
Minggu ini memasuki minggu terakhir menjelang acara pagelaran busana di Paris university, acara yang akan di selenggarakan bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun kampus.
Hari hari terakhir menjelang hari pertunjukan, Vanya tampak lebih fokus dan serius menghabiskan waktunya di dalam gedung rahasia milik Merry yang kini lebih mirip basecamp trio besti, Zee, Merry dan Vanya.
Sesekali Zee akan menelpon memastikan apakah Vanya sudah makan apa belum. Perhatian perhatian kecil mengeratkan ikatan keduanya.
Zee sudah menyelesaikan massa magang nya di anak perusahaan Sanders company. Dan sama seperti sang istri Zee saat ini disibukkan dengan melanjutkan membuat skripsi akhir.
Zee jarang ke kampus karena ingin fokus mengerjakan tugasnya di apartemen saja. Selain itu Zee sengaja tidak ke kampus karena ingin menjauhi Sabrina.
Tempo hari Zee menemui Sabrina di sebuah kafe, disiang hari saat Vanya masih di kampus. Tanpa basa basi dan tidak mau mendengar alibi dari Sabrina dengan tegas Zee mengakhiri hubungan mereka yang semakin lama semakin beracun dan tidak sehat.
Sabrina hanya bisa menerima apa keputusan Zee setelah gagal membujuk , apalagi saat Zee mengatakan jika dia mengetahui semuanya. Kecelakaan tempo hari bukanlah karena rem blong namun Sabrina yang sengaja merencanakan, laporan dari anak buah yang di utus uncle Clark untuk menyelidikinya menemukan beberapa fakta dan barang bukti jika selama ini Sabrina tidak sebaik yang selalu terlihat di hadapan Zee.
Sabrina menerima keputusan Zee dengan rasa kesal namun juga menyadari jika itu semua memang kesalahan nya, maka sejak hari itu juga dan seterusnya Sabrina berjanji akan menjauh dari kehidupan Zee.
Hari hari berjalan baik seperti biasanya, seperti sekarang ini misalnya, Zee bertolak ke kampus usai menyelesaikan beberapa lembar bahan skripsinya.
Sengaja juga Zee membawakan makanan untuk Vanya yang saking fokus menyelesaikan desain gaun sampai melewatkan waktu makan siang.
"Taruh dulu baby, sekarang temani aku makan , lapar.." ucap Zee yang berdiri menghampiri Vanya setelah meletakkan beberapa plastik berisi makanan hangat .
"Sedikit lagi ya , biarkan aku selesai memasang manik manik di bagian ini dulu." jawab Vanya tanpa mengalihkan perhatian pada gaun yang terpasang di manekin di depannya.
Rambut panjang Vanya di kuncir sanggul asal, namun entah kenapa itu membuat kesan sensual tersendiri dan Zee menyukai penampilan sang istri yang sedikit berantakan.
"Kamu terlihat menggemaskan baby.." ucap Zee sambil melingkarkan tangan di perut Vanya dan wajah mendusel di ceruk leher,
Cium cium gemas membuat Vanya sampai terkekeh geli.
"Aku mau makan, suapi.." rengek Zee yang kemudian memaksa Vanya meletakkan semua alat tempur ala desainer di atas meja lalu dengan satu gerakan kuat Zee menggendong tubuh sang istri agar mau makan dengannya.
"Astaga , gak begini juga dong Zee." ucap Vanya tanpa menolak saat Zee mendudukkan tubuhnya di atas pangkuan.
Akhirnya dengan posisi Vanya duduk di pangkuan Zee , dengan telaten Vanya menyuapi bayi besarnya dan gantian si bayi besar menyuapi istrinya.
Adegan romantis yang kebetulan tidak ada orang lain yang melihat. Hanya ada Zee dan Vanya di dalam base camp.
Selesai makan dan tidak hanya cukup untuk sekedar makan siang bersama karena setelah itu tampak keduanya kembali memadu jalinan kasih lewat sentuhan tubuh yang menggelora.
Hingga hari menjelang sore, tubuh keduanya sama sama terkulai lemas dengan nafas terengah engah dengan senyum puas satu sama lain.
"Mau gimana lagi, aku gak bisa kalau sehari saja tidak menyentuh kamu baby.." jawab Zee yang kemudian menarik tubuh Vanya ke dalam dekapan.
Dua tubuh yang sama sama polos berkeringat itu tampak beristirahat diatas sofa.
Sampai menjelang malam, Zee dan Vanya belum juga keluar dari base camp. Zee sengaja menunggui sang istri yang kekeuh harus menyelesaikan malam ini juga memasang manik manik pada gaun rancangannya.
Zee membantu membawakan wadah kecil berisi pernik pernik yang dibutuhkan Vanya , sedangkan Vanya kembali larut dalam mode seorang desainer yang ingin menyempurnakan gaun rancangannya.
Lewat pukul setengah sebelas malam Zee dan Vanya baru keluar dari kampus. Selanjutnya mereka berdua hendak pulang ke apartemen menggunakan mobil yang selalu di gunakan oleh Zee.
Beberapa hari kemudian..
Akhir pekan yang ditunggu akhirnya tiba, sebuah aula di dalam gedung kampus disulap layaknya ajang pagelaran fashion show dimana bersamaan dengan acara perayaan hari ulang tahun Paris university.
Setiap fakultas akan menampilkan pertunjukan terbaik mereka, dan kebetulan fakultas Desain dan tata busana di handle oleh Merry dan tim.
Sejak siang hari para murid sudah mulai berdatangan, undangan terbuka untuk semua murid tanpa kecuali.
Saling mendukung fakultas masing masing dan fakultas lain. Suasana tampak meriah dan ramai stand stand berjejer menjajakan aneka makanan dan minuman, dekorasi yang meriah menjadi spot foto yang unik nan esthetic.
Zee senantiasa mendampingi Vanya di belakang panggung dimana saat ini Vanya akan menampilkan gaun hasil rancangan yang berhasil terpilih dalam kelas tata busana beberapa minggu yang lalu.
Gugup sudah pasti, Vanya tak henti hentinya menarik lalu menghela nafas. Baru pertama kali dalam hidupnya akan tampil di hadapan banyak orang dengan gaun hasil rancangannya.
"Jangan gugup baby, semua pasti akan baik baik saja." ucap Zee yang mengusap punggung tangan Vanya agar tidak gugup.
"Apa menurutmu gaun ini bagus ? apakah ada yang kurang atau justru berlebihan ? aku pantas gak sih pakai gaun ini Zee ?" Vanya gugup sampai mengucapkan kalimat kalimat tak berarti.
Cup~ satu kecupan mendarat di bibir Vanya, kecupan yang lembut dan dalam.
Satu kecupan yang mampu membuat Vanya lebih bisa tersenyum tenang.
Sedangkan di atas panggung sana tampak Merry melakukan koordinasi terakhir dengan para tim nya tentang pertunjukan yang aka digelar sebentar lagi.
"Semua sudah oke dan sekarang kita hanya harus berdoa supaya diberikan kelancaran dan kemudahan dalam pagelaran busana yang akan kita tampilkan dihadapan para murid, rektor,dosen pembimbing dan para perwakilan pemegang saham. Aku berharap salah satu dari desain yang kita tampilkan akan terpilih dan akan di produksi secara masal dan dipasarkan tidak hanya pasar domestik tapi juga internasional, SUKSES UNTUK HARI INI !!" teriak Merry menyemangati.
"SUKSES UNTUK HARI INI !!!" teman teman tim yang lain mengikuti.
Waktu terus berputar, jam di dinding secara perlahan namun pasti mulai berputar ke arah waktu yang menunjuk pukul setengah tujuh dimana pagelaran acara perayaan akan dimulai dan sampai menjelang tengah malam akan diakhiri dengan peluncuran kembang api .