
Jam pelajaran berlangsung dengan lancar seperti biasanya, saat menjelang jam makan siang semua murid akan menyerbu kantin kampus untuk menikmati menu makan siang yang disiapkan secara gratis oleh pihak pengurus cafetaria.
Setiap gedung fakultas memiliki masing masing satu kantin khusus hingga meskipun diserbu oleh mahasiswa dan mahasiswi angkatan junior sampai senior tidak akan membuat ibu kantin kewalahan karena selalu ada murid yang bertugas khusus untuk membantu di kantin.
Vanya adalah murid Junior yang terbilang cupu karena penampilan nya sangat tidak modis jika dibandingkan teman teman seangkatan lainnya.
Dikelas tadi bahkan hampir tidak ada murid yang mau berteman dengan Vanya, mereka menilai tampilan fisik Vanya yang mungil berkulit eksotis dan tidak fashionable sangat bukan tipikal teman yang mereka cari.
Sempat membuat Vanya insecure tapi sejurus kemudian Vanya lebih memilih untuk tidak peduli.
Tidak mengapa jika tidak punya teman selama tidak ketinggalan pelajaran. Batin Vanya
Antrian makan siang semakin mengular dan Vanya terus terdesak semakin ke belakang karena murid lain banyak yang memotong antrian.
Kesal ?? tentu saja Vanya sangat kesal. Mentang mentang dia orang asing dan tidak gaul trus seenaknya saja mereka memotong antrian tepat di depan Vanya.
Vanya ingin sekali melawan saat mereka terus memotong antrian tapi akhirnya Vanya memilih untuk menghela nafas menahan emosi lalu keluar dari kantin dan memilih untuk pergi ke perpustakaan saja.
Seseorang melihat bagaimana seorang gadis kecil yang terus terdesak ke belakang sampai akhirnya terpaksa keluar barisan karena kelakuan murid lain di depannya.
Vanya berjalan kesana kemari mencari di mana letak perpustakaan, semua orang sedang berada di kantin jadi lorong sepi dan Vanya celingukan melangkahkan kaki mencari lokasi perpustakaan.
Saat sedang melangkah tiba tiba,
"Heii.." seseorang menepuk pundak Vanya lalu mensejajarkan langkahnya.
"Maaf, ada apa ?" tanya Vanya yang bingung lantaran tidak kenal dengan orang tersebut.
"Aku lihat tadi kamu keluar dari kantin, tampaknya kamu sedang mengalami waktu yang buruk saat jam makan siang. Anak anak nakal itu memang suka memotong antrian, mereka selalu datang akhir tapi langsung mengambil antrian di tengah. Jadi besok sebaiknya kamu lebih cepat tiba di kantin agar tidak kena gangguan mereka." ucap orang tersebut.
"Hhmm thanks infonya tapi aku memang sedang tidak lapar makanya aku mau keperpustakaan saja." Vanya tersenyum simpul , lalu
Kkkrriiyyuukkk.... suara perut Vanya terdengar nyaring membuat orang yang berdiri di sebelah Vanya terkekeh kecil .
"Kamu bilang tidak tapi cacing di perutmu bilang kalau mereka juga butuh makan , hmm ini makanlah.. oh iya kenalan dulu ya, namaku Merrion. Panggil saja Merry." ucap Merry mengulurkan tangan kanan untuk berkenalan dan tangan kiri menyerahkan kotak makan siang berisi menu makanan di kantin hari ini.
"Hmm Merry, kenalkan aku Vanya dan ~" Vanya menyambut uluran tangan Merry dan juga tampak menatap minat ke arah kotak makan siang di tangan Merry lalu..
"Jika aku menerima kotak ini,bagaimana dengan makan siangmu Merry ?" tanya Vanya ragu apakah dia harus menerima atau tidak.
"Heii Vanya, aku ini bisa minta lagi ke ibu kantin. Aku tidak harus mengantri seperti murid lainnya, terimalah dan makan. Jika malu makan di kantin kamu bisa makan di taman atau kelas. Ini ambilah Vanya, aku harus segera balik ke kantin , bye !!" Merry menyerahkan secara paksa kotak makan siang ke tangan Vanya lalu gegas pergi kembali ke kantin.
Vanya bahkan belum sempat bilang terima kasih ,tapi seulas senyum terbit di wajah eksotis nya.
Karena perut Vanya terus berbunyi dan semakin terasa melilit karena lapar maka Vanya tidak jadi ke kantin dan memilih untuk membawa kotak makan siang pemberian Merry ke sebuah tempat yang sepi tanpa gangguan.
Vanya naik ke atas gedung fakultas dan duduk di salah satu sudut yang tidak terkena sinar matahari. Vanya duduk begitu saja tanpa alas dan mulai menikmati makan siang pertamanya di kampus.
Vanya mengunyah makanan sambil menatap menerawang ke sembarang arah , hari pertama kuliah terasa agak berat dan melelahkan batinnya.