
Akila pun menjawab pertanyaan Eliya “ Dia tidak apa apa ”, sementara itu setelah Jazztin menjelaskan apa yang di temukannya kepada Elina dan juga Rafael, Elina segera meminta anak buahnya untuk menyelidiki hal tersebut, dan beberapa hari kemudian, Nindy sedang berada di alam mimpinya namun tiba tiba saja teriakkan seseorang membangunkannya, dan ya itu adalah teriakkan dari Eliya yang memanggil manggil nama Nindy dari balik pintu kamar, “ Aishhh ya, harus berapa kali lagi aku harus berteriak memanggilmu hah, Cepat bangun Nindy sialan ” teriak Eliya sekali lagi
Nindy pun mau tidak mau membuka pintu kamarnya dan berkata kepada Eliya “ Ada apa sih? Pagi pagi gini teriak teriak di depan kamar orang ”, “ Pagi palalu, ini sudah siang bambang ” ujar Eliya dengan sangat kesal, Nindy yang mendengar kata siang dari mulut Eliya langsung membulatkan mata dan berfikir ‘ Apakah aku tertidur selama itu? ’, “ Aishhh, jangan banyak berfikir ” ujar Eliya, Nindy pun kaget dan bertanya kepada Eliya “ Apakah kau bisa membaca fikiranku? ”, “ Jangan bahas itu dulu, lebaih baik kau turun karena Jazztin sudah menunggumu dari tadi ” ujar Eliya setelah itu pergi
Nindy bingung karena ini pertama kalinya Jazztin menemuinya secara langsung seperti ini, dulu saat mereka masih bersama Jazztin sama sekali tidak mempedulikan keberadaan Nindy walaupun dulu Jazztin selalu memanggil Nindy dengan sebutan sayang tetapi Jazztin tidak pernah secara langsung menemui Nindy dan saat mereka ada masalah Nindylah yang menemui Jazztin di apartementnya untuk meluruskan segalanya bukan Jazztin yang menemui Nindy untuk sekedar minta maaf ataupun berterima kasih, kata kata itu seperti tidak pernah di ucapkan oleh Jazztin sekalipun itulah yang dipikirkan Nindy waktu itu, Nindy pun segera membersihkan badannya dan tak lama kemudian dia pun sudah selesai membersihkan badannya dan memakai pakaian, setelah itu Nindy segera turun untuk menemui Jazztin
Sesampainya Nindy di depan Jazztin, Jazztin segera bangkit dari duduknya dan memeluk Nindy dan berkata “ Maafkan aku, aku benar benar menyesal kerena telah meninggalkanmu dan lebih memilih Akila, Maafkan aku ”, Nindy pun melepaskan pelukannya dan menatap Jazztin dengan wajah kebingungan ‘ Apakah ini semua benar? ’ batin Nindy, “ Ayo kita mulai semuanya dari awal ” ujar Jazztin, sementara itu tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka, seseorang tersebut menggepalkan tangannya dan pergi meninggalkan mereka berdua tanpa mengetahui bagaimana kelanjutannya
Di saat Nindy berjalan pergi meninggalkannya, Jazztin mengambil benda tajam di sakunya dan melukai pergelangannya sendiri dan dia pun berteriak kesakitan agar Nindy bisa berbalik ke arahnya dan ya Jazztin berhasil melakukannya, setelah mengatakan hal tersebut Nindy pergi mengambil kotak P3K, saat dia berjalan kembali dengan membawa kotak P3K di tangannya Jazztin berkata kepada Nindy “ Aku tidak pernah main main dengan ucapanku Nin ”, “ Tapi tidak begini juga kan ” ujar Nindy saat sudah berada di samping Jazztin
Nindy pun mulai mengobati luka Jazztin dengan pelan dan hati hati, tak selang beberapa lama Nindy pun selesai mengobati luka Jazztin “ Baiklah, ayo kita mulai dari awal hubungan kita ” ujar Nindy dengan tersenyum manis ke arah Jazztin, Jazztin pun membalas senyuman manis Nindy tak kalah manis