99 Day'S

99 Day'S
Maaf



“ Orang bejat yang menganggu Akila adalah orang orang ayahmu, dan ayahmu lah yang menyuruh mereka untuk melecehkan Akila agar ayahmu bisa mendapatkan semua saham dari ayah Akila ” jelas Elina, Jazztin yang mendengar penjelasan Elina terkejut, dia tidak menyangka bahwa ayahnya akan melakukan hal sekeji itu


“ Elina Rafael maafkan aku ” ujar Sherly, “ Sangat sulit untuk memaafkanmu Ly, kedua orang tuaku juga selama hidupnya merasa bersalah karena tidak bisa mejaga adikmu dengan baik, tapi apakah kau harus membunuh mereka? Apakah kau harus merenggut nyawanya? ” ujar Elina dengan di selingi air mata di pipinya, Rafael yang berada di samping Elina segera memeluk Elina untuk menenangkannya, “ Aku tau, maafkan aku Lin, dan Rafael


maafkan aku karena aku telah mempermainkanmu ” ujar Sherly, “ Aku mencintaimu dari kita masih kecil Ly ” ujar Rafael


“ Maafkan aku ” ujar Sherly, Sherly dan Nindy pun di bawa oleh polisi tersebut dan juga tidak lupa ayah Jazztin pun juga di tangkap oleh polisi tersebut, “ Akila, ada apa denganmu? ” ujar Jazztin yang mulai menyadari bahwa tubuh Akila mulai sedikit menghilang, Elina yang berada di pelukan Rafael segera melepaskannya dan melihat ke arah Akila, sedangkan kedua orang tua Akila pun mengalihkan pandangannya kepada Akila, Akila hanya menunjukkan senyumnya kepada semua yang ada di sana yang menandakan bahwa dirinya tidak apa apa, “ Sepertinya sudah saatnya ya Michel ” batin Akila, " Sepertinya iya Akila, semoga kita bisa bertemu lagi di atas sana " ujar Michel yang hanya bisa di dengarkan oleh Akila, " Hmm, semoga saja " batin Akila


Tak lama kemudian Akila pun melepaskannya pelukannya dan menghampiri anak perempuan tersebut, Akila menjongkokkan badannya menyamakan tingginya dengan anak tersebut “ Jadilah anak yang baik ya sayang, jaga Mama dan Papa ya ” ujar Akila dengan tangannya mengusap kepala anak perempuan tersebut, anak perempuan tersebut hanya menanggapinya dengan anggukan dan senyuman manis di wajahnya, “ Bisakah kau lebih lama di sini Akila ” ujar Elina, Akila pun berdiri dan menghampiri Elina “ Aku yakin kau pasti akan bersama dengan orang yang kau sayangi selama ini ” ujar akila setelah itu memeluk Elina, Akila pun melepaskan pelukannya dan menatap Elina


“ Berbahagialah dan jangan menangis lagi mengerti ” ujar Akila, Elina hanya menganggukkan kepalanya sebegai jawaban, Akila pun berpindah ke arah Rafael “ Jaga adikmu dengan baik ok, jangan menyakitinya lagi ” ujar Akila kepada Rafael, Rafael pun memeluk Akila sebentar dan melepaskannya, setelah itu Akila pun menghampiri Jazztin, sesampainya di depan Jazztin “ Maafkan aku ” ujar Jazztin dengan menatap Akila yang berada di depannya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya


“ Jangan meminta maaf, kau tidak salah sama sekali, seharusnya aku yang minta maaf ” ujar Akila, “ Maaf karena aku harus pergi meninggalkanmu, maaf karena aku harus mengingkari janji yang sudah aku buat kepadamu, maafkan aku karena tidak bisa terus berada di sisimu ” tambah Akila, “ Tapi aku akan tetap berada di sini ” ujar Akila dengan menunjuk ke dada Jazztin, “ Di hatimu ” tambah Akila dengan menatap Jazztin dan memperlihatkan senyum manisnya