
“ Bagaimana jika kita bersenang senang sudah lama kan kita tidak bersenang senang bersama, bagaimana? ” ujar Eliya
“ Boleh juga, Ayo ” ujar Akila
Tanpa mereka sadari hari mulai gelap, dan mereka pun pulang kerumah mereka masing masing, sesampainya di apartement Jazztin, Akila di buat terkejut dengan adanya Nindy yang sedang memeluk Jazztin sambil menangis, Akila langsung berlari pergi dari situ, Akila terus berjalan tanpa mengetahui dia akan kemana, dia terus berjalan sambil menundukkan kepalanya.
Disisi lain
“ Apaan sih Nin, lepas tidak ” ujar Jazztin dan terus mencoba melepas pelukan Nindy
“ Aku mohon seperti ini sebentar saja, aku merindukanmu ” ujar Nindy
“ Apaan sih kamu Nin, kamu sudah punya orang lain kenapa masih memikirkanku, lupakan aku Nin ” ujar Jazztin
“ Dia bukan siapa siapa aku Jazztin dan aku tidak mau melupakanmu, aku sangat mencintaimu Jazztin, kamu masih mencintaiku kan?, ayo kita balikan Jazztin, kita mulai semuanya dari awal ” ujar Nindy
“ Tapi aku tidak mencintaimu Nindy, aku mohon lepaskan aku ” ujar Jazztin
" Kamu bercanda kan Jazztin ” ujar Nindy memastikan apa yang diucapkan sang pujaan hati semuanya hanyalah kebohongan
“ Aku tidak sedang bercanda Nindy, jadi aku mohon lepaskan pelukanmu dariku ” ujar Jazztin
Nindy pun akhirnya melepaskan pelukannya dari Jazztin dan berkata kepada Jazztin
“ Apa karena perempuan itu kamu melupakanku? ” tanya Nindy dengan emosi yang sudah menguasainya
“ Kenapa Akila dibawa bawa ke masalah kita, dia tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kita Nindy ” ujar Jazztin
“ Ya jelas ada lah\, karna dia sudah berani merebut dirimu dariku\, kenapa j*l*ng itu harus memilih dirimu?\, kan masih ada banyak laki laki di luar sana\, kenapa harus kamu coba? ” ujar Nindy
“ NINDY ” ujar Jazztin dengan tangannya yang sudah menampar pipi mulus Nindy
“ Jazztin\, kamu menamparku hanya karena wanita J*l*ng itu ” ujar Nindy
“ Kenapa? Kan memang dia seorang j*l*ng ” ujar Nindy
“ AKU BILANG JANGAN PERNAH MENYEBUT AKILA SEORANG J*L*NG ” bentak Jazztin
Nindy yang di bentak hanya bisa terkejut karna ini pertama kalinya Jazztin membentaknya, selama dia berpacaran dengan Jazztin, Jazztin tidak pernah membentak dia.
“ Jazztin ” ujar Nindy terkejut dan air mata yang terus menerus mengalir
“ Apa?, kenapa?, terkejut karna ini baru pertama kalinya aku membentakmu ” ucap Jazztin dengan dingin
“ Di masalah kita kamu yang salah Nin, kenapa kamu menyalahkan orang lain hah, kamu banyak berbohong kepadaku dan kamu selingkuh debelakang aku, apa kamu pikir setelah apa yang kamu lakukan aku akan kembali kapadamu, jangankan menyentuhmu, melihat mukamu saja aku sudah muak Nin, jadi sekarang pergilah dari apartementku ” jelas Jazztin
“ Tapi Jazztin, aku bisa jelaskan semuanya, apa yang kamu bilang semuanya tidak benar ” ujar Nindy
“ Udahlah Nin, tidak ada yang perlu dijelaskan, dan sekarang pergilah ” ujar Jazztin
“ Tapi Jazztin, aku ” ucap Nindy yang dengan cepat langsung dipotong oleh Jazztin
“ Aku bilang pergi ya pergi Nindy ” ujar Jazztin
“ Tapi ” ujar Nindy
“ AKU BILANG PERGI ” teriak Jazztin
Akhirnya Nindy pun pergi dari apartement Jazztin, dan setelah kepergiannya Nindy Jazztin pun langsung terduduk di atas sofa dan memijit pelipisnya yang pusing, dengan sesekali melihat kearah pintu mencari Akila yang belum pulang sampai sekarang dan diluar juga turun hujan, Akhirnya Jazztin pun memutuskan untuk menghubungi
Akila, dia mencoba menghubungi Akila tapi nihil Akila tidak bisa dihubingi sama sekali, Jazztin berpikir mungkin dia
lagi bersenang senang bersama Eliya, jadi dia memutuskan untuk menunggu Akila pulang.