ZeeVanya

ZeeVanya
Bab 28 Makan malam



Zee dan Vanya turun beriringan Melewati anak tangga dari lantai dua ke lantai satu tempat ruang makan berada. Ini sudah saat memasuki waktunya makan malam. Tampak di meja makan mommy Lucy dan Daddy Devan belum muncul.


"Sepertinya kita terlalu awal ,duduk dulu sambil nunggu mommy dan Daddy." Zee menunjukkan kursi dimana Vanya akan duduk untuk sekarang dan selanjutnya.


Keduanya duduk sembari menunggu kedatangan kedua orang tua.


Tidak ada pembicaraan serius yang mereka bahas.


Lima menit kemudian , kedua orang tua tampak melangkahkan kaki sambil bergandengan tangan dengan mesra .


Daddy Devan duduk di kursi utama kepala keluarga sedangkan mommy Lucy duduk di kursi sebelah kiri daddy Devan.


Zee dan Vanya tampak duduk diseberang sang mommy, duduk bersebelahan dengan Vanya berada di kursi sebelah kanan Zee.


Setelah semua orang siap di meja makan maka Nancy selaku kepala pelayan mulai mengkode para pelayan supaya menata satu persatu menu makanan di atas meja.


Dalam waktu kurang dari sepuluh menit semua makanan tersaji .


"Mari kita makan.." ucap daddy Devan mempersilakan .


Seperti kebiasaan sejak awal menikah sampai sekarang, setiap makan entah itu sarapan, makan siang, atau makan malam, selalu mommy Lucy melayani daddy Devan.


Mulai dari mengambilkan nasi dan lauk sampai saling menyuapi alias sepiring berdua.


"Vanya , coba kamu layani Zee . Ambilkan makanan untuknya ya.." ucap mommy Lucy pada Vanya setelah dirinya selesai memindahkan makanan yang ingin suaminya makan ke dalam piring.


"Ba.. baik mom.." jawab Vanya tergagap.


Dalam hati Vanya heran melihat apa yang dilakukan mommy Lucy pada Daddy Devan. Apa sejak awal menikah mereka juga sudah seromantis itu heumm ??


Tapi kemudian Vanya tampak mengikuti apa yang mommy Lucy lakukan.


"Nasi segini cukup ? lauknya mau apa Zee ?" Vanya bertanya karena dirinya tidak tahu seberapa porsi makanan Zee dan jenis lauk apa yang disukai Zee .


"Nasinya sudah cukup dan lauknya itu saja." Zee menunjuk salah satu lauk kesukaannya yaitu Daging sapi wagyu yang diolah dengan bumbu barbekyu.


Zee membalas senyuman Vanya yang terlihat kaku , jelas sekali Vanya tidak atau belum terbiasa dengan gaya hidup keluarga Sanders.


Setelah mengambilkan makanan untuk Zee Vanya juga mengambil untuk dirinya sendiri. Terlalu banyak pilihan lauk membuat Vanya bingung hingga akhirnya hanya mengambil sepotong ayam goreng dan sambal diletakkan diatas nasi hangatnya.


Zee dan Vanya makan sendiri sendiri dengan tenang, berbeda dengan Mommy Lucy dan Daddy Devan yang tampak sesekali tersenyum kearah satu sama lain sambil menikmati makanan sepiring berdua.


"Apa mommy dan Daddy selalu seromantis ini saat makan ?" tanya Vanya tiba tiba usai menelan makanannya.


"Keromantisan dalam hubungan suami istri itu hal yang diperlukan nak, ikatan suami istri di dalam rumah akan lebih erat jika saling berbagi. Kami selalu begini jika di rumah. Jadi biasakan dirimu ya nak. Kalau kalian mau juga boleh kok makan sepiring berdua seperti kami." ucap mommy Lucy ramah sambil menyuap satu sendok untuk sang suami.


"Eh.. enggak kok mom . Kami bisa makan sendiri sendiri." Vanya menggaruk tengkuk yang tidak gatal saat mendengar penuturan mommy Lucy.


Daddy Devan hanya tersenyum simpul kemudian kembali menatap sang istri penuh cinta.


Sedangkan Zee yang sejak awal makan tadi tidak banyak bicara hanya fokus menghabiskan makanan yang ada di piringnya.


Acara makan malam selesai.


Setelah menikmati desert semua orang tampak berkumpul di ruang keluarga. Mommy Lucy duduk didekat daddy Devan.


Sedangkan Zee dan Vanya duduk di sofa yang berhadapan. Biasanya saat memasuki waktu santai usai makan malam mereka akan menonton film atau acara televisi sambil mengobrol ringan hal hal ini itu.


Kehangatan mulai terasa saat Vanya menatap keharmonisan kedua mertuanya. Mereka seperti tidak pernah tua. Bagaimana bisa pasangan yang sudah puluhan tahun menikah masih bisa selalu romantis begini..


"Zee ingat ya , minggu depan sudah mulai masuk kuliah kamu harus jagain Vanya." ucap mommy Lucy pada sang putra.


"Zee mengerti mom, Zee bakal jagain Vanya kayak adik Zee sendiri." jawab Zee santai sambil meraih remote untuk mengganti saluran televisi.


"Vanya, Daddy percaya kamu pasti tidak akan mengecewakan kami. Belajarlah dengan tekun dan raih mimpimu. Kami sebagai orang tua akan selalu mendukung. Dan ingat ya nak , jaga nama baik keluarga Sanders dimana pun kamu berada. Mengerti ?" perkataan Daddy Devan memang terdengar santai tapi mengandung beban yang harus Vanya pikul.


Mulai sekarang dan seterusnya aku harus menjaga nama baik keluarga Sanders..