360 DAYS

360 DAYS
lomba



Terimakasih yang sudah berkenan mampir yaa..🥰


.


.


.


Lanjut..


Hari ini lomba mata pelajaran sedang berlangsung di gedung Dinas Pendidikan. Pagi tadi, Aku mengantar Murid- muridku untuk bertempur di medan perang😅 menggunakan minibus sekolah. Ya, Kepala Sekolah memintaku untuk mendampingi anak- anak. Entahlah, akhir- akhir ini Kepala Sekolah lebih sering memberi tugas di luar mengajar kepadaku di bandingkan kepada Guru lain.


"Menang kalah soal biasa, yang terpenting adalah kalian menunjukkan usaha terbaik kalian.. oke?". Aku menyemangati murid- muridku sebelum mereka turun dari minibus, Mereka mengangguk.


"Iya Pak.. Bismillah". Ucap mereka kompak. Aku tersenyum, dan mempersilahkan mereka keluar minibus. Aku ikut turun dan mengantar hingga memasuki gedung.


Aku bertemu dengan beberapa rekan guru dari SMA lain yang juga sedang mengantar murid- muridnya. Kami berbasa- basi sebentar, terutama soal persiapan Ujian Nasional di Sekolah masing- masing.


Saat ini Aku sedang duduk di Ruang tunggu, di luar gedung. Waktu lomba sudah selesai beberapa saat yang lalu, Aku masih menunggu kedatangan Murid- muridku. Tak berselang lama, kulihat Irene menuju ke Arahku, disusul muridku yang lainnya. Mereka tampak berbincang, kulihat Irene tersenyum malu- malu.


'Ada apa dengan anak itu, kenapa sering sekali senyum malu- malu?' tanyaku dalam hati.


"Sudah selesai Pak". Alfi berkata padaku.


"Kita tunggu yang lainnya ya, atau mau ke minibus dulu juga boleh.. silahkan..". Aku mempersilahkan mereka jika ingin pergi ke minibus dahulu. Alfi melirik ke arah Irene, seperti meminta persetujuannya. Dan anak itu mengangguk samar.


"Baik pak.. Kami permisi ke minibus dulu yaa". Mereka berduapun berlalu dari hadapanku.


***


"Hasil lomba akan dikirim kan ke sekolah beberapa hari mendatang, semoga sekolah kita menjadi juara yaa.. Supaya bisa mewakili Kabupaten di tingkat Provinsi..". Aku berkata pada murid- muridku, begitu minibus mulai meninggalkan gedung Dinas Pendidikan.


"Iya Pak.. Semoga juara semua.. aammiiiiin"


"Amiiiiin". Mereka kompak mengaminkan doa yang keluar. Aku tersenyum, apapun hasilnya semoga itu yang terbaik. Sekolah tempatku mengajar ini, setiap tahun ikut berpartisipasi dalam lomba, dan selama Aku mengajar di sekolah, beberapakali sekolah memenangkan lomba itu, ya walaupun tidak semuanya menang.


"Pak, nanti berhenti di Raja Bakso ya..". Aku berkata pada sopir minibus. Sopir itu mengangguk sambil tetap fokus mengemudi.


Mendengar apa yang Aku katakan ke sopir, Wajah Murid- muridku terlihat sumringah sekali. Hahaa.. Setelah berpikir keras, bukankah lebih baik mengisi perut?😁


Sopir minibus berhenti tepat di parkiran tempat makan yang tadi Aku minta. Semua dengan semangat turun dari minibus dan menunggu ku untuk masuk lebih dahulu. Aku menemui penjual bakso dan memesan sepuluh porsi. Semua sudah duduk di tempat masing- masing, menunggu makanan siap.


Aku duduk bersama sopir minibus di meja kecil yang berada di tengah ruang, sedangkan murid- muridku duduk berjejer di meja panjang yang menempel di tembok. Kami mulai menikmati bakso yang disajikan kang bakso. Tak diragukan, memang rasanya enak, dari dulu tidak pernah beru ah cita rasanya. Aku, Ayah, dan Ibu sering kemari bersama, terutama jika Aku telah mendapatkan gaji. Hehee,


Mobil minibus sudah memasuki parkiran sekolah, Kami semua turun. Anak- anak berhambur, menuju kendaraan masing- masing. Di tempat parkir, hanya menyisakan beberapa kendaraan. Jam pulang sekolah sudah berlalu sejam yang lalu. Sebelum memasuki kantor, Aku sempat melirik Irene yang terlihat berjalan ke luar gerbang.


'Apa anak itu jalan kaki?' Tanyaku.


Aku memasuki kantor, masih ada beberapa rekan guru yang belum pulang. Aku menyapa mereka sebentar, sebelum mengambil tas kerjaku, dan beranjak keluar kantor.


"Saya pulang dulu Pak Bu..". Aku pamit ke Rekan kerjaku.


"Iya pak, silahkan.." Jawab mereka.


Aku berlari kecil menuju motorku, segera ku nyalakan dan ku lajukan motor meninggalkan gedung sekolah. Aku memperlambat laju motorku, saat melihat di depan sana Irene sedang berjalan. Kakinya melangkah dengan ringan. Aku membunyikan klakson, Anak itu terlonjak kaget, dan berhenti. Wajahnya terlihat kaget saat melihat ku yang berhenti di sisi nya.


"Ayo ikut, biar Saya antar sampai tempat angkot mangkal". Tawarku. Dia terlihat berfikir sejenak.


"Saya sedang menunggu Kakek saya menjemput Pak.. Terimakasih..". Tolaknya halus.


"Biasanya pulang sekolah dijemput kakek?". Aku bertanya,


"Tidak juga Pak.. Kalau pulang terlalu sore atau sedang ke rumah Bibi saja". Jawabnya. Aku manggut- manggut, mengerti.


Beberapa menit kemudian Aku berhenti di pertigaan. Irene turun dari motor, dan mengucapkan terimakasih.


"Sama- sama, Bapak duluan ya.."


"Iya Pak, hati- hati". Dia tersenyum dan Aku membalasnya. Aku kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah.


***


Aku sudah membaca hasil perlombaan tempo hari, 3 murid berhasil mendapatkan juara pertama, sedangkan 5 murid lainnya belum masuk dalam kategori, tetapi mereka sudah melakukan yang terbaik, terbukti mereka berada di urutan empat dan lima.


Kepala sekolah nampak senang dengan hasil dari perlombaan, Akupun turut senang, terutama karena dua murid yang juara pertama mengikuti lomba mapel yang ku pegang, Matematika. Pemberian tropi dan piagam akan dilakukan esok hari, masih di gedung yang sama, gedung Dinas Pendidikan.


Di jam istirahat, Aku memanggil salah seorang murid, Aku memintanya memanggil siswa yang juara 1 untuk masuk ke ruang Kepala Sekolah. Beberapa saat kemudian 3 murid itu masuk ke dalam Ruangan Kepala sekolah yang masih berada di dalam Ruangan Guru namun terpisah sekat, Aku ikut masuk, karena tadi Kepala Sekolah mengatakan demikian.


"Selamat untuk kalian yaa, Bapak sangat bangga dengan prestasi kalian..". Kepala Sekolah mulai berbicara. Beliau menjelaskan bahwa Mereka akan mewakili Kabupaten untuk berlomba di tingkat Provinsi, bersaing dengan Kabupaten lain. Dan Beliau berharap mereka bisa berusaha lebih keras lagi. Dan mendoakan kesuksesan mereka.


"Iya Pak, bismillah, mohon bimbingannya selalu". Azka berkata mewakili dua murid yang lainnya.


"Jangan lupa besok berangkat lebih awal ya.. supaya nanti jam 7 kita sudah berangkat ke Gedung Dinas pendidikan". Aku mengingatkan ketiganya. Dan mereka mengangguk, kemudian keluar dari Ruangan Guru.


Aku:


Selamat yaa.. Bpk bangga kamu bisa mendapatkan juara 1.. Terus semangat belajar untuk lomba selanjutnya👍


Pesan TERKIRIM🆗️


Aku menyimpan kembali Hapeku. Aku merasa perlu mengatakan secara pribadi kepada Irene. Aku melihat Anak itu tidak terlalu bersemangat saat memasuki kantor Kepala Sekolah tadi.


.


.


.


Ada apa dengan dia?


.


.


.


(Aku penasaran juga Pak, Irene kenapa yaa kok nggak bersemangat.. Biasanya kan kalo ada Bapak pasti senyum malu- malu ya Pak? Coba Bapak tanya😁)


.


.


.


BERSAMBUNG