99 Day'S

99 Day'S
Kebimbangan Elina



“ Kenapa kamu bisa ada disini? Bukannya kamu sedang berada disana bersama kakak dan juga Jazztin ” ujar Elina


“ Apa kamu lupa Elina? aku sudah tidak ada dan aku bisa datang kesini karena izin dari Tuhan ” ujar Akila


“ Aku melupakannya, hehehe ” ujarnya dengan cengengesan


“ Apakah kamu ingin pergi dari sana? ” tanya Akila dengan serius


“ Sepertinya begitu ” ujar Elina sambil menghadap kearah bunga bunga yang ada didepannya


“ Kau ingin meninggalkan Rafael dan juga Jazztin ” ujar Akila


Elina hanya bisa menunduk mendengar apa yang dikatakan oleh Akila


“ Apa kamu yakin akan meninggalkan orang orang yang kamu sayangi? ” ujar Akila sambil menghadap kearah Elina


“ Apakah saat aku pergi kakak akan merindukanku? ” ujar Elina dengan menatap keatas


“ Sepertinya tidak ” ujar Elina dengan air mata dipipinya dan senyum manisnya


“ Kamu salah Elin ” ujar seseorang


Elina yang mendengar suara yang berbeda dengan suara Akila segera mencari orang yang memiliki suara tersebut, Elina terkejut melihat orang tuanya juga ada dialam bawah sadarnya


Flashback On


“ Tuhan mengizinkanmu Akila ” ujar utusan Tuhan tersebut


“ Tapi kamu juga akan bersama dengan orang tua Elina ” ujar utusan Tuhan tersebut


“ Iya aku mengerti ” ujar Akila dengan tersenyum melihat orang tua Elina yang berada dibelakang utusan Tuhan tersebut


“ Terima kasih dan juga Terima kasih Tuhan ” ujar Akila


Flashback Off


Elina langsung berlari kearah kedua orang tuanya dan memeluknya, Elina memeluk kedua orang tuanya dengan erat seakan akan tidak ingin kedua orang tuanya pergi lagi dari kehidupannya


“ Kami juga merindukanmu sayank ” ujar mamanya Elina


“ Dimana anak papa yang sangat pemberani itu? Kenapa jadi cengeng seperti ini? ” ujar papanya Elina


“ Sudahlah berhentilah menangis sayank ” ujar mamanya Elina


Akila hanya diam memberikan ruang kepada Elina agar Elina bisa mencurah semuanya kepada kedua orang tuanya


Kedua orang tua Elina pun menjadi serius membahas tentang hal ini, dan Elina masih bimbang dengan pikirannya, Elina ingin sekali pergi bersama kedua orang tuanya tapi dia tidak bisa meninggalkan kakaknya bersama dengan Nindy dan dia juga tidak bisa meninggalkan Jazztin, Elina berfikir jika suatu hari Akila harus kembali dan Elina tidak ada disamping Jazztin apa yang akan terjadi dengan Jazztin


“ Sayank apa benar kau ingin meninggalkan kakakmu Rafael dan juga Jazztin? Kau ingin meninggalkan seseorang yang kamu sayangi? ” tanya mamanya Elina


“ Apakah kakak menyanyangiku? Apakah setelah aku kembali kakak bahagia akan kehadiranku? Apakah kakak akan berubah menjadi dirinya yang dulu? ” tanya Elina


“ Kakakmu sangat menyanyangimu Elina, kakakmu akan sangat bahagia jika kamu masih ada disampingnya, kamu taukan hanya dirimulah satu satunya keluarga kakakmu ” ujar papanya Elina


“ Jika kamu berusaha, aku yakin kakak kamu pasti akan berubah menjadi Rafael yang kamu kenal dulu ” tambah Akila


Elina menatap Akila dan kedua orang tuanya secara bergantian, dia bingun harus memilih apa, dia bingung apakah dia akan pergi bersama kedua orang tuanya dan Akila? Atau apakah dia akan tetap berada disamping kakaknya dan juga Jazztin?


“ Apa kamu tau Elina, kakakmu sekarang sangat mengkhatirkanmu ” ujar Akila


“ Bohong, kakak tidak akan mungkin mengkhawatirkanku ” ujar Elina


“ Matanya berkata aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayangi lagi ” ujar Akila


“ Itu tidak mungkin, kakak akan bahagia jika aku pergi ” ujar Elina


“ Itu tidak benar Elin ” ujar papanya


“ Kakakmu pasti punya alasan melakukan semua ini ” tambah papanya


“ Alasan apa? ” tanya Elina