ZeeVanya

ZeeVanya
Bab 57 Selingkuh



Di tempat lain hari yang sama,


Bukannya mengerjakan skripsi Sabrina justru tengah asik memadu jalinan asmara tubuh bersama Gordon di sebuah apartemen.


Gordon adalah salah satu teman dekat Zee yang pintar dan sering mendapatkan nila sempurna di setiap mata kuliah.


Awalnya Sabrina mendekati Gordon hanya demi memanfaatkan otak jeniusnya untuk membantu mengerjakan setiap tugas kuliah.


Gordon juga yang selalu menjadi tempat keluh kesah Sabrina saat bete dengan sikap Zee yang terlalu menjaga diri dalam setiap kencan.


Disaat teman teman sebaya mereka menghabiskan malam di hotel setelah kencan, Zee justru mengantar Sabrina pulang sebelum pukul sepuluh malam.


Meskipun Zee sangat royal urusan uang namun tidak untuk urusan diatas ranjang , sehingga lambat laun Sabrina yang awalnya cinta mati ke Zee dan bersedia janji saling menjaga kehormatan diri sampai saat kelulusan nanti mereka akan menjalin hubungan yang lebih serius ke jenjang pertunangan justru mulai bermain api.


Sabrina lebih sering menghabiskan waktu bersama Gordon bahkan saat Zee beserta keluarga nya liburan ke Bali, Indonesia Sabrina dan gordon juga liburan tipis tipis ke eropa.


Hubungan perselingkuhan Sabrina dengan Gordon sudah berlangsung berbulan bulan hingga detik ini misalnya.


Sabrina mengerjakan makalah untuk skripsi dibantu oleh Gordon hingga belum rampung makalah tersebut justru mereka sudah berakhir dengan hubungan percintaan panas diatas ranjang apartemen Gordon .


Sabrina mendusel ke dalam pelukan Gordon usai percintaan panas yang mereka lakukan lebih dari empat jam bahkan mereka Sampai harus bolos kuliah hari ini.


"Lihat aku saja Bri , tinggalkan Zee aku mohon." ucap Gordon sembari mengelus pucuk kepala Sabrina.


"Tidak mau Gordon, Zee sangat kaya dan meskipun sudah tidak ada cinta tapi setidaknya aku ingin menjadi pasangan Zee yang kaya raya." ucap Sabrina optimis.


"Kamu hanya akan terobsesi nantinya Bri , ayo kita mulai hubungan kita dari awal secara baik baik dan terbuka karena saat ini aku merasa bersalah pada sahabatku Zee karena sudah selingkuh dengan pacarnya." ucap Gordon sendu.


"Rahasiakan hubungan kita sayang, aku masih membutuhkan Zee . Apa kamu tahu kalau Zee sedang dekat dengan seorang murid junior ? aku melihat mereka jalan bareng tempo hari, bukan kah ini tidak bisa dibiarkan heum ? aku harus kasih wanita itu pelajaran." ucap Sabrina menggebu emosi.


"Berapa lama lagi kita harus merahasiakan hubungan ini heum, aku gak mau cuma jadi pelampiasan kamu sayang, aku gak akan lepasin kamu dengan mudah setelah kamu jadi milikku." smirk Gordon .


"Makalahku harus selesai hari ini sayang, besok akan aku kumpulkan ke dosen pembimbing skripsi ku.." Sabrina membujuk Gordon agar segera menyelesaikan tugasnya tapi bukannya lekas bangun dari kasur justru Gordon kembali mengungkung tubuh Sabrina dan merengkuh kenikmatan ber seng gama sekali lagi.


"Sekali lagi sayang, setelah ini makalahmu pasti akan selesai." ucap Gordon di sela aktifitas mesumnya.


Sedangkan di tempat lain,


"Ada hal hal kecil yang terjadi di devisi ini bro dan tumpukan berkas itu adalah laporan keuangan beberapa proyek yang tidak dilaporkan ke kepala devisi karena terlalu banyak kecurangan yang terjadi di lapangan dan pihak kepala Devisi memilih untuk membuat ulang laporan dengan rincian biaya yang berbeda. Mungkin itu salah satu penyebab setahun terakhir ini perusahaan mengalami pasang surut soal neraca keuangan. Sayangnya tidak ada satu karyawan pun yang berani mengadu pada asisten CEO karena kepala devisi mengancam akan menghancurkan karier kita yang cuma pegawai rendahan. Mau makan apa keluarga kami jika di pecat dari perusahaan ini, belum tentu kami bisa diterima bekerja di perusahaan lain melihat pamor kerajaan bisnis Tuan Sanders yang mendunia." ucap rekan senior sambil membawa kardus berisi tumpukan berkas file laporan yang harus mereka pindahkan.


Ucapan pegawai senior yang sangat panjang lebar membuat Zee hanya geleng geleng kepala heran sekaligus geram.


"Setidaknya kita bisa bikin laporan secara diam diam kan kak, aku yakin petinggi perusahaan akan menindak lanjuti laporan kita. " ucap Zee menahan geram sambil meremas kardus dengan kedua tangannya.


"Tidak akan berhasil bro, beberapa oknum akan menyortir setiap laporan yang ditujukan untuk para petinggi perusahaan. Dan jika mereka berhasil melacak siapa pelakunya pasti karier kita akan tamat. Tikus pengerat tidak bekerja sendirian bro, mereka memiliki kawanan yang saling melindungi dan menyerang mangsa lalu menggerogoti sampai kenyang bahkan kalau mereka mampu pasti akan terus menggerogoti uang perusahaan sampai bankrut." pegawai senior tampak menghela nafas penuh kekecewaan.


Dirinya tahu banyak hal yang tidak beres sedang terjadi di perusahaan tempat dia bekerja tapi tidak bisa berbuat apa apa untuk menghentikan para tikus pengerat yang mengenakan setelan jas mewah dan berpangkat tinggi.


"Hhmm baiklah kak, mungkin sebaiknya untuk saat ini kita kerjakan saja apa yang harus kita kerjakan, semoga suatu hari nanti akan diadakan inspeksi dari direktorat swasta yang bisa membongkar semua tindak korupsi di perusahaan ini. " Zee berucap ala kadarnya sebagai seorang pegawai magang .


Namun dalam hati Zee sudah membuat sebuah rencana agar kecurangan tidak terus berlanjut.


Menjelang waktu makan siang Zee ijin untuk kembali ke kampus dengan alasan harus menemui dosen pembimbing skripsi untuk membahas makalah selama magang.


Kepala H R D mengijinkan Zee untuk bekerja setengah hari. Dengan wajah sumringah Zee gegas balik ke apartemen untuk mengambil mobil dan berniat untuk langsung ke kampus dan menemui Vanya.


Dalam perjalanan menuju kampus Zee sengaja menghubungi sang uncle Clark yang saat ini pasti sedang berada di perusahaan. Beberapa kali ponsel berdering hingga akhirnya seseorang menyahut diujung sambungan,


"Halo nak.." sapa uncle Clark mengawali percakapan.


"Halo uncle Clark, aku butuh bantuan uncle ini menyangkut anak perusahaan tempat aku magang uncle , " ucap Zee serius sambil tetap fokus mengendarai mobil.


"Katakan bantuan seperti apa yang kamu inginkan, uncle menyimak ." Asisten Clark tampak menyimak dengan serius setiap kalimat yang diucapkan oleh Zee.


Setelah mengakhiri panggilan dengan sang uncle Zee meletakkan ponselnya begitu saja dan menginjak pedal gas agar mobil melaju dengan sedikit lebih cepat.


"Baru beberapa jam gak ketemu kenapa rasanya kangen ya, apa ada yang salah sama aku ? kenapa isi pikiran ku hanya Vanya, Vanya dan Vanya. " Zee bergumam sendiri sambil mengemudikan mobilnya.


Dan benar saja begitu mobil terparkir di pelataran kampus gedung F Zee segera melangkahkan kakinya menuju ke kelas Vanya .


Ternyata kelas kosong karena jam istirahat siang semua murid sedang berada di kantin. Zee melangkahkan kaki balik kanan menuju kantin dan,


Zee melihat Vanya sedang makan bersama Merry di meja sudut ruangan kantin paling ujung.Zee melangkahkan kakinya dengan senyum yang menyungging manakala jarak semakin dekat hingga,