99 Day'S

99 Day'S
Kenapa, La?



Michel yang mendengar hal tersebut membulatkan matanya terkejut, “ Aku benar benar salah berfikir tentang dirimu Jazztin ” ujar Michel, “ Sekarang aku mengerti apa yang ingin Tuhan tunjukkan kepada Akila ” batinnya setelah dia mengucapkan kata kata kepada Jazztin, Michel pun bertanya “ Sekarang, apa yang kau inginkan dariku? ”


Ke esokkan harinya, Jazztin bangun dari pingsannya dan yang pertama kali dia lihat adalah Akila yang tertidur dengan tangannya yang memegang tangan Jazztin, di saat Jazztin ingin menarik tangannya tiba tiba saja Akila terbangun, “ Apakah aku membangunkanmu? ” tanya Jazztin, Akila pun menjawab “ Tenang saja, aku tidak sepenuhnya tidur tadi ”, “ Aku akan memanggil dokter ” tambah Akila, Akila pun keluar dari kamar inap Jazztin dan pergi untuk memberitahu dokter bahwa Jazztin sudah siuman, tak lama setelah Akila pergi datanglah kedua orang tua Jazztin dan juga ada Elina serta Rafael


Jazztin bingung siapa yang memberitahukan bahwa dirinya ada di rumah sakit kepada kedua orang tuanya, ibunya Jazztin mendekatinya dan berkata “ Kau tidak apa apa? Bagaimana bisa kau masuk ke rumah sakit? ”, Jazztin hanya menanggapinya dengan senyuman dan gelengan kepala, dan Jazztin pun meminta Elina untuk mendekat kepadanya, saat Elina sudah berada di dekatnya, Jazztin pun berkata dengan berbisik “ Apakah kau yang memberitahu kepada kedua orang tuaku? ”, Elina hanya menanggapinya dengan menggelengkan kepalanya


Tiba tiba saja ada seseorang yang membuka pintu dan berkata “ Aku yang memberitahu kedua orang tuamu ”, semuanya terkejut kecuali ibu Jazztin yang tidak tau apa apa, Rafael pun bertanya “ Kenapa, La? ”, “ Maaf Jazztin, aku tidak ingin melibatkanmu lebih jauh lagi ” ujar Akila, dan seorang dokter pun masuk ke dalam ruangan Jazztin untuk memeriksa keadaan Jazztin, setelah selesai dokter tersebut pun keluar dari ruangan Jazztin dan hanya menyisakan Jazztin yang berada di atas bangkar, kedua orang tua Jazztin, Akila, Rafael dan juga Elina


“ Bukankah kau sudah berhasil, aku sama sekali tidak ada niatan untuk membunuhvdiriku sendiri ” ujar Jazztin, Rafael pun berkata kepada Jazztin “ Jika kau tidak ada niatan untuk membunuh dirimu sendiri, lalu kemarin, kenapa kau loncat dari atap hah? ”, “ Memang dari awal aku ingin melakukannya tapi aku merubah pikiranku dan ingin terus ada di dunia ini, itu kan mau mu La ” ujar Jazztin dengan tersenyum miris, “ Setelah aku mengetahui bahwa Akila sudah tiada, aku merasa sangat hancur, aku sangat mencintaimu Akila, aku merasa sangat tidak pantas di muka bumi ini karena aku tidak bisa melindungi seseorang yang aku sanyangi, aku malu pada diriku sendiri, aku ingin bersamamu Akila, aku ingin hidup bersamamu, aku tidak bisa hidup tanpa dirimu Akila, aku tidak bisa ” jelas Jazztin di selingi dengan air matanya yang mengalir


Akila yang berada di samping Jazztin, memeluknya dari samping dengan tujuan untuk menenangkannya