ZeeVanya

ZeeVanya
Bab 53 Sore hari



Hari sudah sangat sore namun Vanya masih tampak asik menggambar. Saat ini dirinya masih berada di dalam ruang rahasia Merry, entah sudah berapa pola sketsa kasar yang sudah Vanya ciptakan namun sepertinya gadis kecil itu masih belum akan menyudahi aktivitas nya.


Merry menunggu i sambil main ponsel , tidak masalah mau seberapa lama Vanya mengerjakan tugasnya, Menjaga Vanya akan menjadi salah satu kesenangan tersendiri bagi Merry.


"Oughh capek banget.." ucap Vanya yang mengeluh punggung dan tangannya pegal tapi tetap tersenyum puas kala mengangkat dengan kedua tangannya dan melihat kembali pola yang berhasil dia ciptakan.


"Sudah selesai ? coba aku lihat. Aku akan kasih penilaian sebagai seorang pecinta fashion, sini buku sketsa mu." Merry berjalan mendekati meja tempat Vanya berkreasi.


Merry mantap meminta buku sketsa Vanya dan dengan ragu Vanya mengulurkan sambil berkata,


"Ini masih sketsa kasar, aku belum poles lagi jadi Hmm .." Vanya merasa insecure, biasanya tidak ada orang yang melihat hasil goresan pensilnya di buku sketsa.


"Tidak apa, aku tetap bisa melihat seperti apa nanti jadinya, " Merry tampak mulai fokus mengamati setiap pola yang masih mentah itu satu persatu.


Terlihat sangat serius saat Merry seperti bisa membayangkan seperti apa hasil akhir nya nanti.


Beberapa saat kemudian..


"Aku akan kasih saran buat kamu Vanya , ada satu pola yang menurut ku sangat menarik dan akan tepat di tampilkan saat musim semi nanti. Di Bagian ini kamu bisa tambahkan beberapa aksen ,lalu di sini juga, dan ini.." Merry melengkapi gambar pola milik Vanya dengan idenya.


Vanya menatap terkagum saat melihat langsung bagaimana gambar pola yang masih kasar dan mentah itu kini mulai berubah seakan bernyawa terlihat hidup dan,


"Waah Merry, ini seperti bukan pola yang aku bikin. Kenapa bisa sesempurna ini sih, kamu keren banget . Hasil akhirnya sangat persis dengan apa yang aku bayangkan." Vanya berdecak kagum mengagumi kelihaian Merry.


"Ini akan lebih sempurna dan sangat mahal jika kamu menggunakan bahan bahan terbaik mulai dari kain, benang , payet dan pernik pernik pendukung lainnya. " kata Merry.


"Berapa kira kira uang yang harus aku siapkan untuk menciptakan karya pertamaku ini Mer ?" tanya Vanya .


"Hmm semakin berkualitas bahannya akan semakin bagus. Mungkin kamu perlu siapkan budget sekitar Lima ratus ribu dollar , kurang lebih segitu." ucap Merry sambil manggut manggut mempertimbangkan total biaya yang dibutuhkan untuk sebuah gaun yang jika di pasarkan secara ekslusif kelak bisa di banderol dengan harga jutaan dollar.


Glek~


Vanya kesulitan menelan ludahnya sendiri saat membayangkan jejeran angka nominal dollar yang jika di rupiahkan maka akan bernilai..


"A.. apa kamu bercanda Merry ? bagaimana sebuah pola gaun harus membutuhkan modal ratusan ribu dollar. Aku pikir aku nanti hanya akan membuat desain dengan modal yang secukupnya saja , sesuai kemampuan dompetku." ucap Vanya kikuk.


"Ck~ Kamu ini terlalu lugu atau memang tidak tahu bagaimana sebuah fashion bekerja di pasaran heumm ? Listen , kalau kamu ingin menjadi seorang desainer yang mahal maka mulai ubah mindset kamu soal budget yang pas pasan. Aku yakin kamu memiliki potensi untuk menjadi desainer besar dengan semua ide pola yang sangat unik dan khas ini Vanya. Menurut aku uang bukanlah masalah aku yakin kamu pasti mampu." Merry berusaha memberi semangat agar Vanya lebih termotivasi meraih impiannya.


"Sudahlah Vanya , jangan terlalu serius berpikir lebih baik sekarang kamu temani aku pergi ke Salon. Yuk." ajak Merry yang langsung menggandeng tangan Vanya yang bahkan belum menjawab mau apa tidak.


"Ehh tapi .." tidak sempat Vanya berkata kata Merry sudah menarik lengannya menuju parkiran.


Sementara itu,


Di dalam salah satu ruang dosen gedung F tampak sejoli tengah asik menderu menikmati sebuah percintaan ilegal antara guru dan murid.


Sekitar dua setengah jam yang lalu, Sabrina yang diam diam menyamar sebagai murid fakultas desain dan tata busana tertangkap basah oleh seorang dosen paruh baya yang kebetulan mengajar di kelas tersebut.


Saat di tanya Sabrina canggung menjawab , meski mengelak tetap saja akhirnya ketahuan jika dia hanyalah seorang murid dari fakultas lain yang menyusup ke dalam gedung F dengan tujuan yang tidak jelas.


...Tujuan Sabrina tentu saja ingin buat perhitungan dengan Vanya, tapi mana mungkin Sabrina mengaku bisa bisa dirinya dihukum lebih berat....


Dosen paruh baya tersebut mengancam akan melaporkan tindakan tidak terpuji Sabrina kepada dosen pembimbingnya, dan dosen paruh baya tersebut yakin jika Sabrina pasti akan mendapatkan skorsing karena melanggar tata aturan di kampus.


Terlebih Sabrina adalah seorang murid senior yang tengah menyiapkan skripsi di semester akhirnya kuliah. Akan sangat fatal jika dirinya terkena masalah bisa bisa gagal ikut wisuda bareng Zee dan teman teman seangkatan lainnya.


Sabrina yang merasa terdesak dan mati kutu tidak memiliki celah lain selain lewat jurus rayuan yang selalu jadi andalan. Tujuan Sabrina membuat perhitungan dengan Vanya di gadis cupu yang kedapatan jalan bareng sama Zee sang pacar belum kesampaian, saat ini justru karena ulahnya sendiri Sabrina terjebak dalam permainan terlarang antara guru dan murid.


Dengan mode genit Sabrina mulai merayu mencoba membujuk sang dosen, dasar sang dosen paruh baya beriman tipis lebih tipis dari tisu dua lapis, akhirnya terjadilah sebuah kesepakatan.


Dua insan beda status tersebut mulai melakukan apa yang ingin mereka lakukan, berawal dari kecupan genit hingga ciuman panas dan rasa terpancing gairah yang membuat mereka merengkuh lebih dalam ,


Dugaan awal Sabrina jika sang dosen pasti hanya akan mampu bermain sekitar setengah jam ternyata salah besar , Dosen yang tampak kurus dan tua itu justru menggempur tubuh Sabrina habis habisan selama berjam jam.


Beruntung kejadian tak senonoh itu terjadi di sore hari dimana kampus sudah sepi dan tidak ada orang di sekitar lantai tempat ruang dosen paruh baya tersebut.


"Ahh pak , sshh ahh !" pekik Sabrina yang saat ini tubuhnya menungging seksi diatas soFa dekat meja kerja dosen paruh baya.


Entah sudah berapa gaya yang mereka praktekkan tapi saat ini sang dosen masih tampak belum ingin menyudahi sesi hukuman mesum terhadap murid senior fakultas lain yang bertubuh binal bak gitar spanyol dan sangat nikmat diajak bercinta dengan gaya do gy style di bawah kendalinya.


"Hang on girl, agh it's so damn hot body i can't stop right now aghh !!" sang dosen paruh baya terus menghujam menggerakkan pinggulnya dengan tempo agak cepat menikmati sensasi basah dan licin bersamaan dengan sensasi legit menjepit di dalam rahim Sabrina.


Sabrina sendiri sudah pelepasan lebih dari tiga kali hingga membuat tubuhnya saat ini sudah sangat lemah dan pasrah menerima setiap hujaman yang nikmat menyiksa.