
“ Berita baiknya adalah kedua orang tua Nona Akila sudah kembali dan mereka juga mengadopsi seorang anak kembar laki laki dan perempuan dan juga sepertinya yang perempuan tersebut sekilas mirip dengan Nona Akila dan yang laki laki sekilas mirip dengan kakak Nona Akila” jelas seseorang tersebut menyampaikan berita baiknya, mereka berempat yang mendengar hal tersebut tersenyum bahagia, “ Berita buruknya? ” tanya Elina, “ Anak perempuan tersebut baru saja di kabarkan menghilang dan sekarang kedua orang tua Nona Akila sedang mencarinya bersama dengan beberapa polisi ” jelas seseorang tersebut, mereka berempat terkejut mendengarnya dan mematung di tempat tanpa mengatakan sesuatu
“ Nona, Nona Elina apakah Nona masih ada di sana? ” ujar seseorang tersebut terus saja memanggil manggil Elina, Elina pun tersadar dan menjawab “ Ah iya, aku masih ada di sini, cari tau apa yang terjadi? Dan segera kabarkan ke saya ”, “ Baik Nona ” ujar seseorang tersebut, mereka pun bersandar di sofa dan Rafael pun berkata “ Apakah Nindy? ”, “ Itu mungkin saja ” ujar Jazztin, Elina Rafael dan juga Jazztin berfikir apa alasan Nindy menculik anak adopsi kedua orang tua Akila, sedangkan Akila tiba tiba dia terlintas suatu ingatan
Sementara itu, seorang anak kecil hanya bisa menangis di bawa oleh seseorang, anak kecil tersebut ingin melarikan diri dari seseorang tersebut tetapi anak kecil tersebut baru saja sampai di Negara ini dan dia tidak terlalu tau tentang Negara ini, anak kecil tersebut hanya bisa menuruti semua yang di perintahkan oleh seseorang tersebut, “ Kumohon lepaskan aku ” ujar anak kecil tersebut memohon untuk di lepaskan, “ Shuttt jangan menangis, tenanglah kami tidak akan macam macam denganmu, jadi berhentilah menangis dan makanlah ini ” ujar seseorang
tersebut dan memberikan makanan kepada anak kecil tersebut
Sementara itu, kedua orang tua Akila dan beberapa polisi tidak menyerah sama sekali dan terus saja mencari anak perempuan tersebut sampai ke penjuru kota, sedangkan Akila dan teman temannya sedang menempuh perjalanan ke suatu tempat, beberapa jam kemudian sampailah mereka di beberapa bangunan yang sudah terbengkalai, mereka bertiga bingung kenapa Akila membawa mereka ke tempat ini bukan mencari anak perempuan tersebut
“ Untuk apa kau membawa kami ke sini? ” ujar Rafael, Akila pun menjelaskannya kepada mereka bertiga “ Dulu aku pernah di sekap di sini, dan mungkin saja anak perempuan tersebut ada di sini ”, “ Apa alasanmu? ” tanya Elina, “ Aku tidak tau ini hanya firasatku saja ” ujar Akila, “ Firasat? ” ujar Jazztin, “ Apakah kita bisa mempercayai firasatmu itu Akila? ” tambah Jazztin, “ Kita tidak punya banyak waktu, kita tidak tau siapa yang menculik anak itu, bisa saja seseorang itu sangat berbahaya ” ujar Rafael, “ Tidak ada salahnya kita mengikuti feeling Akila ” ujar Elina
Mereka pun berpencar mencari anak perempuan tersebut dari bangunan ke bangunan yang lain, beberapa jam kemudian mereka pun berkumpul kembali di tempat mereka pertama sampai, “ Apakah kalian menemukannya? ” ujar Elina