99 Day'S

99 Day'S
Maaf? Makasih? Tapi buat apa?



Sesampainya di dapur manik matanya melihat sepiring sandwich dan secarik kertas di atas meja, Akila pun mengambil kertas tersebut dan membacanya  " Akila aku sudah menyiapkan makananmu, di makan ya, maaf aku ada meeting mendesak, jadi aku datang ke kantor hari ini pagi sekali, tadi pagi aku mau bilang ke kamu, tapi aku melihat kamu masih tidur dengan sangat nyenyak aku tidak tega membangunkanmu "


disaat membacanya secara tidak sadar sebuah senyuman muncul di bibir Akila, setelah selesai membacanya Akila langsung memakan makanan yang sudah disiapkan Jazztin untuk dirinya.


Setelah selesai memakannya Akila berinisiatif membuatkan makan siang untuk Jazztin dan mengantarkannya ke kantornya, Akila berfikir karena hari ini weekend tidak apa apalah ke kantor Jazztin toh entar juga tidak seramai hari biasanya, setelah selesai membuatnya Akila bergegas bersiap siap, Akila pun berangkat ke kantor Jazztin.


Sesampainya disana Akila langsung keresepsionis dan bertanya dimana ruangan Jazztin, setelah lama berdebat karna dia kira bahwa Akila hanya seorang penipu seperti orang orang yang suka ke kantor Jazztin untuk ke temu Jazztin dengan berbagai alasan akhirnya Akila pun diberitau dimana letak ruangan Jazztin, setelah Akila diberitau oleh resepsionis Akila langsung pergi mencari ruangan Jazztin, setelah menemukannya Akila mengetuk pintu sebelum masuk keruangan Jazztin


Tok tok tok


“ Masuk ” ujar Jazztin


Setelah mendengar Jazztin mengatakan masuk Akila pun langsung masuk kedalam ruangan Jazztin dan betapa terkejutnya Jazztin melihat Akila yang datang kekantornya


“ Ini aku bawakan makan siang kamu ” ujar Akila sambil masuk kedalam ruangan Jazztin


“ Ohhh, Akila kamu kesini ” ujar Jazztin terkejut


Jazztin pun berdiri dari duduknya dan menghampirinya dan mengajaknya duduk di sofa dekat meja kerjanya


“ Terima kasih Akila ” ujar Jazztin


“ Hmm ” ucapan Akila yang hanya berdehem menjawabnya


“ Jazztin aku minta maaf dan makasih ” lanjut Akila


“ Maaf? Makasih? Tapi buat apa? ” tanya Jazztin bingung dengan apa yang dikatakan Akila


“ Iya, maaf karena aku telat bangun dan tidak menyiapkan makananmu, dan makasih karna tadi pagi kamu udah nyiapin aku makanan ” jelas Akila


“ Ohhh soal itu, tidak apa apa Akila, sekali kali kan aku buatkan kamu sarapan ” ujar jazztin


“ Iya, tapikan… ” ucapan Akila yang terpotong akibat perkataan Jazztin


“ Tapi kamu lupa saat itu kan aku bilang sama kamu, kalau aku akan tinggal sama kamu jika kamu menyetujui syaratku, dan kamu menyetujuinya ” ujar Akila


Flassback on


“ Jazztin ” ujar Akila


“ Biarlah seperti ini sebentar saja ” ujar Jazztin


“ Tetaplah disini, aku mohon ” ujar Jazztin sambil memohon


“ Baiklah aku akan tetap disini tapi ada syaratnya ” ujar Akila


“ Apa syaratnya? ” tanya Jazztin melepaskan pelukannya dan menatap manik mata Akila


“ Aku akan tetap disini, tapi kamu tidak boleh ngelarang aku untuk buat sesukaku dan aku akan melakukan pekerjaan rumah tangga tapi kamu juga harus menggaji aku, bagaimana setuju? ” ujar Akila


“ Baiklah aku setuju ” ujar Jazztin


Off


“ Aku ingat Akila ” ujar Jazztin


Setelah percakapan tersebut Akila pun segera menyiapkan makanan yang dia bawa keatas meja, di sela sela makan Jazztin bertanya ke Akila


“ Akila sebenarnya apa yang akan kamu lakukan dengan uang gajianmu ” tanya Jazztin


" Jazztin, walaupun aku jauh dengan kedua orang tuaku, aku tetap anak mereka, kamu paham kan maksudku ” ujar Akila


“ Iya aku paham ” ujar Jazztin


Setelah itu mereka pun melanjutkan makan mereka, Akila dan Jazztin pun selesai makan, Akila pun membersihkannya dan selang beberapa menit setelah Akila selesai membersihkannya ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Jazztin