
Elina pun memutuskan untuk menelpon Akila, mana tau kunci yang dia cari ada di kamarnya lebih tepatnya di apartement Jazztin, dia pun mencari cari tasnya tetapi sama sekali tidak menemukannya, Elina pun mencoba untuk mengingat ingat dimana dia meletakkan tasnya tersebut, Elina pun ingat bahwa tasnya dia tinggal di dalam mobil, Elina mengambil topi dan maskernya setelah itu turun ke parkiran dan mengambil tasnya, Rafael yang melihat kembali adiknya mencari cari sesuatu hanya diam dan melanjutkan bermain game di ponselnya
Setelah Elina mendapatkan tasnya dia pun kembali ke apartement Rafael, sesampainya di dalam apartement Rafael, Elina segera mengeluarkan handphone di tasnya dan menelpon Akila, dan tak butuh waktu lama panggilan tersebut pun tersambung, Elina pun menceritakan semuanya ke Akila, beberapa menit kemudian panggilan tersebut pun berakhir, setelah berakhir Elina pergi ke dapur dan mengambil satu kaleng minuman lagi, setelah mengambilnya Elina menuju ke ruang tamu dan menonton TV sembari menunggu kabar dari Akila
Sementara itu di tempat Akila, setelah dia mengakhiri panggilan tersebut, Akila menuju ke kamar Elina dan mencari kunci yang dimaksud oleh Elina, Jazztin yang baru pulang dan tidak melihat siapa siapa memilih untuk mencari Akila di kamarnya tetapi dia tidak menemukan Akila disana dan di saat dia ingin pergi ke kemarnya dia melewati kamar Elina, Jazztin melihat Akila yang sedang mencari sesuatu di kamar Elina, “ Kamu sedang mencari apaan La? ” tanya Jazztin
Akila pun menjawab “ Ah enggak, aku tidak mencari apapun ”, Jazztin yang mendengar hal tersebut pun mengernyitkan dahinya, “ Aku akan siapkan makanan kamu pasti laparkan ” ujar Akila mencoba mengalihkan pembicaraan, “ aku akan membersihkan badanku terlebih dahulu ” ujar Jazztin dan pergi ke kamarnya, Akila pun berhenti mencari kunci tersebut dan pergi ke dapur untuk memasakkan Jazztin makanan, setelah selesai memasaknya Akila menatanya di meja makan dan memanggil Jazztin, Jazztin pun pergi ke ruang makan dan memakan masakkan Akila, Akila ingin pergi mencari kunci itu kembali tetapi Jazztin menghentikannya
Akila berkata kepada Jazztin “ Aku angkat telpon dulu ya ” setelah mengatakan hal tersebut akila menjauh dari Jazztin dan mengangkat panggilan tersebut, “ Kamu sudah menemukannya ” ujar Elina dari seberang sana, Akila berkata “ Aku tidak menemukannya ”, Elina yang mendengar hal itu hanya bisa menghembuskan nafasnya, “ Memangnya kenapa dengan kunci itu ” tambah Akila, “ Akan aku tunjukkan setelah mendapatkannya ” ujar Elina, dan tiba tiba saja ada seseorang yang berkata kepada Akila “ Kunci apa yang kamu maksud La ”, Akila yang terkejut pun membalikkan badannya dan melihat Jazztin yang sudah berada di belakangnya, “ Ah itu, anu.. ” ujar Akila dengan gugup, Jazztin pun berkata “ Berkatalah dengan jelas ”
“ Mati aku, apa yang harus aku katakan ” batin Akila, Akila melamun seketika tersadar setelah Jazztin terus memanggil manggil namanya dan melambaikan tangan tepat di depan wajah Akila, Akila yang tersadar dari lamunannya segera mematikan panggilan tersebut dan berkata “ Ah itu, Elina mencari cari kunci ruangan, tetapi sama sekali tidak menemukannya jadinya dia menyuruhku untuk mencarinya disini ” jelas Elina, Jazztin pun berkata “ Ah… kunci itu… ”