
Merry melambaikan tangan menyapa Zee yang berjalan mendekat dibelakang Vanya. Vanya yang sedang mengunyah makanan pun ikut menoleh mengikuti lambaian tangan Merry.
"Zee.." ucap Vanya lirih kala sang suami memberhentikan langkah nya tepat satu langkah di belakang kursi tempat Vanya duduk.
"Hai, aku sengaja mencari kamu Vanya." ucap Zee diiringi senyum tampan. Tidak lupa Zee juga menyapa Merry kemudian menarik satu kursi disebelah Vanya lalu duduk.
Meja makan di kantin yang kini di tempati oleh Merry , Vanya dan Zee menjadi pusat perhatian para murid yang sedang menikmati makan siang di dalam kantin.
Seperti biasanya juga, selalu saja ada murid yang berbisik bisik ini itu dan dua orang yaitu Merry dan Zee memilih untuk tidak peduli sedangkan Vanya merasa canggung seolah tubuhnya terhunus puluhan anak panah beracun oleh orang orang sekitar nya.
"Jadi Zee , kamu sengaja kemari cuma buat memastikan aku menjaga Vanya dengan baik, begitu kah ?" kata Merry yang menyangga kedua tangan di meja. Merry sudah selesai makan dan kini sedang menikmati segelas jus strawberry di tangan kiri nya.
"Aku hanya ingin memastikan, soalnya tadi pagi pagi sekali gak sempat pamit sama Vanya . Karena aku udah harus ke perusahaan tempat aku magang jadi.." belum selesai Zee mengucapkan kalimat nya tiba tiba ada seseorang yang menyeletuk,
"Jadi benar rumor yang beredar jika Zeevan Sanders dari fakultas bisnis menjalin hubungan perselingkuhan dengan murid junior jurusan tata busana bernama Vanya ?" seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar karena Zee selalu terkenal akan sikap setianya terhadap Sabrina sang pacar dan kini justru mereka menangkap basah sejoli yang tampak berselingkuh.
"Astaga ini berita besar yang harus disebarkan, aku yakin akan banyak yang tertarik" ucap seorang lain yang tengah menyalakan siaran live via aku media sosialnya.
"Astaga apa kalian tidak ada pekerjaan lain selain kepo sama kehidupan orang lain hahh !!" salah seorang lainnya yang tidak suka saat circle sosial seseorang dijadikan highlight berita.
BRAKK !!
Merry menggebrak meja lantaran merasa kesal atas sikap beberapa murid yang sengaja mencari sensasi dengan memanfaatkan kehidupan sosialnya.
Tidak banyak bicara Merry hanya menatap tajam ke setiap murid yang mengarahkan ponsel mereka ke arahnya. Dengan lantang Merry mengancam ,
"Hapus apapun yang ada di ponsel kalian atau aku pastikan kalian akan menyesal !" ucapan Mery tidak pernah main main .
Sikap tegas Merry sangat mengintimidasi para murid, sebagian ada yang langsung menurunkan ponsel dan menghapus foto maupun video tentang kejadian barusan.
Tapi sebagian lagi ada yang masih ngeyel dan yakin jika Merry hanya menggertak saja, beberapa murid masih tampak menyiarkan secara langsung di akun sosial media nya sampai ..
Merry hanya perlu bersikap dingin dan tah acuh seperti biasa, lalu Merry mengajak Vanya dan juga Zee pergi dari kantin.
Tentu saja langkah kaki ketiga orang tersebut menjadi pusat perhatian seluruh murid yang berada di kantin , sebagian murid diam diam masih mengarahkan kamera ponsel ke arah mereka bertiga.
Merry yang sudah jengkel karena menganggap perilaku teman teman kampusnya itu sangat tidak berkelas alias rendahan , dengan sigap Merry mengambil ponsel dari dalam tas lalu menghubungi nomor pengawal kepercayaan nya.
Dalam sambungan telepon,
"Apa yang anda butuhkan nona Merry ?" ucap sang pengawal yang sigap mengerti setiap sang nona muda menghubungi pasti butuh bantuan.
"Mereka membuat masalah, take down semua siaran live di kampus . Jika perlu sita semua ponsel setiap mereka yang sengaja ingin menyebarkan rumor, aku tidak mau tahu pokoknya atasi !!" Merry memerintahkan pengawalnya untuk mengurus masalah yang terjadi saat ini.
"Baik nona , akan saya atasi kurang dari lima belas menit." ucapan sang pengawal adalah ibarat janji yang pasti.
Sebenarnya ini hanyalah rumor biasa yang sering terjadi di kalangan masyarakat kehidupan kampus, tapi yang menjadikan masalah ini gawat dan tidak berkelas adalah karena mereka melibatkan nama besar dua keluarga pemegang saham terbesar di kampus. Hal ini tentu akan menjadi rumor murahan yang sewaktu waktu bisa menjatuhkan nama baik keluarga Merry dan juga Zee.
Dengan langkah cepat Merry membawa Vanya dan Zee ke gedung rahasia miliknya.
Sementara itu sang pengawal yang memiliki aura ketegasan yang sangat kuat membawa beberapa anak buah untuk menahan semua murid yang berada di kantin.
Dengan suara lantang tanpa perlu ijin dari pihak manapun karena para pengawal sendiri adalah utusan dari salah satu keluarga murid paling berpengaruh yang memiliki saham terbesar di kampus.
"Kami akan melakukan inspeksi pada setiap ponsel yang ada di dalam ruangan ini, tetap diam ditempat dan letakkan ponsel kalian masing masing di hadapan kalian. Jangan coba coba menghindar karena hukuman akan bertambah fatal jika ada yang kedapatan tidak mengikuti perintah inspeksi." titah sang kepala pengawal yang tegas membuat para muridnya seperti mati kutu dan tidak punya cara lain selain menurut para perintah.
Satu persatu murid mulai mengeluarkan ponsel mereka dan meletakkan di depan, diikuti anak buah sang pengawal yang memeriksa langsung isi galeri pada ponsel tersebut.
Para anak buah harus memastikan tidak ada satu foto maupun video yang berisi rekaman sang nona muda Merry dan tuan muda Zeevan .
Tidak butuh waktu lama dan benar saja dalam waktu kurang dari lima belas menit seluruh ponsel sudah dipastikan bersih dan tidak ada satupun yang masih menyimpan foto maupun video kejadian tadi.
Satu persatu para murid keluar dari ruangan kantin sambil berbaris dengan pengamanan ketat dari anak buah pengawal khusus nona Merry yang disegani.
"Astaga jantungku hampir saja copot padahal aku gak ikut ikutan ngerekam ."
"Aarhhg sial, padahal tadi itu berita besar yang pasti bakal heboh di kalangan kampus. Kapan lagi aku bisa dapat bahan berita skandal percintaan murid konglomerasi di kampus ini ??!!"
Beberapa murid ada yang mengumpat diam diam Lantaran mereka gagal menyebarkan berita skandal murid konglomerat di kampus mereka.
Satu hal yang pasti mereka semua pelajari kali ini adalah,
Jangan sekali kali mencoba mengulik kehidupan para murid konglomerat yang kuliah di kampus Paris university jika tidak ingin berhadapan dengan para pria bertubuh sangar dan berpakaian serba hitam yang tidak memiliki ekspresi selain ekspresi datar yang menyeramkan.
Setelah semua murid pergi dari kantin, sang pengawal khusus menghubungi sang nona muda untuk melaporkan hasil kerjanya.
Ddrrrttt..
Ddrrttt..
Ddrrtt
"Halo, bagaimana ?" ucap Mery to the poin.
"Semua sudah beres nona muda. Kami sudah bersihkan isi ponsel mereka." lapor sang pengawal dengan nada suara tegas dan sopan.
"Good job Shane. Bye.." Merry mengakhiri panggilan telepon begitu saja setelah sang pengawal mengakhiri laporannya.
Sementara itu,