
Mereka pun berpencar mencari anak perempuan tersebut dari bangunan ke bangunan yang lain, beberapa jam kemudian mereka pun berkumpul kembali di tempat mereka pertama sampai, “ Apakah kalian menemukannya? ” ujar Elina, mereka menggelengkan kelapanya sebagai jawaban, “ Mungkin kau salah La ” ujar Rafael, “ Lebih baik kita kembali ke rumah dan kembali mencari anak itu besok paginya ” ujar Jazztin, mereka pun menyetujuinya dan pergi kembali ke rumah Elina
Beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Elina dan mereka pun memutuskan untuk beristirahat karena hari sudah malam dan memutuskan untuk mencari anak itu di pagi harinya, “ Kenapa aku merasa tadi dia ada di sana? ” batin Akila, “ Kau ingin mengetahuinya Akila ” ujar Michel, tanpa Akila sadari bahwa dirinya kini berada di alam bawah sadarnya sendiri, “ Aku tidak yakin kau akan memberitahuku ” ujar Akila dengan menatap sinis Michel, “ Aku akan memberimu petunjuk ” ujar Michel dan Michel pun memberikan sedikit ingatan
masa lalu kepada Akila
Beberapa menit kemudian Akila membuka matanya ternyata dia berada di kamarnya, Akila segera mengambil kunci mobil yang berada di atas nakas, setelah mengambil kunci mobil Akila segera keluar dari rumah dan menuju ke tempat parkir setelah itu menjalankan mobil menuju ke tempat tadi, “ Semoga ada sesuatu di sana ” batin Akila selama perjalanan
Sesampainya di sana Akila segera keluar dari mobil dan berlari menuju ke sesuatu tempat, dan tempat tersebut adalah danau, terdapat danau terletak jauh di belakang bangunan bangunan tersebut, Akila berlari menuju ke danau tersebut, sesampainya di danau tersebut Akila melihat lihat sekitar danau tersebut “ Benar ini danaunya ” ujar Akila sambil berjalan mengitari danau tersebut, “ Terima kasih Michel ” batin Akila, “ Jika feelingku benar seharusnya ada sesuatu yang tertinggal di sini ” tambah Akila
Akila menuju ke tempat tersebut dan sesampainya di sana Akila menemukan sebuah tumpukan kayu yang terbakar, Akila semakin yakin bahwa tadi anak tersebut di bawa kesini oleh penculiknya, dan tiba tiba saja handphone Akila bergetar menandakan ada pesan yang masuk, Akila mengambil handphonenya dari saku dan melihat siapa yang mengiriminya pesan, ternyata orang tersebut adalah anak buah Elina, Akila segera membuka pesan tersebut dan membaca tulisan yang tertera pada pesan tersebut “ Benar Non, itu adalah gelang milik anak perempuan itu ” ujar anak buah Elina dalam pesan tersebut
Ingatan yang di berikan oleh Michel adalah ingatan dimana Akila yang dulu pernah di sekap di gedung tersebut di selamatkan oleh kakaknya, mereka pun melarikan dari para penculik tersebut tanpa sepengetahuan mereka, pada saat itu sudah malam Akila di bawa oleh kakanya ke danau yang terletak jauh di belakang bangunan bangunan tersebut, jika mereka nekat untuk pergi sekarang, mereka akan mudah tertangkap kembali jadi kakaknya memutuskan untuk bersembunyi sementara dan pergi dari sini saat matahari sudah menampakkan dirinya
Dari situlah Akila berfikir bahwa mungkin saja anak perempuan tersebut ada di sana, Akila pun pergi kesana untuk memeriksanya dan benar saja apa yang dia fikirkan, setelah itu Akila segera kembali ke rumah Elina sebelum teman temannya mengetahui bahwa dirinya pergi