ZeeVanya

ZeeVanya
Bab 38 Menjebak Zee



Pukul tujuh malam mobil Zee sudah tiba di sebuah tempat yang dijanjikan Sabrina, tanpa keluar dari mobil Zee melambaikan tangan pada Sabrina sang pacar yang malam ini tampil dengan pakaian yang seksi, meski gaun yang dipakai Sabrina panjang sampai betis namun belahan tinggi sampai atas lutut membuat Zee tidak suka karena sang pacar mengeskpose tubuhnya.


Selain itu belahan dada yang rendah membuat payu dara Sabrina seperti ingin melompat keluar. Sabrina memakai ulasan make up yang cukup sensual.


Biasanya Zee tidak mempermasalahkan tapi kali ini entahlah tiba tiba saja Zee merasa tidak suka dengan penampilan Sabrina.


"Kenapa kamu berpakaian seperti itu Bri." tanya Zee singkat saat Sabrina masuk dan duduk di kursi depan.


"Karena ini acara ulang tahun sahabat aku Zee , makanya aku sedikit berdandan dan pakai pakaian yang agak terbuka. Apa kamu tidak suka ? Aku akan ganti jika kamu tidak suka Zee ." tentu saja itu hanya omongan Sabrina saja , karena jika dia harus pulang untuk ganti baju pasti akan membuat Zee lebih lama menunggu dan akan terlambat tiba di tempat pesta.


"Kita bisa terlambat Bri. Maksudku lain kali tolong pakai pakaian yang sopan, aku tidak mau pacar aku mengumbar kemolekan tubuhnya di tempat umum." Zee menyalakan mesin mobil lalu mulai melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju klub tempat pesta diadakan.


Sesekali Sabrina melirik Zee yang tampak fokus mengemudikan mobilnya.


Zee.. malam ini kamu harus jadi milikku.. smirk tipis Sabrina.


Beberapa waktu kemudian..


Mobil Zee sudah terparkir di pelataran salah satu klub mewah kota Paris. Sabrina menggandeng posesif lengan Zee seakan memamerkan pada setiap tamu yang hadir jika mereka pacaran.


Masuk ke dalam klub, Sabrina langsung mengajak Zee menemui sang bestie Anna untuk mengucapkan selamat ulang tahun.


Setelah itu Sabrina membawa Zee menikmati hentakan musik di lantai dansa yang mana banyak sekali tamu pesta menari bebas dengan pasangan masing masing.


Zee tentu saja juga turut larut menikmati irama musik sambil berjoget di tempat, sedangkan Sabrina tampak sengaja meliuk liukkan tubuhnya di depan Zee.


Ya posisi saat ini Sabrina seperti sedang bersandar pada Zee dengan tubuh yang bergoyang sensual seiring hentakan musik.


Sabrina bahkan sampai meraih dua tangan Zee dan meletakkan di pinggangnya, tentu saja Zee tidak menolak karena ini keinginan sang pacar tapi saat ini juga otak Zee tampak berpikir sesuatu, kemana perasaan yang biasanya membuncah saat bersama Sabrina ?


"Come on baby, dance with me closer.." Sabrina membalik tubuhnya dan langsung mengalungkan tangannya di leher Zee.


Netra keduanya saling beradu , sambil tersenyum Sabrina kembali bergoyang meliuk liukkan tubuhnya menempel pada Zee.


Zee sendiri tampak erat meremas pinggang Sabrina yang terus bergoyang seakan sengaja menempel intim pada tubuhnya.


Sabrina meraih tangan Zee yang masih erat bertengger di pinggang untuk berpindah naik tepat ke bagian dada.


Telapak tangan Zee tepat menangkup kedua gundukan kenyal yang besar sampai tidak muat tangan Zee.


Tangan Sabrina terangkat mengalung mengusap rahang keras Zee yang berdiri dibelakangnya.


Sabrina meliukkan tubuh sengaja juga pan tat nya menggesek tepat di batang berurat Zee dibalik celana yang Zee pakai.


Tangan Zee menangkup dua payu dara Sabrina , hanya menangkup tidak lebih. Zee tidak berselera saat ini hingga meskipun seumpama Sabrina bertelanjang didepannya tidak akan membuat Zee tergoda.


Merasa jurus godaannya gagal, Sabrina memilih untuk menyudahi sesi berdansa dan mengajak Zee untuk duduk di salah satu sofa di sudut ruangan klub yang remang remang.


"Aku akan ambilkan minum untuk kita sayang , kamu tunggu disini saja aku akan segera kembali , oke.." Sabrina hendak beranjak tapi sesaat kemudian,


Cup.. Sabrina mencium bibir Zee sekilas tapi dalam. Lalu setelah itu tersenyum yang sengaja dibikin manis dan melangkahkan kaki menuju bartender.


Zee mengetuk ngetuk ujung sepatunya menikmati irama musik yang saat ini menghentak area lantai dansa.


Pandangan Zee nyalang memindai setiap pasangan yang sibuk dengan partner masing masing lalu kembali Zee bersandar pada sofa sambil menunggu Sabrina kembali dari membawa minuman.


Beberapa teman Sabrina tampak menyapa Zee yang sedang duduk sendirian, Zee menolak untuk bergabung dengan teman teman Sabrina yang lain karena merasa Zee tidak cocok dengan circle pertemanan Sabrina.


Bermenit menit berlalu,


"Mocktail rendah alkohol untukmu sayang.." Sabrina kembali dengan dua gelas minuman di tangannya.


Sama sama minuman jenis mocktail untuk satu sama lain.


"Thanks Bri, kamu tahu saja kalau aku gak boleh mabuk agar bisa mengantarmu pulang dan aku juga bisa pulang ke apartemen dengan selamat." ucap Zee menerima satu gelas miliknya sambil tersenyum simpul membalas senyuman Sabrina sang pacar.


Mereka hanya duduk berdua di sofa sudut ruangan sambil menghabiskan minuman di tangan masing masing.


Tanpa di sadari jika..