99 Day'S

99 Day'S
Kunci



Elina pun mengerutkan dahinya, dan anak buahnya tersebut pun berkata “ Ada salah satu laci yang terkunci, saya mencari cari kuncinya tetapi sama sekali tidak menemukannya ” ujar anak buah tersebut, " Kunci? " pikir Elina, “ Kau boleh pergi ” ujar Elina, anak buah tersebut pun pergi meninggalkan Elina di sana sendirian, Elina terus berpikir dimana dia meletakkan kunci yang pernah di berikan papanya kepadanya, dia pun pergi ke kamarnya dan mencari kunci tersebut di kamarnya, Elina mengacak acak kamarnya tetapi dia sama sekali tidak menemukannya, dia pun menyuruh pembantu untuk membereskan kamarnya dan Elina pergi ke apartement Rafael


Sementara itu Rafael dan Nindy sedang menonton drama di TV, di sela sela menonton Nindy bertanya kepada Rafael “ Apa kau tau dimana Elina? ”, Rafael yang mendengar pertanyaan tersebut refleks menoleh ke arah Nindy, Nindy pun mengangkat alisnya, Rafael pun berkata “ Apa kau lupa, Elina ada di penjara ”, Nindy pun tersenyum dan melanjutkan nontonnya, dan tiba tiba saja ada seseorang yang menelponnya, Nindy mengambil handphonenya dan melihat siapa yang menelponnya


Setelah mengetahui siapa yang menelponnya, Nindy berdiri dari duduknya dan berjalan sedikit menjauh dari Rafael setelah itu mangangkat panggilan tersebut, “ Cepatlah pulang, ada yang ingin aku bicarakan denganmu ” ujar seseorang di seberang sana setelah panggilan tersebut tersambung, dan setelah mengatakan hal itu seseorang tersebut segera mengakhiri panggilan tersebut, Nindy pun mengambil tasnya dan berkata kepada Rafael “ Aku mau pulang, udah malam soalnya ”, Rafael pun berkata “ Ingin aku antarkan ”, Nindy hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum, Nindy pun pergi dari apartement Rafael


Dan tak lama kemudian ada seseorang yang masuk ke dalam apartement Rafael, Rafael pun melihat ke arah pintu dan ternyata yang datang adalah Elina, Elina pun berjalan ke kamarnya dan meninggalkan kakaknya begitu saja di ruang tamu tanpa berkata apapun, Rafael heran dengan perilaku adiknya pun hanya menghembuskan nafasnya dan kembali bermain handphonenya


Rafael pun membantu Elina mencari kunci tersebut di kamarnya tetapi mereka sama sekali tidak menemukannya, Elina dan Rafael pun menuju ke ruang tamu setelah membereskan kamar Elina, Elina pun melempar tubuhnya ke sofa yang ada di ruangan tersebut dengan menghembuskan nafasnya, Rafael pun memberikan minuman ke Elina, Elina pun menerima minuman yang kakaknya berikan kepadanya


Elina terus saja berpikir dimana dia meletakkan kunci tersebut, Rafael pun duduk di samping Elina dan bertanya kepada Elina “ Memangnya kenapa dengan kunci itu? ”, Elina pun menjawab “ Aku akan menunjukkannya setelah mendapatkannya ”, “ Baiklah ” ujar Rafael, Rafael pun meneguk kembali minumannya, sementara itu di saat Jazztin ingin tidur, dia meletakkan handphonenya di meja dekat dengan tempat tidurnya, tetapi dia tidak sengaja menjatuhkan sesuatu, Jazztin pun mengambilnya “ Aku akan kembalikan ini kunci ke Elina setelah dia kembali ” ujar Jazztin sambil melihat kunci tersebut dan dia pun menyimpan kunci tersebut