99 Day'S

99 Day'S
Kepercayaan (part 2)



Akila yang tersadar dari lamunannya segera mematikan panggilan tersebut dan berkata “ Ah itu, Elina mencari cari kunci ruangan, tetapi sama sekali tidak menemukannya jadinya dia menyuruhku untuk mencarinya disini ” jelas Elina, Jazztin pun berkata “ Ah… kunci itu… ” belum sempat dia memberitahukan tiba tiba saja ada seseorang yang menelponnya, Jazztin pun mengangkat panggilan tersebut, dan tak lama setelah Jazztin mengangkatnya handphone Akila bordering, Akila pun mengangkat panggilan tersebut, “ Baiklah, aku akan kesana ” ujar Akila, Akila pun mengakhiri panggilan tersebut


“ Aku mau bicara ” ujar Akila dan Jazztin bersamaan, Jazztin pun berkata “ Kau dulu ”, Akila pun menberitahukan kepada Jazztin bahwa dirinya akan pergi keluar, Jazztin pun juga berkata bahwa dirinya akan keluar, Jazztin pun menawarkan Akila tumpangan tetapi Akila menolaknya, setelah mendapatkan izin dari Jazztin, Akila pun pergi ke kamarnya dan bersiap siap, setelah selesai Akila memesan taksi dan keluar dari gedung apartement, Akila menuju ke markas Elina


Seperti biasa Akila meminta sopir taksi tersebut menurunkannya di jalan raya, setelah membayar taksi tersebut Akila berjalan di gang gang, sesampainya di depan rumah yang sederhana Akila berhenti dan melihat kanan kirinya untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mengikutinya, setelah merasa aman Akila pun masuk ke rumah tersebut dan menuju ke ruangan bawah tanah rumah tersebut


“ Bagaimana? ” ujar Elina setelah melihat Akila yang berjalan menghampirinya, Akila menggelengkan kepalanya dan membanting tubuhnya di sofa ruangan tersebut, “ Tapi tadi Jazztin sempat bilang begini, Ah… Kunci itu, belum sempat dia beritahu handphonenya berdering duluan, sepertinya dia tau kuncimu dimana ” ujar Akila panjang lebar, setelah berbincang lama mereka pun akhirnya sepakat bahwa Akila harus mencari kunci tersebut di kamar Jazztin


Sementara itu setelah panggilan tersebut berakhir, Nindy segera pergi dari gedung apartement Rafael dan pergi ke gedung apartementnya, setelah beberapa lama akhirnya dia sampai, dia langsung menuju ke kamar apartementnya dan menemui seseorang yang menelponnya tadi, “ Apa yang ingin kau bicarakan? ” ujar Nindy setelah memasuki kamar apartementnya, “ Dia benar benar sudah keluar dari penjara, kita harus berhati hati ” ujar orang tersebut, Nindy pun menganggukan kepalanya mengerti, setelah itu dia berjalan ke arahnya dan duduk di depannya


 “ Tidak usah banyak basa basi, sebenarnya apa yang kau inginkan ” ujar Jazztin setelah sampai ke tempat pertemuannya dengan Nindy, Nindy tidak meresponnya dan lebih memilih untuk memesan minuman dan dia pun berkata “ Santailah, lebih baik pesanlah terlebih dahulu ”, Jazztin pun mau tidak mau memesan minuman di café tersebut, “ Bagaimana pencarianmu tentang Akila? ” ujar Nindy setelah Jazztin selesai memesan dan pelayannya sudah pergi, “ Kenapa aku harus memberitahukanmu? ” ujar Jazztin dengan dingin


Tak lama kemudian pesanan mereka pun telah sampai, “ Bagaimana jika Elina, Rafael dan juga Akila telah lama mengenal dan juga mereka menyembunyikan kebenarannya darimu ” ujar Nindy dengan mengaduk aduk minuman di depannya, setelah mengatakan hal tersebut Nindy melihat ke arah Jazztin, “ Kau pikir mereka akan seperti itu ” ujar Jazztin meremehkan, Nindy pun berkata “ Apakah kau tidak curiga?, ini sudah berapa lama kau meminta Rafael untuk menyelidiki tentang Akila tetapi sampai sekarang belum menemukannya ”


“ Setahuku Rafael bisa sangat cepat menyelidiki hal tentang Akila sampai sedalam dalam apapun dalam kurun waktu 1 hari, tetapi lihatlah sekarang sudah berapa hari Rafael belum juga menemukannya ” tambah Nindy, Jazztin mulai terpengaruh dengan perkataan Nindy, dia pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang