ZeeVanya

ZeeVanya
Bab 14 Pertengkaran kecil di kamar Vanya



Sinar matahari mulai tinggi menyingsing menghangatkan bumi, Vanya yang sudah terbangun sejak subuh tadi tidak menemukan keberadaan Zeevan di ruang tivi.


"Kemana pria bule itu, masa iya dia bangun lebih pagi dari aku. " gumam Vanya yang menelisik ruang tivi yang masih rapih seperti terakhir dipakai.


Tak mau ambil pusing Vanya gegas mandi karena setelah ini dia harus menyiapkan sarapan kemudian berencana untuk menengok makam kedua orang tua.


Sesi mandi pagi Vanya cukup singkat, hanya sepuluh menit dan kini Vanya melangkahkan kaki menuju kamarnya untuk memakai baju.


Handuk besar yang melilit dari batas dada sampai diatas lutut, Vanya melenggang biasa saja karena mengira di dalam rumah hanya ada dia seorang.


Masih terlalu pagi memang, semua lampu sudah dipadamkan dan tanpa merasa aneh sedikitpun Vanya langsung menuju ke lemari pakaiannya tanpa melihat sosok yang berada di kasurnya.


Meski kondisi agak gelap tapi Vanya yang sudah hafal letak pakaian didalam lemari tidak mengalami kesulitan saat meraih satu per satu kain yang dibutuhkan untuk dia pakai.


Brug~ suara handuk yang dilepas begitu saja hingga teronggok sembarang di lantai.


Vanya melepaskan handuk besar itu seperi biasa dan mulai memakai satu persatu kain yang akan menutupi satu persatu bagian tubuhnya.


Posisi Vanya menghadap ke lemari jadi dia tidak tahu jika saat ini Zeevan menatap tanpa kedip pertunjukan bu gil di hadapannya.


Zeevan terbangun saat mendengar Vanya membuka lemari, namun Zeevan memilih untuk tetap pura pura tidur karena tidak ingin mengejutkan vanya kalau dia tidur di kamar sang istri tanpa permisi.


Sesuai sekali dengan namanya, Vanya si gadis kecil. Bodynya pendek dadanya rata dan Hhmm kecil semua hahahaaa... Zeevan tertawa dalam hatinya puas sekali dia menghina tampilan fisik Vanya yang memang begitu hee.


Setelah satu persatu kain dipakai untuk menutupi setiap bagian tubihnya kini tersisa kain terakhir yang akan Vanya kenakan yaitu sebuah kaos berwarna putih lengan panjang.


Vanya sengaja mengenakan pakaian lengan panjang untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya.


Begitu Vanya membalik badan hendak merapikan penampilan dan mematut diri di cermin, sontak kedua netra Vanya melotot terkejut dan berteriak,


"ZEEVAN !!!!!"


Vanya berteriak lantang sambil mengambil ancang ancang untuk menyerang Zeevan yang masih pura pura tidur.


Dalam hati Zeevan bergumam jika dirinya tidur pasti tidak akan dipukul. Sayangnya gumaman Zeevan tidak sesuai kenyataan karena saat ini Vanya dengan sekuat tenaga menarik membangunkan paksa pria yang secara kurang ajar berani tidur di atas kasurnya.


"Bangun !!! berani sekali kamu tidur diatas kasurku, BANGUN !!" oceh Vanya sembari mengeluarkan tenaga lebih kuat sehingga,


BRUGH !!


Zeevan jatuh terguling dari atas kasur mendarat di atas lantai cukup keras.


"Astaga Vanya !! kamu ini perempuan apa monster sih, tenagamu gak sesuai dengan postur tubuhmu ." Zeevan bangkit dari jatuhnya sambil mengusap bo kong yang sempat mencium lantai dengan keras.


Kini keduanya kembali berdiri berhadapan, Vanya dengan nafas kembang kempis tak teratur menahan marah sedangkan Zeevan yang pura pura tidak terjadi apa apa.


Netra keduanya saling beradu, sungguh tampak sekali sorot kesal dari Vanya saat menatap sosok Zeevan yang sangat dia benci.


"Siapa yang ijinkan kamu tidur dikamar ini hahh !!" suara Vanya terdengar emosi.


"Gak ada, aku hanya mencari tempat yang lebih nyaman untuk tidur selain karpet kotor di ruang tivi. " jawab Zeevan santai sambil hendak melangkahkan lagi kakinya hendak duduk diatas kasur saat..


"Jangan !!!" Vanya menarik kasar lengan Zeevan yang hampir mendaratkan bo kong nya.


"Jangan berani berani lagi tidur di kamarku, KELUAR !!" Vanya mencoba menarik paksa tangan Zeevan agar ikut dirinya keluar dari kamar.


"Jangan tidur dikamarku, aku gak suka dan gak kasih ijin !!" jengkel sekali Vanya kala melihat eskpresi muka bantal Zeevan yang menurutnya,


Ganteng tapi menyebalkan !


"Cerewet sekali, lepas !" Zeevan menarik tangannya ingin melepaskan diri dari tarikan tangan Vanya yang sedari tadi .


"Ayo keluar sekarang!! " Vanya menarik lebih kuat hingga keduanya justru tampak saling tarik menarik sampai..


BRUGH !!


Zeevan yang kesal menarik paksa tangannya dengan lebih kuat hingga bukan hanya tangannya yang terlepas dari cengkeraman Vanya justru tubuh Vanya yang lebih kecil ikut tertarik kuat dan keduanya terjatuh bersamaan di atas ranjang.


Dengan posisi Zeevan dibawah dan Vanya diatas tubuhnya, netra keduanya kembali saling beradu hingga Vanya mulai melotot kesal.


Zeevan yang melihat Vanya kesal justru ingin sedikit menggoda dengan tidak melepaskan tubuh Vanya.


"Lepasin!! " Vanya yang berada di atas tubuh Zeevan tampak berontak minta dilepaskan.


Tubuh Vanya merinding karena ini adalah pertama kali bagi dirinya bersentuhan dengan lawan jenis. Selama ini Vanya tidak pernah pacaran, di sekolah juga hanya fokus pada pelajaran.


Vanya adalah seorang kutu buku yang tidak banyak memiliki teman, atau karena Vanya yang justru seringkali merasa minder rendah diri setiap ada teman yang mencoba mengakrabkan diri.


"Vanya, kamu itu gadis kecil yang sangat berisik. Kenapa kamu suka sekali membentak dan marah marah tidak jelas padaku heum ? apa kamu lupa kalau aku ini adalah suamimu ? saat ini aku bahkan berhak melakukan apa yang ingin aku lakukan padamu, istriku... " tatap Zeevan tajam sambil mengeratkan dekapan dan sedikit ekspresi smirk.


"Apa maksudmu hehh , lepasin aku Zee !!" Vanya terus berusaha melepaskan diri, jujur saja Vanya takut membayangkan hal yang tidak tidak.


Saat ini dirinya masih perawan dan pria bule ini bicara tentang hak antara suami dan istri ?


Bayangan bayangan akan hal hal dewasa seketika membuat Vanya semakin panik dan merasa harus segera lepas dari tubuh Zeevan.


Zeevan hanya terkekeh melihat gerakan Vanya yang berusaha lepas darinya, tenaga Zeevan jelas jauh lebih kuat dari Vanya.


Namun entah mengap saat ini tiba tiba ekspresi wajah Zeevan berubah memerah seperti malu atau menahan sesuatu.


Gesekan tubuh Vanya diatasnya membuat sesuatu dalam diri Zeevan bereaksi.


Bagaimana Vanya tanpa sadar menggesek gesek bagian tubuh depannya dan itu tepat mengenai bagian dari kejantanan Zeevan yang..


"Hashh~ sudah sudah nih aku lepasin. " Zeevan melepaskan tangannya begitu saja hingga dalam satu kesempatan Vanya lekas beranjak dari atas tubuh Zeevan dan berlari keluar.


"ZEEVAN BRENGSEK !!!!!" suara marah Vanya terdengar seperti lelucon bagi Zeevan yang saat ini justru tengah kebingungan sendiri meredakan tensi tubuhnya yang sempat tinggi.


Meski Zeevan adalah keturunan bule dengan bawaan budaya barat yang bebas namun, orang tua Zeevan mendidik dengan prinsip pria sejati.


Bagaimana mommy Lucy selalu mengajarkan, jangan jadi pria bajingan yang suka gonta ganti pasangan.


Jangan jadi pria brengsek yang sembarang tidur dengan wanita.


Dan prinsip itulah yang di pegang teguh hingga Zeevan dewasa seperti sekarang ini.


Bagaimana aku melakukan malam pertama dengan Vanya nanti ? dia bukan tipeku dan aku gak ada rasa sama dia. Huft.. Zeevan masih terbaring seperti tadi saat suara Vanya kembali terdengar dari luar kamar.