
Huft..
Vanya menghela nafasnya panjang sambil berpikir mau melakukan apa hingga terbesit sebuah ide.
Vanya beranjak dari duduknya dan berpindah ke kursi lain yang didekat jendela. Vanya duduk menikmati pemandangan diluar sana yang menurutnya sangat mengagumkan.
Saat sedang menatap hamparan awan putih yang seputih kapas, Vanya tiba tiba ingin menuangkan sebuah ide ke dalam buku sketsa miliknya.
Zee melihat saat Vanya berjalan kesana dan kemari tapi memilih untuk membiarkan. Saat ini Zee sedang mengerjakan tugas kuliah yang belum sempat dia kerjaakan .
Dua jam kemudian..
Vanya tertidur di kursi sofa dekat jendela dengan buku dan pensil di pangkuannya. Melihat hal itu Zee yang baru saja menutup dan menyimpan laptopnya hendak membantu memindahkan Vanya ke dalam kamar.
Ya, setiap pesawat pribadi juga memiliki ruangan khusus berisi ranjang untuk istirahat.
Tubuh Vanya yang mungil memang terasa ringan bagi Zee, dan setelah membaringkan Vanya di atas ranjang, saat ini Zee tampak membereskan buku dan pensil lalu meletakkan keduanya di sebuah meja.
Setelah itu Zee kembali ketempat duduknya dimana ada Asisten Clark yang sudah menunggu ingin menyampaikan sesuatu.
"Apa yang ingin uncle katakan ?" kata Zee sambil duduk di sofa.
"Begini nak, seperti yang diinginkan nyonya Lucy jika Vanya nantinya akan berkuliah di kampus yang sama denganmu. Beliau sudah menyiapkan sebuah apartemen untuk kalian tempati, lokasinya dekat dengan kampus. " kata Asisten Clark sopan.
"Aku tahu kalau Vanya akan melanjutkan kuliahnya di Paris, tapi aku tidak menduga kami juga harus tinggal di satu apartemen yang sama. Uncle Clark tahu kan jika aku mungkin tidak akan bisa terus mendampingi Vanya. Aku juga punya kehidupan pribadi dan di situ tidak ada Vanya. " Zee berkata sopan namun tegas.
"Uncle.. jangan mencampuri urusan pribadiku. Sudah cukup kan aku menjadi anak yang patuh dan menghormati kedua orang tuaku, tapi aku juga berhak memiliki privasi yang hanya milikku. Bukan yang serba diatur, aku bukan anak kecil uncle. " Zee secara tegas tidak menyukai jika area privasinya di campuri orang lain.
Untuk urusan cinta, Zee ingin menjalani sendiri bagaimana dia berpetualang menemukan cinta sejati dan untuk saat ini Sabrina lah yang menduduki tahta tertinggi di hatinya.
"Uncle hanya peduli padamu nak, tapi semua kembai padamu. Semoga kelak kamu akan menemukan cinta sejati yang kamu cari." uncle Clark tersenyum teduh seakan menyatakan jika apapun yang terjadi dirinya akan selalu berada di pihak Zee.
"Thanks uncle, " ujar Zee singkat.
Selanjutnya mereka menghabiskan sisa penerbangan dengan beristirahat. Asisten Clark tampak tertidur sambil duduk bersandar di sofa, sedangkan Zee tidur di dalam bersama Vanya.
Zee tidak bisa tidur jika tidak di kasur, maka meskipun suami istri tapi sebisa mungkin Zee menghindari kontak intens dengan Vanya.
Setiap berduaan dengan Vanya, sentuhan sekecil apapun itu sangat membuat sesuatu dalam diri Zee bergetar. Dan Zee takut tidak bisa menahan diri padahal tidak ada cinta diantara mereka.
Tidak ada cinta maka tidak akan Zee bercinta. Zee ingin pengalaman pertamanya adalah dengan seorang wanita yang dia cintai.
Hubungan Zee dengan Sabrina sendiri sudah berlangsung selama enam bulan, dan selama itu juga Zee selalu menjaga diri untuk tidak menyentuh Sabrina. Hal yang sama juga dilakukan Sabrina sebagai bentuk kesetiaan pada Zee sang pacar.
Zee dan Sabrina sama sama berjanji akan menjaga kesucian masing masing sampai hari wisuda yang tidak lama lagi.
Penerbangan lancar hingga pesawat landing di salah satu bandara dekat kota Paris, kemudian..