
Setelah keluar dari tempat makan tersebut Jazztin memilih untuk pergi ke SMAnya dulu, Jazztin tau bahwa sekolah itu pasti sudah di kunci tetapi Jazztin tidak kehilangan akal dia melompat pagar dan menuju ke rooftop sekolah tersebut, di saat perjalanannya dia melewati setiap koridor di sekolah tersebut, ingatan ingatan Jazztin di saat dia masih sekolah di situ terlintas di pikirannya, terdapat senyuman di wajah Jazztin ketika dia mengingat masa SMAnya, sesampainya di rooftop sekolah Jazztin melihat sekeliling sekolah dari rooftop
Jazztin menghela napasnya dan mengeluarkan handphonenya, dia melihat fotonya bersama dengan teman temannya termasuk juga dengan Akila, Jazztin tersenyum miris mengingat kenangan masa SMAnya dengan Akila dan tanpa perintah sama sekali air mata Jazztin membasahi pipinya, tiba tiba saja Jazztin mengingat perkataan samar Bi Mirna saat Jazztin ingin melangkah pergi melewati pintu
Beberapa waktu yang lalu, “ Maafkan aku Tin, Maaf karena aku tidak bisa menghentikannya ” ujar Bi Mirna lirih di saat Jazztin baru saja ingin melewati pintu, Jazztin yang ingin pergi mendengar samar samar perkataan Bi Mirna tetapi Jazztin tidak menganggap hal tersebut serius, Jazztin terus sama berjalan tanpa melihat ke belakang, dan di tengah tengah perjalanan Jazztin tiba tiba mengingat sesuatu dan dia pun berbalik badan dan menuju ke tempat makan Bi Mirna
Sesampainya di sana, dia sama sekali tidak menemukan tempat makan tersebut, Jazztin pun bertanya di sekitar sana tetapi sama saja tidak ada yang mengenal nama Mirna di sana, Jazztin bingung rumah makan tersebut beserta Bi Mirna tiba tiba menghilang seperti tertelan bumi, Jazztin tidak menyerah dia terus mencoba untuk mencarinya dan di saat dia berada di sebuah tanah kosong dia tidak sengaja menginjak sesuatu
Jazztin membukkukan badannya dan mengambil benda yang dia injak tersebut, dan benar saja benda yang di injak oleh Jazztin adalah penjepit rambut yang tidak sengaja dia tinggalkan di tempat makan Bi Mirna, Jazztin bingung kenapa bisa penjepit ini bisa berada di sini jelas jelas Jazztin mengingat bahwa dia tidak sengaja meninggalkannya dia tempat makan tersebut, Jazztin pun tidak ambil pusing, dia berjalan kembali dan pergi ke sekolahnya dulu
Dan Jazztin pun berkata “ Setelah kau kehilangan nyawamu, kau tidak langsung menuju ke akhirat melainkan mendapatkan tugas dari Tuhan, dan orang yang ”, “ Iya benar, dan orang yang menjelaskan semua tugasku adalah Michel ” ujar Akila memotong pembicaraan Jazztin “ Michellah yang selama ini bersama denganku sampai sekarang pun, aku yakin sekarang ini Michel mengawasi kita dari atas sana ” tambah Akila
Jazztin menatap penjepit rambut di tangannya dan bergumam “ Michel, apakah itu dirimu? ”, skip pagi harimya, Jazztin terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang menerangi wajahnya, Jazztin tidak pulang di apartement melainkan tidur di rooftop sekolah tersebut untungnya hari ini adalah hari minggu jadi tidak akan ada murid yang akan masuk ke sekolah hari ini
Jazztin bangun dari posisi duduknya dan melihat sekitar sekolah dari atas rooftop, setelah itu dia mengambil handphonenya dan juga earphonenya, Jazztin menyalakan music dan memasangkan earphone tersebut ke telinganya