ Tunggu perintah dari tuan Rafael ”, “ Baik nona ” ujar salah satu anak buah tersebut dan pergi melanjutkan tugasnya


Rafael melirik ke belakang untuk melihat bahwa Jazztin masih ada di sana, setelah memastikannya Rafael masuk ke dalam rumah tersebut, dan dia pun pergi ke ruangan Akila dan Elina, skip pagi hari seperti biasanya Akila melakukan aktivitas seperti biasanya, sedangkan di tempat Elina “ Ini kuncinya, segera cari tau, tanpa ada yang tertinggal sedikit pun, paham ” ujar Elina kepada anak buahnya yang ada di depannya


Anak buah tersebut berkata “ Baik nona ”, setelah mengatakan hal tersebut anak buah tersebut pun pergi melaksanakan tugas yang di berikan oleh Elina, “ Kau sudah banyak melangkah sekarang beristirahatlah ” ujar Rafael yang baru saja datang