
Di sisi lain Akila pergi ke langit untuk menemui utusan Tuhan, disana Akila
“ Kamu tau apa akibat dari kecerobohanmu Akila ” ujar orang tersebut
“ Ini tugas terakhirmu Akila, jangan membuat kesalahan ” tambah orang tersebut
“ Aku tau maafkan aku, aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi ” ujar Akila
“ Baiklah, tapi kamu tetap akan mendapat hukumanmu Akila ” ujar orang tersebut
“ Aku akan menerima apapun hukumannya ” Ujar Akila
Akila mendapatkan hukumannya yaitu dia tidak akan bisa menggunakan sayapnya selama 10 hari dan waktu Akila di dunia itu hanya tinggal 97 hari lagi, setelah mengetahui hukumannya Akila kembali ke tempat Jazztin, dia pun menghampiri Jazztin, di sana di tempat Jazztin tidak ada siapapun dengan kesempatan tersebut Akila pun menemui Jazztin.
“ Bagaimana keadaanmu? ” ujar Akila dengan dingin
“ Seperti yang kau lihat, kau khawatir dengan keadaanku, tadi malam aja kamu sampai menangis ” ujar Jazztin
“ Aku tidak khawatir, hanya saja yang membuatmu menjadi seperti ini adalah salahku, jadi jika kau kenapa napa aku yang akan di salahkan, ngerti ” ujar Akila
“ Baiklah baiklah, karna aku sudah menyelamatkan nyawamu, kamu harus membalasnya ” ujar Jazztin
" Nyawaku kau bilang Jazztin, nyawaku saja sudah tidak ada bagaimana bisa kau bilang kalau kau menyelamatkan nyawaku " batin Akila
“ Apa yang harus aku lakukan untukmu? ” tanya Akila
“ Kau harus merawat hingga aku sembuh dan melakukan aktivitas seperti biasanya, bagaimana bisa? ” ujar Jazztin
“ Kenapa kau tidak minta tolong sama pacar kamu, bukankah wanita di apartement waktu itu pacar kamu ” ujar Akila
“ Aku sudah putus dengannya di waktu itu, dia sudah membohongiku, udahlah jangan membahasnya ” ujar Jazztin
“ Baiklah ” ujar Akila
“ Bagaimana? ” tanya Jazztin sekali lagi
“ Baiklah aku akan merawatmu, tapi hanya sampai kamu sembuh, Ok ” ujar Akila
Setelah Akila menjawabnya Jazztin langsung mengambil Handphonenya dan menelpon ibunya dan berkata bahwa ibunya tersebut tidak perlu merawatnya lagi karana ada seseorang yang akan merawatnya, ibunya Jazztin sebenarnya ingin tau siapa seseorang yang dimaksud Jazztin, tapi menunggu Jazztin berkata jujur sendiri kepadanya.
Setelah beberapa hari Jazztin dirawat akhirnya dia diperbolehkan pulang, Akila pun mengantarnya pulang ke apartementnya, sesampainya di apartement Akila menopang tubuh Jazztin dengan tujuan membantu Jazztin berjalan menuju kamar, setelah sampai Akila pun membaringkan tubuh Jazztin di ranjangnya dan ingin pergi
membuat makanan untuk Jazztin karna dia tau bahwa sebelum Jazztin pulang dia belum makan apapun.
“ Mau kemana? ” ujar Jazztin
“ Aku akan membuatkan makanan untukmu, jadi jangan bergerak dan jangan kemana mana ” ujar Akila
Setelah mengatakan perkataan tersebut Akila pun pergi meninggalkan Jazztin sendiri dikamarnya, setelah selesai membuatkan makanan dia pun mengantarnya ke kamar Jazztin, dia juga menyuapi Jazztin, setelah selesai dan malam pun tiba Akila memutuskan akan pergi tetapi Jazztin menghentikannya.
“ Kamu mau kemana? ” tanya Jazztin
“ Ya mau pulang lah, kan udah malam ” ujat Akila
“ Jangan pulang menginaplah disini sampai aku sembuh ” ujar Jazztin
“ Apa, menginap disini? ” ujar Akila dengan terkejut
“ Iya, kamu bisa tidur di kamar yang satunya, aku mohon mau ya, menginap di sini sampai aku sembuh saja ” ujar Jazztin dengan memohon
“ Baiklah, sampai kamu sembuh saja setelah itu aku akan pergi ” ujar Akila
“ Ok, makasih Akila ” ujar Jazztin
“ Iya ” ujar Akila