
“ Cepat cari Jazztin, dan bawa dia kesini tanpa paksaan dan kekerasan, jika kalian sampai melakukan kekerasan, trima akibatnya dariku ” dengan sorot mata tajam, semua anak buah pun berkata secara bersamaan “ Baik nona ” setelah mengatakan hal tersebut seluruh anak buah pergi mencari keberadaan Jazztin, “ Kau di mana Jazztin? ” gumam Elina dengan tubuhnya yang terjatuh di sofa, Rafael pun bertanya kepada Elina sebenarnya apa yang terjadi, Elina memberitahukan semua yang di katakan oleh Akila kepadanya
Sebenarnya beberapa hari yang lalu sebelum Jazztin mengikuti Rafael, Akila Elina dan Rafael sedang berbincang bincang di ruang bawah tanah markas Elina, “ Apa kau gila mau memberitahukan semuanya ke Jazztin kak ” ujar Elina, Rafael pun berkata “ Cepat atau lambat Jazztin pasti akan mengetahuinya walaupun sekeras apapun kita menyembunyikannya, jika Jazztin mendengar semuanya dari mulut Nindy, semuanya akan hancur tanpa mereka membuat peperangan ”, “ Tapi kak kau tau kan apa tugasku, jika terjadi sesuatu pada Jazztin aku bisa hancur di sini, Tuhan mempercayakan tugas ini kepadaku karna Tuhan tau bahwa aku mampu menyelamatkan Jazztin dari bahaya bukan malah menjerumuskannya dalam bahaya ” ujar Akila
Mereka pun berdebat cukup lama, akhirnya mereka pun menemukan titik terang dari perdebatan mereka, “ Coba kalian pikir pikir kembali, Jazztin bukan lagi anak kecil, Jazztin sudah dewasa, aku yakin dia pasti akan mengerti dengan ini semua ” ujar Rafael meyakinkan Akila dan Elina, “ Tapi kak, Jazztin sangat mencintai Akila, jika dia sampai tau bahwa Akila sudah tidak ada, Jazztin akan hancur sehancur hancurnya, cobalah kakak ngertiin perasaan Jazztin terlebih dahulu daripada ini semua ” ujar Elina
“ Tapi Lin, jika Jazztin sampai mengetahuinya dari mulut Nindy, Jazztin akan lebih kecewa, Jazztin akan kecewa dengan kita ” ujar Rafael, Akila dan Elina pun terdiam seketika dam mencoba untuk memikirkannya kembali, “ Aku mohon percayalah kepadaku, percayalah pada Jazztin, aku yakin Jazztin tidak akan berbuat yang tidak tidak ” ujar Rafael sekali lagi meyakinkan Akila dan Elina, Akila dan Elina pun saling menatap satu sama lain dan mereka pun mengangguk secara bersamaan, “ Baiklah kak, kami percaya padamu dan kami akan mencoba percaya dengan Jazztin ” ujar Akila
Jazztin bingung sebenarnya ini rumah siapa, dan sesampainya di ruangan Akila dan Elina, Jazztin bersembunyi dan melihat ke arah Rafael Elina dan Akila yang sedang duduk bersama, Jazztin terkejut melihat mereka bertiga bersama, Jazztin lebih terkejut karena tiba tiba saja Elina berkata “ Jazztin, keluarlah jangan bersembunyi, kita tau kok kalau kamu ada di sini ”, dan setelah mengatakan hal tersebut tiba tiba saja ada seseorang menepuk pundak Jazztin, Jazztin seketika menoleh kebelakang dan melihat Akila yang tersenyum
Jazztin pun keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Elina dan Rafael yang duduk di sofa, “ Katakan semuanya ” ujar Jazztin saat dia sudah berada di depan Elina dan Rafael